Ninteenth

944 106 6
                                    

Sinb POV

Aku tidak nafsu makan malam ini, sesampainya dirumah aku langsung ke kamar dan tidak keluar lagi. Dengan alasan aku lelah dan sudah makan malam jadi eomma tidak akan rewel memanggilku.

Kembali membayangkan Jungkook. Apa Eunseo dan Jackson melihatnya? Kuharap tidak. Apa Jungkook juga menyukaiku? Nadanya bicara tadi sungguh menyedihkan.

Tapi apa yang bisa kulakukan? Bersamanya? Tidak mungkin. Seharusnya aku sadar bahwa perasaanku perlahan tumbuh untuknya, bersamaan dengan kenangan yang telah kami lalui.

Aku menatap balkon, insomnia lagi. Apa yang ku lakukan serba salah. Mengakui semuanya tidak menyelesaikan apapun, malah memperburuk. Aku semakin tidak kuat melihat Jungkook, apalagi gadis itu adalah sahabatku.

Mentari membangunkanku, sudah pukul 7 pagi. Aku bergegas mandi dan menyiapkan peralatan sekolah, jujur saja sebenarnya aku masih mengantuk.

Mengambil roti di meja makan dan pamit pada eomma dan appa, aku melangkah cepat ke halte. Berharap tidak bertemu Jeon Jungkook disana.

Saat naik bus aku kembali memasang earphone, asik dengan duniaku. Mengikuti alunan musik yang menjadi obat penenang. Tiba-tiba earphone terlepas dari kedua telingaku.

Membuatku menoleh siapa yang melakukan itu. Benar saja, Jeon Jungkook dengan senyum manisnya duduk di sampingku. Ini bukan mimpi?

"aku bisa membiarkanmu dengan Jackson tapi aku tidak akan menjauhimu lagi" katanya, "bagaimana hubunganmu dengan Eunseo?"

"baik.. Tapi aku sedikit khawatir pada anak itu" ucapnya bersandar pada kursi. Aku seketika mengingat fangirl gila Jungkook disekolah.

Setelah bus berhenti di halte aku langsung berlari menuju sekolah, memeriksa Eunseo. Di kelas tidak ada tanda-tanda kehadirannya.

Aku sudah melihat mading yang penuh dengan foto Eunseo dan Jungkook kemarin, saat kami bertemu di kebun binatang. Tapi foto itu terlihat mengerikan.

Banyak darah dan spidol yang memenuhi wajah Eunseo, sedangkan foto Jungkook mulus tidak tersentuh.

Mataku sudah tidak bisa membendung, seakan aku tuli tidak mendengar bel masuk dan terus mencari Eunseo. Dimana anak itu?

Di UKS, perpus, kantin, ruang seni kelas-kelas bahkan di gudang tidak juga kutemukan. Hanya satu tempat yang kini ada dipikiranku. Atap sekolah.

Aku berlari menuju tangga dan berharap Eunseo tidak di sakiti. Tanganku sudah gemetar, pintu atap sudah ada di hadapanku.

Aku buka paksa dan benar saja aku melihat mereka diujung sana. Eunseo juga beberapa siswi yang mengelilinginya. Aku menerobos para siswi itu dan memeluk Eunseo dengan tubuh penuh tepung, air dan telur. Ini bukan ulang tahunnya, sudah jelas ia sedang di bully sekarang.

Aku menjadi tamengnya, tidak peduli apa yang mereka lakukan padaku. "ow ow ow, ada pahlawan kesiangan" ucap seorang siswa menarik rambutku, "kau ingin pergi atau kau akan berpatisipasi pada pesta kami?".

Aku tidak menjawab dan benar saja mereka memukulku, menamparku dan melempariku tepung begitupun Eunseo. "yak!! Kalian!" bentak seorang siswa dari arah berlawanan.

Jeon Jungkook, seketika membuat para siswi itu berhenti dan tertunduk. Aku masih memeluk Eunseo yang badannya sudah lemas.

Ada para member BTS, Gfriend dan beberapa member WJSN disana.

Jungkook langsung menyambar tubuh Eunseo, sedangkan aku? Suga dan Jin yang menolongku. Astaga kenapa aku jadi egois begini? Berharap Jungkook akan menolongku lebih dulu? Jangan berharap Sinb!

High School Love (SinKook) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang