Twenty Third

1K 97 10
                                        

Author POV

Hari ini tepat pada tanggal 31 Desember, banyak acara yang di adakan untuk menyambut tahun baru.

Semua orang memiliki harapan yang berbeda untuk di tahun depan. Tapi satu yang pasti, mereka akan menginginkan agar tahun selanjutnya lebih baik dari tahun sebelumnya.

Perlahan suhu juga mulai rendah tapi tidak menyurutkan semangat untuk membuka lembaran baru. Butiran salju juga perlahan jatuh ke bumi. Titik putih itu sangat indah dan seakan membawa harapan baru untuk semua orang.

Di badara Incheon sudah ada seseorang berkacamata hitam lengkap dengan pakaian musim dingin, koper dan juga ransel berukuran sedang.

Sesekali melihat jam tangannya dan melirik ponsel sebuah taxi sudah ada di hadapannya. Meninggalkan bandara dan menuju tempat yang ada di pesan yang ia terima beberapa jam lalu.

Eunseo POV

Seperti biasa aku merapikan perpustakaan, walaupun hari libur aku tetap melakukan kerja paruh waktuku sebagai penjaga perpus.

Malam ini tugasku hanya sampai pukul 6 sore karena tahun baru. Tepat saat meletakkan buku terakhir aku meraih mantel, syal dan juga tas selempangku.

Udara memang dingin tapi terasa hangat untukku. Banyak orang yang berlalu lalang untuk menikmati malam tahun baru.

"Selamat tahun baru" kataku saat bertemu dengan orang yang kukenal dan di balas juga olehnya.

Sudah ada kopi hangat di hadapanku. Melihat waktu di ponsel yang sudah menunjukkan pukul setengah 7. Aku terdiam beberapa detik melihat layar ponsel.

Wallpapper yang sudah bertahun-tahun tidak ku ganti. Masih sama seperti saat SMA, aku tidak sendiri di foto itu. Ada sahabatku yang ceria, manis dan jangan lupa dengan wajahnya yang cantik. Hwang Eunbi.

Gadis itu pasti akan memujiku, mengatakan bahwa aku cantiklah, manis, baik padahal menurutku aku tidak seberapa jika di bandingkan olehnya. Sudah banyak yang Sinb korbankan untukku.

Aku sudah lama tidak berhubungan dengannya karena masalah waktu. Aku harus bekerja dan ku dengar Sinb akan mengisi acara. Sebenarnya aku sangat ingin datang dan melihat penampilannya, tapi aku tidak ingin melewatkan malam tahun baru tanpa keluarga.

Bukan hanya keluargaku tapi juga calon keluargaku. Beberapa undangan sudah ku sebar untuk acara lusa. Tanggal 2 Desember yang akan menjadi hari teristimewa sepanjang hidupku.

Senyumku mengembang melihat siapa yang datang dari arah pintu cafe. Setelah memesan, banyak hal yang kami bagi. Sudah bertahun-tahun aku tidak melihatnya.

"kau sudah bertemu dengannya?" tanyaku, "aku baru saja tiba di Korea"

"kau harus segera menjelaskan semuanya" komenku yang melihat sikap santainya, "ne ne ne, bagaimana besok?"

"sudah beres, kau mau melihat ruangannya? Sangat indah, kau tidak akan percaya. Akan ada banyak bunga dan pasti aku akan terlihat sangat cantik" ucapku meneguk kopi yang masih hangat, "baiklah kita lihat seberapa cantiknya kau di hari H"

"sebaiknya kau pergi menemui Sinb sebelum melihat ruangannya"

"ya, aku berencana melihat penampilannya malam ini. Rapmoon hyung sudah memberiku tiket masuk"

"baiklah cepat pergi, dan hati-hati di jalan.. Jeon Jungkook".

Sinb POV

Aku sudah ada di backstage dengan para mahasiswa yang akan mengisi acara. Jantungku mulai berdebar tak menentu, suara riuh mulai terdengar.

High School Love (SinKook) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang