Luna POV
Huh! Apa-apaan ini?! Dia melarangku untuk keluar dari kamar? Dan Eun-ji juga tidak diperbolehkan untuk menemuiku. Menyebalkan. Hah! Sikapnya sedikit berubah. Ia jadi lebih possesif padaku.
Sebenarnya ada apa? Aku jadi frustasi sendiri jika memikirkan hal itu.
"Kau sedang apa?"
"Ya ampun?! Kau mengagetkanku Lee!" bentakku pada pria yang menyandang gelar Raja.
"Maafkan aku," mohon nya yang kini terduduk di tepi ranjang. Aku mendekat ke arahnya.
"Lee? Mm.. bisakah aku keluar? Aku bosan di sini terus! Kau bahkan sudah mengurungku selama empat hari di sini!" cerocosku dengan nada merengek.
"Kau bukan burung yang aku kurung, Luna." jawabnya santai.
Ah! Menurutku sama saja.
"Oh, ayolah! Lee, apa kau mau aku menjadi wanita tua yang cantik?" pintaku lagi yang kini duduk pas di sebelahnya. Ia menatap ku. Menyebalkan.
"Wanita tua yang cantik?" coba lihat pria ini, sekarang dia malah mengulang ucapanku dengan senyum yang menurutku manis.
"Waeyo?" tanyaku seolah tak tergiur oleh senyuman mautnya itu.
"Kau itu bodoh atau apa? Mana ada wanita tua yang cantik? Ahaha.."
Aish! Apa itu lucu? Menurutku tidak! Dan apa yang tadi dia bilang? Bodoh? Dia itu benar-benar! Jika ini bukan di Dunia Elemen sudah kupastikan bahwa dia akan mengaduh kesakitan karena jitakkan free dariku.
"Ada. Contohnya aku," jawabku percaya diri.
"Benarkah? Berarti sekarang ini aku telah menikahi nenek-nenek? Hahahaha.." tawanya menggelegar hingga membuatku bergeridik ngeri. Aku menatapnya sinis.
"Bukankah aku yang harusnya berbicara seperti itu, KAKEK?!" tanyaku dengan penekanan di akhir kalimat. Ia berhenti tertawa. Oh God!
"Kakek? Aku ini masih muda, NENEK Luna." suaranya menajam.
"Benarkah? Ayolah, kakek. Mengaku saja kalau umurmu itu sebenarnya sudah tujuh puluh ribu tahun. Ahahaha.. bahkan sangat tua untuk ukuran kakek-kakek," tawaku meledak saat itu juga. Yah aku memang tau berapa umur dari suamiku ini dari Shin.
"Ah.. Jadi kau mengejekku ya? Hah! Baiklah," ucapnya sambil beranjak bangun.
Apa dia marah? Aku menatap lekat punggung itu dan tangan ku terulur pada pundaknya.
"Hukumanmu aku tambah menjadi satu minggu," ucapnya seraya membalik ke arahku dan langsung berlalu pergi.
Shit! Sialan. Mataku membulat, tanganku mengepal menahan kesal.
"LEE JOONG BAEK!!! Aku membencimu!!! Kemari kau KAKEK TUA!!!!" teriakku marah.
"Dan aku MENCINTAImu, Nenek Luna!!" teriaknya santai.
Blush.
Aish!! Penyakit GR ku kumat_-
_O_
Hoammmm👄
Author ngantuk banget guys!!!
Besok aja nyok lanjutin nya😌
G.night😚😘
KAMU SEDANG MEMBACA
The King Element And I #Wattys2017
Fantasía(SEDANG DI REVISI) Aku wanita biasa, manusia biasa dan tak pernah membayangkan jika aku akan menjadi Ratu dari Dunia Fantasy. Yang kupikir, Dunia Fantasy itu tak ada dan tak pernah ada. Tapi sekarang aku sendiri berada dalam Dunia Fantasy itu.
