Jungkook POV
Sinar matahari mulai menembus tirai dan mengenai mataku. Merenggangkan tubuh dan mengerjap beberapa kali akhirnya nyawaku sudah kembali ke tempatnya.
Membuka balkon dan menghirup udara segar hari ini, melirik buku tugas yang sudah ku selesaikan semalam aku kembali menatap lurus. Kamar Sinb yang bersebrangan dengan kamarku. Pintu balkonnya masih tertutup rapat.
Karena masih pagi aku meraih sebuah remot dan menekan beberapa tombol. Hingga musik terdengar badanku secara otomatis bergerak sesuai tempo.
Menemukan gerakkan yang belum pernah ku gunakan selama latihan. Delapan lagu yang berbeda dan aku masih asik bergerak.
Aku merebahkan tubuh lelahku ke lantai, menatap langit-langit kamar kembali mengingat percakapan antara aku dan Jackson kemarin.
Flashback on
"datanglah ke atap jika ada waktu luang, Jackson hyung" gumamku membaca pesan.
Tanpa berpikir dua kali aku langsung menuju atap, melewatkan pelajaran lagi. Aku tidak ingin melihat Sinb yang tadi pagi.
Membuka keras pintu menuju atap, aku sudah melihat orang itu. Dengan topi hitam yang membuatnya keren.
"aku tidak punya banyak waktu" kataku seakan memintanya segera bicara, "apa kau menyukai Sinb?".
Pertanyaan yang tidak pernah sedikitpun aku bayangkan, Sinb memang sudah lama bersamaku tapi kami hanyalah teman dekat.
Hening, entah apa maksud Jackson sebenarnya yang mengajakku kemari jika dia hanya bungkam. "tadi Tzuyu menemuiku" tiba-tiba aku teringat kejadian tadi pagi dan ingin membahasnya, "ya aku tau"
"kau yang menyuruhnya?"
"ani, dia hanya membayar kesalahannya padaku" jawabnya menoleh dengan senyum seperti biasa.
Tanpa ku tanya Jackson menceritakan masa SMP, saat Sinb memintanya ke atap sekolah. Bahkan aku tidak tau masalah itu.
"Tzuyu datang dan memanggilku Chagi, lalu Sinb tiba-tiba menangis dan berakata bahwa ia sedih akan berpisah denganku.. Tapi semenjak itu ia seakan menghindar" jelasnya yang menbuatku paham, "dia menyukaiku bukan?"
"molla, tanya saja sendiri" kataku acuh, "Jungkook-ah, apa kau menyukai Sinb?".
Pertanyaan itu dilontarkan lagi dan aku hanya diam tidak menjawabnya. "baiklah, aku menyukai Sinb dan berniat untuk mengatakan semuanya" aku menoleh mendengar nada tegas dari kalimat yang dikatakannya. Mencari-cari kesungguhan disana.
"lalu apa yang akan kau lakukan?" tanyaku membuang muka, "melakukan yang harusnya dari dulu kulakukan" jawabnya yakin .
Aku tidak ingin sahabat terbaikku mendapat orang yang salah, apalagi jika orang itu tidak kusukai. Tapi demi kebahagiaan Sinb kenapa tidak?
Tidak ada percakapan berarti setelah itu, Jackson keluar lebih dulu sedangkan aku masih menatap bangunan tinggi Seoul dan menikmati udara di atas atap sekolah.
Bel terdengar pertanda pelajaran baru, aku melangkah santai menuju kelas yang pada jadwal ini pelajaran matematika.
Melewati ruang seni dan mengintip dari kaca kecil di pintunya. Aku melihat Sinb yang duduk di pojok ruangan. Bukan hanya dia, ada juga sosok yang tadi berbincang denganku. Jackson.
Mereka terlihat serius, aku juga menilai Sinb masih menyukai Jackson dengan caranya menatap senior itu sangat berbeda.
Mungkin memang beginilah seharusnya yang terjadi beberapa tahun lalu.

KAMU SEDANG MEMBACA
High School Love (SinKook)
Fanfic[Complete] 13 Mei - 5 Juni "aku tidak mungkin merebutnya dari sahabatku sendiri" -Sinb 🌦 "haruskah aku jujur? Atau menerima orang yang sudah jelas menyukaiku?" -Jungkook 🌥 "aku menyukainya dan ini pertama kalinya" -Eunseo 🌈 "dia adalah seseorang...