Twenty Seventh

2.6K 168 23
                                        

Jackson POV

Aku sedang berbincang dengan beberapa member got7, memisahkan diri dari Sinb. Hari ini aku tidak melihat Jungkook di acara pernikahan Eunseo. Apa ia belum kembali?

Sekilas aku melihat Sinb berjalan keluar ruangan dan ada yang mengikutinya dari belakang. Karena takut terjadi apa-apa, aku juga mengikuti mereka.

Aku tidak naik lift yang sama, kugunakan lift di sampingnya setelah melihat tujuan Sinb dan laki-laki bertuxedo putih itu. Mereka ke atap. Padahal hari sangat dingin.

"oppa" aku menoleh saat tangan kananku di tahan oleh pemilik acara. Eunseo.

"oppa masih menyukai Sinb?" tanya-nya saat kami duduk di bangku dekat lift, "molla"

"Jungkook sudah kembali" sahutnya yang tidak membuatku terkejut, berarti orang yang tadi mengikuti Sinb adalah Jungkook.

Aku tau hari ini akan datang. Hari dimana perjuanganku berakhir, melepaskan Sinb bersama orang lain. Walau begitu hatiku masih menolak dan ingin memiliki Sinb.

Aku sudah terlambat, terlambat beberapa tahun. Seharusnya Tzuyu tidak datang ke rooftop saat Sinb mengajakku bicara di masa SMP.

"oppa kau tampan dan juga baik, kenapa harus terpaku pada satu yeoja? Jadikan Sinb sebagai adikmu.

Apa pernah kau melihatnya bahagia? Ya aku tau kau selalu menjaganya, menghiburnya. Tapi kebahagian sesungguhnya ada pada Jeon Jungkook.

Oppa tega melihat Sinb menderita seperti itu terus? Sekarang biarkan mereka bahagia dan carilah pengganti Sinb, itu tidak sulit. Aku yakin ada yeoja diluar sana yang sangat mencintai oppa" jelas Eunseo tersenyum manis.

Mudah saja baginya mengatakan itu. Sementara aku? Aku belum sempat dan menolak untuk mencari pengganti Sinb. Semua itu sulit bagiku.

"katakan pada Sinb, dia lebih baik pulang bersama Jungkook. Aku ada acara" kataku pamit dan melihat senyum sumringah Eunseo. "gumawo oppa" aku masih jelas mendengar suaranya.

Cih, Sinb yang bersama Jungkook kenapa harus Eunseo yang berterima kasih.

Sudah ada di basement. Menatap bangku kosong di sebelahku. Sinb adalah orang yang paling sering duduk di tempat itu.

Aku menyalakan mesin, melajukan mobil menjauhi hotel. Entah kemana, yang jelas aku butuh waktu untuk sendiri. "Saranghae Hwang Eunbi".

Sinb POV

Aku mengerjap beberapa kali dan melihat siapa orang yang sedang pulas di sampingku. Orang yang kurindukan selama ini, akhirnya ada di dekatku.

Aku masih menggunakan gaun dan begitupun orang itu dengan kemejanya (liat foto di media atas ya). Karena pulang terlalu malam aku diantar kemari.

Tidak ada yang kami lakukan semalam, aku tau itu. Perlahan turun dari tempat tidur dan melihat sekeliling. Bagus juga tempat tinggal Jungkook.

Aku membuka tirai di kamarnya, menghirup udara segar yang menerpaku, menjatuhkan beberapa helaian rambutku. "huah dingin" kataku bergidik dan kembali menutup balkon.

Kembali ke tempat tidur aku masih melihat Jungkook tertidur. Tampan sekali. Telunjukku seakan mengikuti lekuk wajahnya yang sedang tidak sadar itu.

"mau sampai kapan kau menatapku? Kau boleh menciumku" kata Jungkook dengan mata yang masih terpejam, dasar mesum!

"ireonha" ucapku bangkit dan terjatuh kembali ke kasur. Lebih tepatnya dipelukkan Jungkook, merasakan kehangatan yang menjadi energi baru untukku.

High School Love (SinKook) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang