Eunseo POV
Flashback on
To: Malaikatku
Ne, hati-hati dijalan dan bawakan aku oleh-oleh. Jaga kesehatan disana. Chalcayo, annyeong Jungkook-ah.Setelah mengetik dan pesan terkirim aku mengetik beberapa kata lagi tapi untuk orang yang berbeda.
To: Jackson oppa
Kita harus bertemu besok pagi, ada yang perlu ku bicarakan.Aku lupa bahwa hari ini masih sekolah, karena terbiasa dirumah aku jadi lupa waktu.
Aku mengirimkan alamat sebuah cafe pada Jackson. Aku akan mengatakan apa yang kemarin ku dengar saat di atap. Pembicaraan Sinb dan Wonwoo. Tidak bermaksud menguping tapi aku butuh kejelasan. Dan sudah ku pahami kalau Sinb memang sangat menyukai Jungkook.
Aku belum melihat Wonwoo sejak kemarin, kemana dia? Aku tidak akan membahas masalah pembully-an waktu itu, aku bahkan tidak marah sama sekali.
Wonwoo tega melakukan itu hanya karena menyukaiku? Seseorang yang kuanggap oppa dan sebagai tempat bersandarku ternyata selama ini menaruh perasaan untukku.
.skip.
"annyeong Sinb-yah" pamitku melambaikan tangan, "ne.. Hati-hati".
Sepulang sekolah aku langsung menemui Jackson di tempat yang sudah di tentukan. Menunggu di halte dan melirik jam di ponsel.
Aku menatap langit yang masih cerah padahal hari sudah mulai sore. Sebuah pesawat lewat dan mengingatkanku pada Jungkook. Apa dia sudah berangkat?
Aku dengar bahwa keluarganya juga ikut karena kebetulan ada urusan bisnis. Tapi bagaimana bisa kebetulan seperti ini?
Bus berhenti, hanya beberapa langkah aku sampai di sebuah cafe bergaya klasik. Aku suka suasana ini.
Jackson melambaikan tangannya, kembali mengingatkanku saat pertemuan pertama kami di cafe beberapa minggu lalu. Pertemuan yang salah.
Sebuah float sudah ada di hadapanku. "apa yang akan kau katakan?" tanya-nya menatap intens padaku, "aku ingin menyerah"
"apa maksudmu?" Jackson mendekatkan wajahnya dan aku melihat jelas ada luka di sana-sini.
"oppa, kenapa dengan wajahmu?"
"masalah kecil" jawabnya singkat, "kau berkelahi dengan Jungkook?" aku menyipitkan mata dan melihat ekspresi datar Jackson,
"kalau iya kenapa?" aku sedikit kesal mendengar nadanya bicara dan juga pasti Jungkook memiliki bekas luka. "Jungkook pergi hari ini"
"arra"
"oppa tau dari siapa?"
"mata-mataku banyak, sekarang apa yang kau katakan tadi?"
"aku ingin menyerah mendapatkan Jungkook" ucapku menunduk, wajah Sinb terbayang lagi di kepalaku. Wajah ceria yang menjadi sangat sendu.
"andwe, hanya karena Jungkook pergi kau mau menyerah?"
"oppa!! Aku sudah menyakiti Sinb, dia sangat menyukai Jungkook. Apa oppa tidak tau itu?"
"arra" lagi-lagi ia menjawab singkat, "kalau tau kenapa oppa terus melakukan ini? Aku tidak bisa melihat Sinb yang selalu berpura-pura baik-baik saja"
"karena aku sudah sangat menyukainya!! Bukan, aku sudah mencintainya dan tidak akan semudah itu aku melepasnya" Jackson menaikkan nada bicara membuatku tersentak.

KAMU SEDANG MEMBACA
High School Love (SinKook)
Fanfiction[Complete] 13 Mei - 5 Juni "aku tidak mungkin merebutnya dari sahabatku sendiri" -Sinb 🌦 "haruskah aku jujur? Atau menerima orang yang sudah jelas menyukaiku?" -Jungkook 🌥 "aku menyukainya dan ini pertama kalinya" -Eunseo 🌈 "dia adalah seseorang...