Hari ini adalah hari sabtu pertama (Namakamu) dan keluarga berada di Jakarta. Mereka memutuskan untuk pergi ke monas dan menikmati suasana kota Jakarta dari atasnya.
Sekarang mereka sedang berada di taman dekat dengan monas, sambil menikmati kerak telor dan segelas teh hangat. Diselangi dengan canda tawa, membuat keluarga ini terlihat semakin harmonis.
"Apaan? Ihh ngga bunda. Fathra tuh temen doang, emang bercandaanmya aja bawa - bawa masa depan," (Namakamu) membantah kata - kata bundanya yang menuduh ia pacaran dengan Fathra.
Ingat chat (Namakamu) dengan Fathra tempo hari? (Namakamu) bilang bahwa Fathra adalah calon ayah dari anak-anaknya. Dan parahnya, bunda Aisy membaca chat itu.
"Lagian bunda ishh. Jasuke deh" (Namakamu) mengerucutkan bibirnya lalu bersidekap dada.
"Jasuke?"
"Iya jasuke, jangan suka kepo" (Namakamu) memeletkan lidahnya, membuat semuanya tertawa.
"Hahaha. Ehh bun, kan anak kita itu maunya sama yang depan rumah kita itu loh? Anak boyband sijiar." ledek ayah Andrean sambil menaik tur'nkan alisnya.
Pipi (Namakamu) semakin bersemu merah. Ia menundukkan kepalanya agar pipinya yang memerah tak terlihat.
"Ciee teteh sama aa Ibaal" ucap Al sambil menoel - noel pipi chubby kaka perempuannya itu.
"Lagian bunda sama ayah, niat banget sih buat bikin anaknya bahagia. Dipindah sekolah ke GIS lah, rumah jadi di pondok kopi lah, depan rumah calon suami lagi. Ehh" (Namakamu) langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya, sesekali ia menepuk pelan bibir tipisnya.
Ayah Andrean dan bunda Aisy semakin gencar menggoda (Namakamu). Mereka menertawakan (Namakamu) yang mukanya semakin memerah akibat perkataannya sendiri.
Girls you know i want your love
Your love was handmade for somebody like me
Common now follow my lead
I may be crazy dont mind me..
Semuanya mendadak menghentikan tawanya saat mendengar lantunan lagu shape of you dari Ed Sheeran. Satu panggilan telpon masuk ke hp (Namakamu), membuat sang empu segera mengangkatnya.
"Hallo assalamualaikum"
'Waalaikumsalam. Kemana aja cantik? Lama banget ngangkat telponnya'
"Maaf ya Ri, tadi lagi ngumpul sama keluarga sampe gak kedenger kalau hape ngegeter"
'Yah, maaf deh kalau aku ganggu family time kamu'
"Geli gue denger lo ngomong pake aku kamu. By the way , ada apa Ri?"
'Nanti malem, malmingan bareng gue yuk (Nam)?'
"Ga janji ya Ri, takut ga diizinin soalnya. Emang mau kemana?"
'Soal izin, biar gue yang atur (Nam). Kaga tau, yang pasti gue cuma mau berduaan sama lo"
"Babi lo! Receh banget tau ga? Sono lu, gue mau gabung sama keluarga lagi. Babay Mr. Nurrahman Assalamualaikum"
'Jahat ya lo? Cogan disebut babi. Yaudah iyaa, babay juga Mrs. Nurrahman. Waalaikumsalam'
Bip.
Telepon terputus, namun pipi (Namakamu) masih terasa hangat karena kata-kata Ari. Ia memegang kedua pipinya. Secara otomatis, sudut bibirnya terangkat menyunggingkan senyum manisnya.
"Cieee Mrs. Nurrahman ciee" ucap bunda Aisy dan ayah Andrean bersamaan, sontak (Namakamu) menolehkan kepalanya ke asal suara.
"Ayah sama bunda jail banget deh, temen ini tuh temen. Temen satu bangkunya (Namakamu), itu loh anak yang satu bangku sama (Namakamu)," bunda Aisy mengetuk-ngetukkan jarinya ke pelipis, mengingat-ingat siapa anak yang duduk bersama dengan (Namakamu). Setelah mendapat jawabannya, bunda Aisy mengangguk pasti.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dream Come True
Fanfiction#63 high school love story 13.07.18 #601 fiksi penggemar 21.07.18 #27 high school love story 22.07.18 #21 high school love story 22.11.18 #19 high school love story 11.01.19 Seperti fans lainnya, (Namakamu) ingin bersekolah di sekolah yang sama deng...
