POV Eun-ji
"Aku membencimu, Luna!" makiku pada gadis manusia bodoh itu. Tanganku mengepal kuat, gigiku bergemeretuk, dan tatapanku menajam.
"Aku benci padamu! Sangat-sangat benci!" makiku lagi. Saat melihat Lee, pria yang sangat kucintai sedang membelai mesra rambut si gadis brengsek itu. Tapi aku hanya bisa menatap mereka dari kejauhan, dengan ditemani sumpah serapahku pada wanita itu.
Hah.. Bahkan aku sangat jijik untuk menyebut namanya saja. Ingin sekali aku berteriak, "Hey! Wanita jalang! Lee itu milikku! Hanya milikku!" tapi kata-kata itu seakan tertahan di kerongkonganku.
Ya! Apa-apaan si jalang itu bergelayut manja pada Lee ku?! Menjijikan! Murahan! Kesalku dalam hati .
_O_
"Eun-ji, bisakah kau mengambilkan aku air minum?" teriak gadis bodoh itu.
"Suaranya saja seperti ribuan nyamuk yang bergerinyit di telingaku," lagi-lagi kalimat itu tertahan dan aku hanya menyembunyikannya di dalam anggukan serta senyum palsuku. Aku pergi dari pemandangan yang sedari tadi membuat wajahku merah padam menahan amarah.
"Pelayan Seo? Bisakah kau menyiapkan minuman untuk si ja— Ah! Maksudku permaisuri Luna?" hampir saja. Aku menggigit bibir bawahku.
"Baiklah, Nona Park. Saya akan menyiapkannya," ucap wanita paruh baya itu yang kemudian melesat pergi.
Tak berapa lama pelayan Seo datang dan membawa dua buah cawan dengan nampan yang kuyakin cawan itu berisi minuman.
"Ini nona," ucap pelayan Seo sambil menyodorkan nampan itu padaku. Aku mengernyit bingung.
"Rasa-rasaku.. tadi aku hanya memesan satu minuman,"
"Satu lagi?" tanyaku mengangkat alisku tinggi.
"Ah yang satunya lagi untuk Tuan, Nona." jelasnya tersenyum lembut padaku. Aku mengangguk mengerti lalu mengambil nampan yang terbuat dari emas itu.
"Oh ne! Ghamsahamnida," ucapku sedikit membungkuk.
_O_
Aku berjalan sembari sesekali menatap sebal kedua cawan itu. Ingin sekali rasanya aku memasukan racun ke dalam salah satu cawan itu.
"Racun?! Ah, ya! Racun! Aku akan memberikan sedikit racun mematikan pada cawan gadis jalang itu! Dengan begitu aku bisa memiliki Lee dan menjadi ratu dari kerajaan ini. Hah... Kau sangat jenius Eun-ji," senyumku licik.
"Tapi bagaimana jika Lee tau bahwa akulah yang telah memasukan racun itu? Ahhh.. Tidak-tidak! Itu sangat berbahaya. Huft.. Biarlah gadis itu bersenang-senang terlebih dahulu. Dan pada waktu yang tepat, kau akan memberitahukannya rahasia yang bisa membuatnya mati perlahan." fikirku dengan seringaian maut(?)
Ily😇
Maafyahhh kalo singkat😢
Kan yang penting "singkat,padat,dan tidak jelas _-"
KAMU SEDANG MEMBACA
The King Element And I #Wattys2017
Fantasi(SEDANG DI REVISI) Aku wanita biasa, manusia biasa dan tak pernah membayangkan jika aku akan menjadi Ratu dari Dunia Fantasy. Yang kupikir, Dunia Fantasy itu tak ada dan tak pernah ada. Tapi sekarang aku sendiri berada dalam Dunia Fantasy itu.
