37

2.6K 109 3
                                        

Kenzo's pov

Pesan dari Vano buat gue bingung. Sebenarnya sih gue harap itu notif dari Franda. Setelah malam itu, Franda gak bales Line gue lagi. Kemarin seharian gue hubungin dia, tapi nihil. Gak ada balasan. Mumpung Chloe lagi sibuk di rumahnya sama ortunya jadi gue bebas. Sampai besoknya yaitu hari ini, Franda belum merespon Line gue.
Gue keinget lagi pesan dari Vano.

Ke cafe lo sekarang. Kami tunggu lo. Kami mau ngomong.

Biasanya juga say Hi dulu. Ah bodolah.
Sekarang gue melajukan mobil ke arah cafe gue. Gue agak penasaran sih.
Sampai di sana, gue langsung samperin mereka, Vano-Raina, Berlian-Rangga, Dira-Alvaro. Tapi mereka memajang wajah gak bersahabat.

"Kalian kenapa sih?" tanya gue makin bingung.

"Duduk lo," kata Vano sinis. Gue menurut. Gue akhirnya duduk.

"Ini ada apa sih? Salah gue apa? Franda mana?"

"Kita punya kado buat lo," kata Berlian. Dira memberikan paper bag ke gue.

"Ini apa?"

"Dari Franda?"

"Hah? Franda mana?"

"Dia udah pergi. Jauh. Karena lo,"

"Hah? Tunggu deh, kalian bercanda kan? Tapi ulang tahun gue masih lama,"

"Kami gak main-main, Ken. Dia udah pergi,"

"Bohong," kata gue dan mencari kontak Franda di HP gue dan menelponnya

"Percum, kak. Kak Franda gak bawa HP nya. Dia pake HP baru,"

"Dia kemana?"

"Kami juga gak tau. Tapi jauh. Lo gak usah cari dia buat sakitin dia lagi. Lagian dia pergi untuk sembuh. Jangan ganggu sahabat gue lagi," kata Raina. Bahkan gak pake embel 'kak'

"Heh! Jangan sembarangan, lo gak tau apa-apa. Gue gak pernah nyakitin dia!"

"Emang kak Kenzo jalan sama cewek yang KATANYA sahabat kak Kenzo itu pernah mikirin perasaan kak Franda? Bukannya mantan yah?" kata Dira penuh emosi.

"Gue kecewa sama lo!" kata Berlian lagi.

"Okay, dia emang mantan gue, tapi sekarang dia cuma sahabat gue, gak lebih,"

"Gak lebih ya kak? Dengan adegan cium itu namanya gak lebih?"

Deg

"Kenzoooo.. Kamu di sini? Papa aku nyariin kamu, ke rumahku yuk," suara cempreng terdengar dari pintu masuk, cewek itu langsung menghampiri gue.

"Tuh, ularnya udah dateng. Cabut yuk," kata Berlian dan mereka bangkit dari duduknya dan pergi ninggalin gue dan Chloe.

"Kenzo? Mereka kenapa?" tanya Chloe. Gue gak menjawab dan memberikan tatapan tajam ke Chloe. Mungkin dia gak salah, tapi gue yang salah. Tapi tetap aja ini karena dia. Gue langsung ninggalin gue dan pulang ke rumah.
Sampai di rumah, gue langsung ke kamar dan berbaring setelah meletakkan paper bag dari Franda di atas meja.
Karena penasaran, akhirnya gue membuka paper bag itu. Ternyata di dalamnya terdapat kotak berwarna merah. Gue buka ternyata isinya ada flasdisk, secarik kertas, dan... Kalung itu..
Di flashdisk itu ada note.

Ini video dari aku buat my beloved Kenzo.

Video?
Tanpa berpikir panjang, gue langsung mencolok flashdisk nya di tv dan memutar videonya.
Piano?
Franda bernyanyi sambil bermain piano. Dia bernyanyi sambil meneteskan air mata. Tapi sejak kapan dia bisa main piano?
Betapa sedihnya gue saat melihat video itu.
Setelah videonya habis, gue baca suratnya.

Queen of My Heart [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang