Siang ini Luna tengah menemani Eunji di taman istana, yah! Sekarang Eunji telah dibebaskan walau dengan syarat ia harus di asingkan di wilayah kerajaan fire. Luna sudah meminta izin pada Lee untuk membiarkannya menemani Eunji berkeliling istana sebentar walaupun awalnya Lee menolak namun setelah ia mengingat kondisi istrinya yang tengah mengandung maka Lee mau tak mau mengabulkan keinginan Luna.
"Yang mulia, maafkan aku. Seharusnya anda membiarkan aku mati terpenggal saja." lirih Eunji tak berani menatap mata Luna.
"Eunji kenapa kau berbicara seperti itu ? Aku sahabatmu, sebagai seorang sahabat aku tak mungkin membiarkanmu melakukan hal seperti itu. Aku tau kau bersalah tapi untuk apa adanya seorang sahabat jika ia tak bisa membawa sahabatnya sendiri kejalan kebajikan, aku sudah memaafkan mu dan mencoba melupakan semuanya". Ujar Luna panjang lebar.
Luna mendekat ke arah Eunji yang terus menunduk, ia meraih lengan Eunji lembut membuat Eunji mendongkak menatap Luna.
"Kau tahu Eunji ? Tak pernah sedikitpun hatiku berniat membencimu. Kau orang ke-3 yang sangat berarti dihidupku setelah Lee, dan anakku" ucap Luna memegangi perutnya yang masih terlihat rata.
"Boleh aku memegangnya ?" tanya Eunji ragu.
Luna mengangguk, ia membiarkan Eunji mengusap perut ratanya senang.
Eunji tersenyum "dia masih terlalu kecil untuk melakukan pergerakan"
"Usianya masih 2 minggu, tabib mengatakan ia berkembang sangat cepat"
Senyum Eunji mengembang "aku senang mendengarnya, andaikan saja aku bisa menemani hari-harimu saat mengandung dan bersalin" setitik airmata menetes di pelupuk mata Eunji,sungguh wanita itu menyesali perbuatannya.
"Maafkan aku,hanya itu kemampuanku" sesal Luna memeluk Eunji erat.
"Hormat saya yang mulia, wanita ini harus segera meninggalkan istana. Ini perintah dari yang mulia raja" ucap seorang pengawal. Luna mengedarkan pandangannya ke penjuru istana dan akhirnya Luna menemukan sosok Lee yang mengangguk pelan ke arahnya ,membuat Luna tak bisa berbuat apa-apa lagi.
"Eunji.."
"Tak apa Luna , aku bahagia dengan hidupku yang sekarang. Luna.. Boleh aku meminta sesuatu padamu ?"
Luna tak menjawab,tapi Eunji tahu arti tatapan itu.
"Jangan pernah melupakan ku"
"Eunji.. Hikss.. Hikss.. Ak~aku takan pernah hikss.. Melupakanmu" tangis Luna pecah saat Eunji mengatakan hal itu.
Eunji memeluk Luna erat, sangat-sangat erat. "Jangan menangis, aku.. Aku akan selalu mengirimi mu surat, yah aku janji itu"
Eunji melepaskan pelukannya,wanita itu menghapus lembut air mata Luna dan menggeleng pelan.
"Aku juga,aku akan membalas semua surat mu. Aku janji itu dan jika suatu saat aku bertemu dengan mu disuatu tempat, jangan pernah lari jika kau lari aku tidak akan memaafkanmu"
"Tidak Luna,tidak akan. Aku pergi" pamit Eunji melepaskan genggaman lengan Luna.
"Aku akan mengantarmu ,menuju perbatasan"
"Tidak Luna"
"Kalau begitu gerbang istana, ayo" langkah Luna terhenti saat Eunji menahannya.
"Luna.. Biarkan aku pergi tanpa beban" Luna menatap Eunji dalam tapi akhirnya iapun mengangguk.
"Jaga dirimu baik-baik. Makanlah teratur dan tidur dengan cukup,agar kau tak sakit" nasehat Luna
"Kau juga, aku pergi" Eunji pergi meninggalkan Luna sendiri ditaman bahkan Eunji sempat menghentikan langkahnya dan ia ingin berbalik menatap wajah Luna mungkin untuk yang terakhir kalinya,namun keinginan itu ia urungkan. Eunji tak mau membebani Luna yang sudah sangat baik padanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The King Element And I #Wattys2017
Fantasie(SEDANG DI REVISI) Aku wanita biasa, manusia biasa dan tak pernah membayangkan jika aku akan menjadi Ratu dari Dunia Fantasy. Yang kupikir, Dunia Fantasy itu tak ada dan tak pernah ada. Tapi sekarang aku sendiri berada dalam Dunia Fantasy itu.
