#63 high school love story 13.07.18
#601 fiksi penggemar 21.07.18
#27 high school love story 22.07.18
#21 high school love story 22.11.18
#19 high school love story 11.01.19
Seperti fans lainnya, (Namakamu) ingin bersekolah di sekolah yang sama deng...
Setelah bunda bilang kalau dia ga izinin gue pacaran sama (Namakamu), gue ga ngomong apa-apa lagi. Bener-bener langsung diem sambil menelaah wajah bunda, siapa tau bercanda kan? Tapi naasnya, itu ga terjadi! Ekspresi bunda serius kayak ngadepin pacarnya teteh waktu minta izin buat nikah.
Karena gue ga mau jadi anak yang durhaka dengan marah-marah ke bunda, gue memutuskan untuk pergi ke kamar dan menenangkan diri gue di sana. Gue menatap sekeliling, memikirkan hal apa yang bakal gue lakuin.
Dan mata elang gue menangkap pintu putih di pinggir lemari. Yap! Kamar mandi. Gue bakalan mandi, terus ganti baju dan ga tau lagi. Gue langsung ngambil handuk yang lagi dijemur di balkon dan otewe ke kamar mandi.
Setelah 15 menit gue mencari inspirasi di dalam kamar mandi, gue keluar dengan handuk yang melilit di sebatas pinggang sampai ke lutut. Gue jadi ngebayangin habis resepsi pernikahan, gue mandi terus keluar ada istri gue yang nunggu. Teruuuuuusss, hayolohh pada mikir apa?
Gue memakai kaos belang-belang putih-hitam dan celana hitam panjang. Gue ambil sisir yang ada di atas nakas, dan mulai menyisir rambut gue sambil menatap ke arah kaca dan mensyukuri kegantengan gue.
Gue mendekat ke arah kaca, kembali menyisir rambut gue dengan jari-jari gue yang berotot.
"Kenapa sih gue ganteng banget? Ck!" Gue tersenyum miring dan beberapa kali berpose layaknya artist endorse yang followersnya baru 13k.
Gue ambil topi dan hp gue. Mulai dengan membuka lockscreen lalu mencari aplikasi kamera. Gue ubah menjadi kamera depan, layar hp gue berubah jadi penuh dengan muka gue yang tampannya tiada tanding. Gue mulai menyentuh tombol untuk mengambil foto gue yang ganteng maksimal.
"Subhanallah Iqbaal, pantesan lu jadi artis, followers 4, 1M, orang ganteng banget kayak gini." Gue menggeleng-gelengkan kepala sambil terus menggerus layar hp gue buat nyari foto terbaik dari sekian foto yang udah gue ambil tadi.
Gue mulai hapusin foto yang emang keliatannya kurang bagus. Gue jadi berasa anak perawan yang baru belajar dandan dari yutup. Setelah menemukan 3 foto terbaik, gue memutuskan buat upload ke instagram dan bikin feed dengan foto yang gue edit jadi efek b&w. Salah satunya foto ini 👇 *yang lain gabisa ke upload dikarenakan kuota yang minimalis😂
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah selesai meng-upload gue langsung keluar dari aplikasi Instagram, mematikan data selular sekaligus hpnya. Ohiya, gue matiin kolom komentar di foto tadi, soalnya lagi males baca. Hehe.
Gue merebahkan tubuh jangkung gue ke kasur. Menatap langit-langit kamar gue yang berwarna putih bersih dan mulai memikirkan apa yang bakalan gue lakukan.
Gue mencoba buat memejamkan mata gue, niatnya mau bogan, tapi bayangan (Namakamu) lagi nangis tiba-tiba muncul dibenak gue. Gue jadi inget kalau tadi gue udah ada niatan buat nyamperin (Namakamu) ke rumahnya.