Teman Baru (2)

6.4K 377 11
                                        

Yaampun author seneng banget ternyata masih ada juga yang mau baca nih cerita😂!! Makasihhh yahhh😊saranghae🙆❤❤❤💋

Happy Reading!!!!

Hembusan angin menerpa wajah cantik yang kini tengah berada di sisi kolam dengan senyum manis yang keluar dari bibir merah jambunya itu.

"Apa Ratu sangat senang hari ini?" tanya Eun-ji gadis yang seumuran dengan Luna. Eun-ji merupakan teman baru yang Lee janjikan pada Luna beberapa waktu lalu.

Luna menatap balik teman barunya itu, "Apa aku terlihat seperti itu Eun-ji?" tanya Luna.

"Hamba rasa iya," jawab Eun-ji lembut.

"Huh! Sudah kukatakan jangan merendah seperti itu," imbuh Luna kesal.

"Ah! Maaf Ratu. Tapi anda kan seorang Ratu di sini jadi hamba harus selalu merendah dihadapan anda," jelas Eun-ji dengan wajah menunduk. Luna meraih lengan sahabatnya itu.

"Baiklah. Tapi jujur saja kau terlihat sangat kaku jika seperti itu dan kita kan teman. Jadi menurutku, kau bisa memanggilku dengan sebutan Luna." tutur Luna pelan.

"Mm.. Baiklah Ra- Ah! Maksudku Luna," ucap Eun-ji terbata-bata. Luna tersenyum senang mendengar hal itu.

"Eun-ji?" tanya Luna namun ia mengalihkan pandangannya ke kolam yang beberapa menit lalu ia abaikan.

"Saya, Luna." jawab Eun-ji.

"Boleh aku bertanya sesuatu?" tanya Luna yang mulai serius. Eun-ji menatap Luna bingung namun ia mencoba bersikap biasa saja.

"Te..tentu," jawab Eun-ji. Perasaannya mulai tak enak. Gadis itu berdehem kecil agar menetralkan suasana yang hening itu. Luna tersenyum melihat tingkah Eun-ji yang sedikit gugup.

"Tak usah canggung seperti itu. Aku hanya ingin menanyakan hal yang menyangkut perasaanmu saja," Eun-ji mengerutkan keningnya, ia semakin tak mengerti.

Luna yang sedari tadi tidak mendengar jawaban dari Eun-ji langsung menatap gadis itu dengan senyum samar.

"Eun-ji," panggiil Luna. Eun-ji meremas hanfu nya semakin kuat.

"Apa kau memiliki kekasih?" tanya Luna spontan yang langsung mendapat bulatan mata sipit dari Eun-ji.

"Ah maaf, aku tidak bermaksud menyinggungmu. Tapi aku pernah mendengar kisah percintaanmu dari kepala pelayan Seo," jelas Luna.

"Lagian kau kan sangat cantik. Mm.. pasti banyak pemuda tampan yang mengejar-ngejarmu, benarkan?" tanya Luna hati-hati.

Eun-ji membuang muka kearah samping sambil sesekali mengatur deru nafasnya yang menggebu. Luna mengerutkan keningnya heran.

"Apa Eun-ji marah padaku?" tanya Luna dalam hati.

"Oh, itu ya? Mm.. sebenarnya.. saya masih mengunci hati saya pada masa lalu," jawab Eun-ji menerawang.

"Masa lalu?" ulang Luna.

"Benar, Luna. Lelaki itu.. saya masih memikirkannya," senyum Eun-ji.

"Apa kalian masih sering bertemu?" tanya Luna lagi. Eun-ji menggeleng. Seketika itu juga wajahnya muram.

"Bertemu? Kurasa sering. Namun sayang pria itu sudah memiliki istri," jelas Eun-ji dengan wajah yang di tekuk.

"Apa kalian saling mencintai?" tanya Luna. Ia merasa iba dengan kisah percintaan sahabatnya itu.

"Yah.. kami saling mencintai. Tapi karena peraturan kerajaan, saya dan pria itu tak bisa bersama." jawab Eun-ji pelan.

