#63 high school love story 13.07.18
#601 fiksi penggemar 21.07.18
#27 high school love story 22.07.18
#21 high school love story 22.11.18
#19 high school love story 11.01.19
Seperti fans lainnya, (Namakamu) ingin bersekolah di sekolah yang sama deng...
Gue ga nyangka, ko bisa si (Namakamu) kepincut sama cowo setengah zombie kaya Ari. Ga paham dah gue kenapa mereka bisa jadian.
Setelah gue pamit pulang, gue ga bener-bener pulang. Tapi gue jalan tanpa arah tujuan. Beneran ga tau harus kemana, yang pasti gue pengen rasa ga ikhlas gue ilang.
Dan akhirnya gue memutuskan untuk ke rumah Aldi. Dasar jomblo, dia ada di rumah dan baru bangun tidur 15 menit setelah gue nyampe rumahnya.
"Tumben lo kesini? Nyari makanan?" Aldi baru keluar kamar mandi, tadi dia izin mandi dulu katanya bau iler.
"Gue ga suka sama dia, tapi ga ikhlas dia sama yang lain." Aldi keliatan cengo saat gue ngomong kaya gitu, pasti aneh sih. Karena jarang-jarang seorang Iqbaal Dhiafakhri galau kaya gini.
"Siapa? Ko bisa? Emang dia dimilikin siapa?"
"Dimilikin Ari, Di."
"Ari? Lagi?"
"Iya, kaga ngerti gue. Punya apa sih dia sampai-sampai banyak cewek yang nyantol. Ceweknya siapa sih?"
Gue mainin hp gue, buka galeri dan cari sesuatu di sana. Setelah gue dapet, gue tunjukin sesuatu yang ada di layar hp gue ke Aldi.
"Ini Di."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Yap! Itu foto (Namakamu) yang gue curi dari Instagramnya.
"Pantesan seorang Iqbaal sampe galau begini, bening bener bro."
"Awalnya gue ngerasa punya banyak harapan Di. Dia kan COmate, sonIQ pula, setidaknya secara tidak langsung dia udah cinta gue kan? Dan gue salah, gue keduluan sama si kecebong anyut."
"Tikung aja bro, kalau lo ngerasa lo lebih baik dari dia, kenapa ngga?" Aldi ngomong kayak gitu pake ekspresi PD. Bener ya, temen yang jomblo lebih banyak kata-kata mutiaranya.
"Gue biarin dia bahagia aja dulu lah, kalau dia galau gue pepet dah."
"Strategi yang cantik Baal." Aldi nepuk-nepuk pundak gue pertanda bangga sama gue. Gue cuma bikin alis sambil menyandarkan badan gue ke sofa.
_______________________________________
Author POV On
(Namakamu) baru turun dari mobil ayahnya, dia celingukan nyari manusia yang sekiranya kenal sama dia. Lebih tepatnya yang dia kenal, karena sekarang dia udah terkenal di sekolah gara-gara pacaran sama Ari.
Dan kebetulan, (Namakamu) liat Shireen yang baru aja markirin motornya di tempat parkir. Karena inget janji dia sama Ari, (Namakamu)pun memutuskan untuk meneriaki Shireen.
"Shireen woiii, Shireen woi!" Shireen akhirnya noleh.
"Kenapa lo? Pagi-pagi udah berisik, kayak orang utan di ragunan." Shireen nge gas teman-teman.
"Sabtu ada acara kaga?" Shireen memutar bola matanya menjadi menghadap atas, seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Kaga ada kayanya, kenapa?"
"Ikut gue sama pacar gue terus temennya pacar gue yuk!" (Namakamu) belibet emang ngomongnya.
"Riya lo, mentang-mentang udah punya cowo ya. Emang ntar mau ngapain?"
"Bangga gue punya pacar diantara temen-temen gue yang jomblo semisal lo Reen. Katanya sih mau nonton."
"Anjir ya lo, ya udah gue ikut deh. Ntar kabarin gue aja jam berapa jam berapanya."
"Oke deh, ya udah gue ke kelas yaa Reen. Dadah." (Namakamu) jalan ngeduluin Shireen. Ralat, (Namakamu) ga jalan tapi loncat-loncat kayak kutu.
"Kenapa kaga bareng aja sih kan searah?" Shireen masih natap (Namakamu) yang loncat-loncat dari tadi sampai akhirnya dia nabrak tong sampah.
"Ogeb emang tu anak." Shireen menggelengkan kepalanya lalu pergi menuju kelasnya.
Tuk tuk tuk
"Em, Reen!" Shireen nengok karena merasa ada yang manggil dia sampe nepuk bahu gitu.
"Eh, Ari? Cowonya (Namakamu) ya?" Ari cuma ngangguk membenarkan perkataan Shireen.
"(Namakamu) udah bilang sama lo kalau nanti kita bakalan nonton?" Shireen mengernyitkan dahinya, bingung sama kata-kata Ari yang seolah-olah bikin hari sabtu nanti khusus buat Shireen dan Ari.
"Emm Iya (Namakamu) udah ngomong ko sama gue."
"Lo ikut kan Reen?" Shireen ngangguk sambil senyum, Ari ikut senyum liat Shireen yang senyum.