Jungkook POV
Sudah pukul 9 malam tapi kami masih asik latihan, aku sangat bersemangat malam ini. Sedikit-sedikit Suga sudah memasukkan nada untuk lirik dengan aplikasi di laptopnya.
JHope mengajari koreo pada Rapmoon, Jimin dengan Jin dan V sepertinya sedang mengerjakan tugas. Tunggu, sejak kapan ia melakukan hal itu?
"mwo? Aku harus mendapat nilai bagus agar Yerin noona mau menerimaku" jelas V tanpa perlu kutanya, "woah, yedereul-ah igoppha Taehyung kita sudah besar" ledek Jimin
"apa kau yakin Yerin mau dengan anak alien itu?" ucap Jhope pada Rapmoon, "hyung!! Aku dengar itu"
"biarkan saja dia sedang berbunga-bunga, cinta memang harus di perjuangkan" sahut Jin yang seketika mengingatkanku pada Sinb. Entah kenapa malah wajah gadis itu yang terbayang.
Aku menggeleng kuat menepis semua khayalan yang tiba-tiba menyerang kepalaku. Fokus pada latihan malam ini.
Setelah 8 kali latihan, mengganti koreo, mengatur ulang posisi akhirnya kami menyerah dan bersiap untuk tidur. Jam dinding hampir menunjukkan pukul 12 malam.
Aku mengganti pakaian, sedangkan para member lain yang sudah beres-beres langsung terkapar di ruangan yang kami gunakan berlatih.
Ya, malam ini kami tidur bersama di ruang latihan. Jin memang sudah menyiapkan semuanya.
Rapmoon yang tidur di sampingku terlihat sangat letih, sedikit kasihan melihat sang leader. Aku meraih ponsel. Mengetik beberapa pesan.
From: Sinb
Chalchayo..
Masih menatap satu kata itu, menghapusnya lagi dan mencoba untuk tidur. Mungkin pesanku tidak akan digubrisnya, percuma.
Aku bangun lebih dulu dari para member, merenggangkan tubuh dan terdengar tulangku yang berbunyi.
Sengaja tidak membawa buku karena para member akan menginap diapartemen Jin sampai hari H, aku memakai jaket dan menuju rumah untuk bersiap sekolah.
Eomma menyambutku dengan senyuman hangatnya, menuju kamar untuk bersiap. Langkahku terhenti di depan balkon. Melihat kamar yang masih tetutup rapat. Biasanya kami saling mengejek dari balkon.
Sudahlah! Untuk apa aku memikirkannya, toh ia juga tidak mungkin memikirkanku. Sudah ada Jackson disisinya.
Sinb POV
"Jungkook-ah" aku melihat sosok itu di kamarku. Lagi, dengan seragam yang membalut tubuhnya juga senyum yang biasa ia berikan padaku. "bogosipheo" ucapnya. Lalu menghilang begitu saja. Seperti angin lewat.
Mimpi lagi? Astaga apa aku sangat merindukkan sosok itu? Sudah dua hari aku melihat mimpi senyata tadi.
Menghela nafas, membuka tirai dan menatap kamar di seberang. Aku memeriksa ponsel berharap ada pesan, tidak berharap banyak aku hanya ingin melihat kata selamat tidur. Tapi? Tak ada satupun.
Jam wekkerku tidak berbunyi sejak kemarin tapi kulihat jarumnya masih bergerak normal, apa rusak?
"Hwang Eunbi!! Cepat sarapan" panggil eomma dari bawah. "nee".
Aku berjalan menuju halte, tidak ada orang lain yang bersamaku. Pagi ini tidak seramai kemarin membuatku merasa kesepian.
Duduk seorang diri menunggu bus yang datang setelah sepuluh menit menunggu. Memasang earphone dan melihat ke arah jalanan.
Ingat akan tingkah Jeon Jungkook yang menggangu bila aku sedang mendengarkan lagu. Tepat di saat reff biasanya ia melakukan itu. Membuatku mengoceh hingga memukul bahkan menjitaknya, aku merindukan semua itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
High School Love (SinKook)
Fanfiction[Complete] 13 Mei - 5 Juni "aku tidak mungkin merebutnya dari sahabatku sendiri" -Sinb 🌦 "haruskah aku jujur? Atau menerima orang yang sudah jelas menyukaiku?" -Jungkook 🌥 "aku menyukainya dan ini pertama kalinya" -Eunseo 🌈 "dia adalah seseorang...