"Kerajaan? Hey! Apa cinta pertamamu adalah seorang raja?" selidik Luna. Eun-ji mengangguk.

"Dulu kami sering menghabiskan waktu berdua dengan berjalan-jalan di hutan. Ia membantuku mencari kayu bakar. Tapi waktu itu hubungan kami telah diketahui oleh para petinggi kerajaan hingga terdengar ke telinga ayahandanya hingga kami di paksa untuk berpisah. Dan mulai saat itu.. Kami tak pernah lagi bertemu." Eun-ji memberi jeda sebentar.

"Setelah beberapa tahun lamanya kami di pertemukan lagi. Hmm.. Tapi mungkin takdir tidak sedang memihak kepadaku," Eun-ji tersenyum getir mengingat hal itu. Luna menatap miris sahabat barunya itu.

"Kalian sudah lama tak bertemu dan setelah bertahun-tahun lamanya kalian di pertemukan lagi? Apa itu namanya bukan jodoh?" Luna tersenyum simpul. Eun-ji menatap Luna tak percaya.

"Aku tau, merusak hubungan seseorang itu tidak baik. Tapi aku akan membantumu untuk bisa kembali bersamanya," ucap Luna lembut dan beranjak berdiri mensejajarkan tubuhnya dengan Eun-ji. Eun-ji menatap Luna ragu.

"Aku berjanji, Park Eun-ji.." ucap Luna tersenyum lembut.


"Kau yakin, Luna?" tanya Eun-ji masih tidak percaya. Luna mengangguk lalu meraih lengan Eun-ji dan menggenggamnya dengan kuat.

"Yah.. aku yakin. Tapi.. Ngomong-ngomong, siapa nama raja itu?" tanya Luna .

"Dia..."

"Ah! Lee?!"

Deg! Eun-ji menelan saliva nya dengan susah payah. Bagaimana bisa Luna...

"Kemarilah," teriak Luna yang melihat keberadaan Lee tidak terlalu jauh dari mereka. Eun-ji membalikan tubuhnya menghadap ke arah Lee juga.

"Hah.. Kukira wanita ini sudah tau," ujar Eun-ji dalam hati sambil menunduk hormat ke arah Lee.


Lee mendelik Eun-ji datar. Lee menghampiri Luna dan langsung melesatkan tangan kekarnya untuk melingkar di pinggang langsing gadisnya.

"Lee! Ah apa yang kau lakukan?" pekik Luna pada Lee yang hanya menyunggingkan senyuman mautnya itu.

"Memelukmu," jawab Lee santai di barengi dengan kecupan singkat di pipi Luna. Luna menyenggol pelan dada bidang rajanya itu.

"Kau membuatku malu, dan apa kau tak lihat di sini ada Eun-ji?" bisik Luna pelan di telinga kekasinya itu dan membuat Lee merinding.


Eun-ji hanya menunduk, mengepalkan tangannya kuat-kuat tanpa sepengetahuan Luna. Menahan gejolak di dadanya yang terasa sesak. Ingin rasanya ia meledak saat itu juga.

"Mm.. Luna sebaiknya aku pergi. Aku permisi," ucap Eun-ji yang langsung berlalu pergi.

"Luna?" tanya Lee yang heran mengapa Eun-ji tidak menyebut Luna dengan embel-embel ratu.

"Oh itu.. Aku yang menyuruhnya. Tak apa kan?" tanya Luna menatap Lee. Lee hanya menanggapinya dengan senyum paksa.

"Apa dia mengatakan sesuatu pada Luna?"

Tambahan pict.

Park Eun-ji

Maaf yahh??update nya lamaa😳😳Aku nya sibuk*cha ilahhh!!* banyak tugas dari sekolah 😷Kalo ada typo?dilestariin aja😂😂Bye!!!✋

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Maaf yahh??update nya lamaa😳😳
Aku nya sibuk*cha ilahhh!!* banyak tugas dari sekolah 😷
Kalo ada typo?dilestariin aja😂😂
Bye!!!✋

The King Element And I #Wattys2017Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang