"Kadang kejujuran saja tidak cukup mempertahankan cinta, karena cinta juga butuh kesabaran untuk menghadapi cinta itu"
Author pov.
Alunan musik terdengar di telinga Ian. Ia memainkan bolpennya diatas bukunya. Ian sedang memikirkan berbagai rumus untuk mengerjakan soal yang di beri oleh gurunya.
Pintu terbuka perlahan. Yang awalnya kamar sedikit gelap menjadi terang karena cahaya dari luar pintu masuk kedalam. Saat Ian menoleh ia mendapati pria tua,terdapat banyak kerutan di wajahnya
"ngapain le?" ucap pria itu dengan logat jawanya.
"ian belajar pa" ya. itu papa ian. Ian berdiri dan langsung duduk di sebelah papanya.
Papanya menepuk-nepuk bahu ian yang dilapisi kaos berwarna coklat terlihat longgar di badannya.
"tumben pulang cepet?" ian menoleh kearah papanya.
"papa ini sudah tua le, bulan depan sudah pensiun. papa mau banyak istirahat di rumah" Jelas papanya yang hanya di balas anggukan oleh Ian.
Pria tua itu berdiri membelakangi putranya yang sudah ia rawat selama 17 tahun lebih. Pria tua itu melihat lihat pekerjaan anaknya di meja belajar.
"le kamu kerja di perusahaan kakek mau? lagian nilai kamu kan cukup memadai. Sekalian nemenin papa di sana." jelas ucapan itu membuat ian kaget, karena pertama, ia baru 17 tahun. Yang kedua, ia baru 4 bulan berada di Bandung. Ketiga, Kanaya dan temannya?
Ian menggeleng dengan cepat. Ia tak mungkin bisa melakukan dengan mudah.
"yaudah, ndak papa,kamu pikirkan dulu baru kalo wes srek kita bicarakan sama ibumu juga itulo" logat jawa pria itu kembali terdengar. Langsung Papa ian keluar dari kamar ian, dan kamar itu kembali redup.
Ian memikirkan berulang ulang apa yang dikatakan papanya. Jika ia menerimanya , masa depannya akan lebih bisa di pertimbangkam daripada ia menerima nanti. Jika ia menolaknya bagaimana dengan yang ia sudah jalani selama ini?
Ian meminta mengambil handphone nya dan mulai menghubungi kekasihnya,Kanaya.
calling Kanaya❤..
"hai aya!!!!!"
"......"
"sorry sorry aku terlalu excited tadi sayang."
"........"
"ini aku lagi belajar, belajar sabar"
"........."
"kanaya." ian mulai gugup.
"......."
"aku habis kentut kamu denger nggak?"
"......"
"hahahahahhahaha"
"......."
"yaudah good night love you."
"......."
"nggak,nggak jadi"
telfon itu mati yang di akhiri dengan kanaya. Ian yang awalnya menampakan senyumnya, menjadi datar dan menatapi layar ponselnya. Ia tidak berani bilang ke pacarnya. padahal, tujuan utama ia menelfon kanaya adalah untuk meminta pendapat.
.
.
"love you too"
pet.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aya!Stop Make Me..
Teen FictionBukan tentang cowok nakal yang cuek dan gapernah mainin cewek. Fabian mempunyai kehidupan yang biasa-biasa saja. Hingga ia bertemu seorang cewek bernama Kanaya pada hari pertama ia pindah sekolah. Kisah cinta mereka berawal manis namun, apakah kisah...
