Huft.. Hay guys!👋
Author balik lagi nih sama Lee&Luna.
Maaf ya update nya lama😔
Author sibuk banget sama sekolah yang buaaaanyaakkk beud tugas. Sampe jenggotan author ugha #kagakdengboong😂
Oke deh!!
Happy Reading all😇
"Kenapa kalian masih berdiri di situ?! Ayo cepat! Antarkan aku padanya!" teriak Tiffany dengan suara yang menggebu. Kedua pelayan itu hanya tertunduk takut dan tak berani menatap wanita yang sudah siap meledakkan amarahnya.
"A..ampun nona. Maksud nona siapa?" Tanya salah satu pelayan dengan suara gemetar.
"Luna,"
_O_
"Wah! Lihat ini bibi! Ini tidak terlalu buruk bukan?" tunjuk Luna dengan semeringah. Pelayan Seo hanya mengangguk dan tersenyum sopan.
"Bibi kapan masa kurunganku selesai?" tanya Luna dengan wajah sendu. Pelayan Seo juga terlihat sedih saat junjungannya tak seceria tadi.
"Hamba tidak tahu, Yang Mulia." jawab pelayan Seo sambil tertunduk.
"Yang Mulia, hamba mohon undur diri. Masih ada pekerjaan yang lain di luar sana yang harus hamba kerjakan," ucap pelayan Seo mengalihkan pembicaraan. Luna menarik nafas beratnya dan menghembuskannya dengan kasar.
"Pergilah," lirih Luna.
_O_
Setelah kepergian pelayan Seo, Luna mencoba melanjutkan rajutan yang tadi sempat ia tunda. Ia mengernyitkan dahinya ketika mendengar suara keributan di luar kediamannya dan...
BRAK!!!
Pintu berlapis emas dengan ukiran yang cantik terbuka secara paksa. Luna yang mendengar itu terlonjak kaget dan langsung berdiri dari tempat duduknya.
Tap..
Tap..
Apa itu Lee?
Bukan! Itu bukan Lee! Diaa...
"Kau siapa?" tanya Luna bingung. Sedangkan yang di tanya hanya diam dengan mata elangnya yang siap memburu mangsa.
Gadis itu mendekat ke arah Luna. Luna menelan ludah keringnya dengan susah. Sekarang gadis itu telah berdiri tepat dihadapan Luna.
Luna semakin takut melihatnya, keringat dingin mendominasi kulit putihnya saat ini.
Tangan gadis itu terulur dan langsung mencengkram kuat dagu mungil Luna. Luna meringis dengan perlakuan gadis yang masih menatapnya tajam.
Sial! Sebenarnya siapa dia?
Kuku yang semula sejajar rapih, kini mulai memanjang dan mulai menusuk daging lembut yang menempel di jari gadis beriris merah darah itu.
"Ahhhh.." Luna meringis sakit. Sangat sakit.
Darah segar keluar dengan mulusnya di dagu Luna. Gadis itu melepaskan kuku-kuku yang sedari tadi menancap kuat di dagu Luna dan mulai menghirup darah yang melumuri telapak tangannya.
"Busuk!" bengis gadis itu. Lalu menatap Luna yang tengah memegangi dagunya yang berdarah.
"Sesakit itukah?" tanya gadis itu dengan seringaian miliknya. Luna hanya mengangguk meng'iya'kan pertanyaan gadis dihadapannya kini. Gadis itu maju lagi agar lebih dekat dengan Luna dan...
Sreett!!!
Kini kuku tajam itu melukai pipi kanan Luna dengan kasar.
"Ahh!!" sekali lagi Luna menjerit kesakitan.
Perih yang kini Luna rasakan. Ia memejamkan matanya sebentar agar penglihatannya tak kabur.
"Sebenarnya kau ini siapa? Dan kenapa kau...Ahh!!"
Lagi dan lagi. Sekarang pipi kiri Luna yang terkena sabitan kasar dari gadis itu.
"Jangan! Jangan lakukan itu lagi! Kumohon," lirih Luna dengan mata yang berkaca-kaca. Gadis itu hanya tersenyum tak peduli. Bahkan sekarang kuku itu telah merobek kedua sisi lengan baju Luna dan tentu saja mengenai lengan Luna. Kulit putih nan mulus itu secara tidak langsung terekspos begitu saja.
"Kumohon jangan lagi!" teriak Luna bergetar. Kini tangis Luna pecah. Namun tidak membuat gadis itu merasa prihatin. Bahkan sekarang gadis itu telah siap untuk melakukan serangannya lagi.
"TIFFANY!!!" bentak pria bersurai legam dengan mata berkilat marah. Dada bidangnya naik turun seolah tengah menahan amarah yang ingin ia luapkan detik ini juga.
"Lee," panggil Luna dengan suara seraknya sehabis menangis. Lee mendekat ke arah gadis yang kini terlihat mengenaskan. Darah mengucur deras di beberapa bagian tubuh Ratunya.
Lee langsung mendekap Luna dan menghalangi tubuh ringkih itu dengan jubah kebesarannya. Kini Lee menatap Tiffany tajam. Tiffany yang merasa di tatap seperti itu hanya mendengus kesal.
"Shin! Jebloskan wanita bereng*ek ini ke dalam penjara!" titah Lee dingin. Shin hanya mengangguk patuh lalu menyeringai ke arah Tiffany.
Nah ini dia update'annya ... :)
Semoga kalian suka:)
KAMU SEDANG MEMBACA
The King Element And I #Wattys2017
Fantasy(SEDANG DI REVISI) Aku wanita biasa, manusia biasa dan tak pernah membayangkan jika aku akan menjadi Ratu dari Dunia Fantasy. Yang kupikir, Dunia Fantasy itu tak ada dan tak pernah ada. Tapi sekarang aku sendiri berada dalam Dunia Fantasy itu.
