nineteen ; dimana

3.3K 710 160
                                    

"Win! Liat Jaehyun nggak?!" seru Tasya seraya berlari tergesa-gesa kearah Winwin yang baru aja mau masuk ke dalam perpus. Cowok itu pun menghentikan langkahnya saat dia mendengar teriakan cewek itu, dengan sigap ia berjalan cepat kearah Tasya dan memeluk cewek itu erat.

Tasya sedikit menarik diri dari pelukan Winwin, karena ini di kampus dan lagi bulan puasa. Nggak enak kalo misalnya ada dosen yang liat. Dikira berbuat maksiat dan tidak bisa menahan napsu nantinya.

"Apaan sih kok tiba-tiba meluk gue?"

Winwin nggak menjawab pertanyaan Tasya sebelum akhirnya dia ngelepasin pelukannya. Mata cewek itu masih berusaha untuk nyari-nyari manik mata cowok di depannya ini—sekalian mencari jawaban.

"Win, ih! Mana Jaehyun?" tanya Tasya sekali lagi dan sekarang cewek itu udah setengah teriak depan dia, nggak peduli dengan banyaknya orang yang sekarang mulai ngeliatin mereka berdua.

Cowok di depan Tasya menggaruk pelan tengkuknya, "Dia... nggak masuk hari ini. Katanya nggak enak badan."

Jawaban dia bikin Tasya nggak bergeming, untuk sesaat cewek itu merasa ingin nanya Jaehyun sakit apa dan apa perlu dibawain makanan tetapi di satu sisi Tasya juga tiba-tiba merasa nggak harus melakukan itu.

"Oh... yaudah, deh, Win! By the way, lo kelas kan?"

Tasya kembali memasang wajah cerah walaupun isi hati dan pikirannya sebenarnya lagi keruh-keruhnya. Tetapi yang masih dia bingungin, Winwin hari ini kaya nggak banyak bicara. Dia juga keliatan agak ketakutan—atau khawatir?—saat melihat Tasya.

"Gue... cabut deh, kayanya?" sahut Winwin setengah ragu. Dan Tasya bisa mendengar keraguannya.

"Yah, gue sendirian dong?"

"Sorry, Sya."

Air muka cewek itu sekarang berubah seperti sedang berpikir. Dia menundukkan kepalanya untuk mencerna seluruh kejadian-kejadian yang terjadi padanya sejak kemarin malam.

Dan ketika ia mendongakkan kepalanya, nggak ada siapapun di depannya.

"Lah, cepet amat itu bocah ilangnya." ujar Tasya tanpa berpikir apa-apa lagi. Cewek itu hanya mengangkat bahunya singkat sebelum kemudian ia berbalik kearah gedung fakultasnya.

-----------------

Tasya: Je, sakit?
13:45

Tasya: Je, mau dibawain makanan gaaa
13:47

Tasya: Eh lagi puasa kan ya
13:47

Tasya: eH TAPI KAN LO SAKIT
13:47

Tasya: Jadi mau makan apa
13:47

Tasya: Je bales
14:12

Tasya: Woi
14:12

Tasya: Jung Jaehyun
16:52

Tasya: p
16:52

Tasya: Goddamit, where are you?
20:38

Tasya uring-uringan selama di meja makan. Walaupun jam udah menunjukkan angka 9 di malam hari, cewek itu masih menikmati semangkuk penuh sereal dan susu cokelatnya sambil menscroll chat LINE-nya dan kakinya diangkat satu ke kursi.

"Ck, ah!" udah kesekian kalinya Tasya mengeluarkan keluhannya, membuat Bunda dan Ayah yang sedang menonton serial di ruang keluarga hanya bisa bertatap-tatapan penuh arti.

"Kak?"

"Ya, Bun?"

"Tadi Jaehyun... kesini."

( I ) BESTFRIEND.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang