Maaf kalau ceritanya sedikit-sedikit dan ngga nyambung. Mohon dimaklumi. Masih butuh bimbingan😊
Bisa ngasih kritik dan saran😇 Makasih juga udah ada yang mau baca, jangan bosen-bosen😉
Happy Reading🙆
_
___________________________________
1
jam...
2 jam...
3 jam...
Luna menunggu di depan apartement Lee. Bahkan ia sesekali menggerutu kecil memaki kekasihnya itu.
"Baiklah.. Aku pulang saja," ucap Luna pasrah dan mulai berjalan pergi keluar dari gedung apartement itu.
Drrttt.. Drrttt..
_from : Mr.Handsome
Chagi-ya eodiseo-yo (ada dimana) ? Bisakah kau ke apartementku sekarang? Naega bogoshippeo (aku merindukan-mu)😘
_to : Love🙆_
"Ck!! Menyusahkan saja!" kesal Luna dengan menghentak-hentakan kakinya.
*apartement Lee*
"Hey! Ada apa dengan wajahmu?" tanya Lee.
"Aku tak apa," ucap Luna sambil menyandarkan punggungnya di sofa empuk milik Lee.
"Kau terlihat lelah, apa kau sakit?" tanya Lee khawatir yang hanya mendapat gelengan dari Luna.
Lee mendekat ke arah Luna dan kini ia duduk bersampingan dengan gadisnya itu. Lee meletakan telapak tangannya di dahi Luna.
"Normal, tak ada— Aww!!" teriak Lee yang mendapat jitakan gratis dari Luna.
"Aku memang normal! Apa kau ingin aku menjadi gila?!" bentak Luna kesal.
"Aku yang akan menjadi gila, karena pukulanmu yang sangat keras itu," rengek Lee masih sambil mengusap kepalanya yang sakit.
"Mianhae, jeongmal mianhae (maaf sungguh maaf), " sesal Luna sambil membantu mengusap kepala Lee. Lee menatap Luna cukup lama, Luna yang merasa di tatap langsung memalingkan wajahnya karena malu. Lee meraih dagu Luna untuk menghadap ke arah nya, tapi Luna masih saja menunduk malu dan tak berani menatap wajah tampan Lee.
" Tatap aku," pinta Lee. Dengan ragu Luna mendongkak ke atas untuk menatap wajah kekasihnya itu.
"Boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Lee dan di balas anggukan pelan dari Luna.
"Tapi kau harus menjawabnya dengan jujur, arraseo (mengerti)?" tanya Lee lagi dan di balas oleh anggukan Luna.
"Jika aku sebenarnya bukan manusia, Mm.. maksudku aku bukan berasal dari dunia manusia, apa kau akan tetap mencintaiku?" tanya Lee yang mulai serius.
"Apa maksudmu?" tanya Luna tak mengerti.
"Jawab saja, apa kau akan tetap mencintaiku walau aku bukan berasal dari dunia manusia? Apa kau akan tetap bersamaku jika kau tau aku selalu menyerap sisa hidup manusia dengan hanya menciumnya saja? Dan apa kau siap menjadi Ratuku dan hidup bersamaku di Dunia Elemen dan di Kerajaan Fire? Jawab aku Luna," tanya Lee bertubi-tubi.
Luna sempat terhenyak mendengar penuturan dari kekasihnya itu, tapi fikiran dan hatinya seakan telah tersihir oleh iris coklat yang sedang mentapnya.
"Aku tak mengerti itu semua. Tapi aku akan selalu mencintaimu dan selalu ada untukmu," jawab Luna yakin.
"Kalau begitu, kau harus siap melihat aku yang sebenarnya. Mari ikut aku," Luna menuruti apa yang Lee perintahkan.
Dan....
Srett!!
Ikutin terus ceritanya yaaahhhh🙆🙆🙆
KAMU SEDANG MEMBACA
The King Element And I #Wattys2017
Fantasy(SEDANG DI REVISI) Aku wanita biasa, manusia biasa dan tak pernah membayangkan jika aku akan menjadi Ratu dari Dunia Fantasy. Yang kupikir, Dunia Fantasy itu tak ada dan tak pernah ada. Tapi sekarang aku sendiri berada dalam Dunia Fantasy itu.
