Saat ini Eunha sedang sibuk berkutat dengan kalimat-kalimat panjang tentang sejarah di depan laptopnya.
Masih belum ada satu huruf yg ia ketik di laptopnya.
Ia masih dalam perjalanan merangkum semua materi panjang nan rumit di buku.
Sesekali ia melirik sekilas ke arah dua namja di kedua sisi tubuhnya.
Ia cukup bersyukur karena mereka berdua bisa diam.Meski tanpa membantu Eunha sedikitpun.
Ya.Rencana Eunha untuk mengerjakan tugas di caffe pun ia batalkan karena tadi Jungkook berkelahi dengan Mingyu di flat nya.
Akibatnya sekarang dua namja itu menahan perih di wajah dan beberapa bagian tubuhnya karena berkelahi.Yah walau Eunha sudah mengobati keduanya, pasti sakit dan nyeri masih tersisa di sana.
"huahhh... lelahnya!" Eunha meregangkan kedua tangannya ke depan.Tak ada alasan untuk meregangkan tangan ke samping.
Tentu tangannya akan mengenai dua namja yg duduk di semua sisi tubuhnya.
Eunha baru saja selesai merangkum materi di buku sejarah yg ia pinjam di perpustakaan.
"Ah aku lapar.Kalian pulang saja.Aku akan pergi sendiri untuk cari makan." Eunha beranjak dari duduknya.
Oh! Eunha merasa panas di kedua sisi tubuhnya hilang.Ia lega.
"Aku akan mengantarmu" ucap jungkook.
"Tidak.Aku bisa mengantarmu.Biarkan dia pulang" Sahut Mingyu ikut berdiri mengikuti Eunha.
"Apa?! Kau yg harusnya pulang! Aku yg akan mengantar Eunha."
"Ani Jungkook.Aku akan mengantarnya.Kau pulanglah.Kajja Eunha" Mingyu menggandeng tangan Eunha.Eunha ingin menegur Mingyu tapi Jungkook lebih awal bertindak.
Jungkook menarik tangan Mingyu yg menggandeng Eunha.
"Jangan berani menyentuhnya!! Dia milikku" titah Jungkook yg kini menggenggam erat tangan Eunha.
Eunha hanya menonton perdebatan kedua namja itu seolah melihat perdebatan dua anak kecil yg memperebutkan mainan.
Apa? Mainan? Terlalu rendah untuk Eunha.
"Dia milikmu? Aku tidak yakin.Kulihat sepertinya dia terpaksa denganmu" ucap Mingyu dengan entengnya.
"Apa kau bilang?!!" Emosi Jungkook kembali tersulut.
"CUKUP!!!"
Satu teriakan dari Eunha berhasil membuat Jungkook dan Mingyu tutup mulut.
"Kalian membuatku naik darah! Berhenti berdebat di depanku seperti tadi!" Kini Mingyu dan Jungkook hanya menunduk lesu seakan mendapat teguran keras dari seorang eomma.
Eunha menghela nafas panjang dan kembali berbicara.
"Mingyu kau pulanglah. Aku akan bersama Jungkook.Dia namja ku jadi dia berhak mengantarku kemana saja"
Setelah mendengar ucapan Eunha, Jungkook tersenyum menang pada Mingyu.Sedangkan Mingyu hanya berekspresi datar.
"Baiklah.Aku akan pulang.Jallja Ne Eunha" ucap Mingyu sebelum keluar dari apartemen Eunha.
Kini tinggal Eunha dan Jungkook di apartemen.
"Kita berangkat?" Tanya Jungkook sambil menarik sebuah senyum di bibirnya.
"Hm.Aku sudah lapar dari tadi asal kau tau!" Jawab Eunha segera berjalan mendahului Jungkook.
Jungkook pun mengekori Eunha.
<di tempat lain>
Hyera berjalan santai di sebuah gang dengan penerangan yg minim.
Ketakutan sedikit menjalar di benak Hyera.Tapi ia mencoba mengalahkan rasa takutnya.
Ia baru saja pulang dari minimarket membeli beberapa pesanan eomma nya.
Di tengah gang, ia mendengar suara beberapa namja dari belakang.
Sontak ia bersembunyi di belakang tong-tong sampah yg lumayan besar.
Bau.Tapi ia tahan karena ia lebih takut pada banyak namja yg lewat itu.
Setelah bersembunyi, ia baru terpikir kenapa ia tak lari secepatnya dan keluar dari gang itu segera? Kan namja-namja itu ada di belakangnya.
Ia segera menyesali keputusannya untuk bersembunyi.
Tapi semua sudah terjadi, maka ia putuskan untuk tetap bersembunyi.
Menunggu beberapa namja itu pergi jauh dari gang remang itu.
Namun, tak lama setelah beberapa namja itu lewat di depan nya.
Ah bukan.Di depan persembunyiannya, ia malah mendengar namja-namja itu berhenti melangkah.
Rasa takut mulai menyerangnya.
Hyera takut mereka menyadari keberadaannya.Ia segera mencari sesuatu yg bisa ia gunakan untuk melawan para namja yg kiranya sedang mabuk tadi.Ia hanya mendapat beberapa batu dan kaleng di dekatnya.
Tak apa.Asal berguna. Begitu batinnya.
Ia mulai meramalkan beberapa doa agar dirinya selamat.Sejurus kemudian, ia mendengar perdebatan.
"Sudah kubilang aku tidak sengaja"
Suara berat dari seorang namja menyerang pendengaran Hyera yg madih bersembunyi.
Ia seperti familiar dengan suara namja itu.Ia mencoba mengingat suara itu.
Kim Taehyung.
Ya ia ingat.Suara itu adalah suara sunbae nya.
Tak lama setelah mengingat suara Taehyung, Hyera mendengar suara seperti pukulan, erangan, dan suara ringisan.
Berkelahi. Ini yg terlintas di pikiran Hyera. Ia memberanikan diri untuk sekedar mengintip dari celah tong sampah tempatnya bersembunyi.
Benar.Tebakannya tidak salah.
Segerombolan namja yg membuatnya bersembunyi tadi sedang menghabisi Taehyung tanpa jeda secara bersamaan.
Entah mendapat keberanian dari mana, Hyera keluar dari persembunyiannya dan membawa sebuah kaleng yg sudah diisinya dengan banyak batu.
Hyera berlari menghampiri segerombolan namja yg mengeroyok sunbae nya lalu memukul tengkuk mereka satu per satu dengan kaleng di tangannya. Mereka jatuh kesakitan seketika.
Kesempatan itu pun Hyera gunakan untuk melarikan diri dengan membawa Taehyung.Bukan menggendong, tapi menarik tangan namja itu dan mengajaknya kabur.
**************
Ini nih. Gua kasih double update malem ini.
Besok? Entah update pa kagak.
Dah ah. Vote+Commentnya gua tunggu.😄
KAMU SEDANG MEMBACA
You're My BadBoy [Revisi]
FanfictionNOTE! (Penulis di akun ini sudah meninggalkan akun ini dan membuat akun baru untuk memperbaiki kesalahan dan tata penulisan yang kacau di akun ini. Beberapa part cerita ini berantakan. Namun karena masih ada beberapa pembaca yg menyukai, cerita tid...
![You're My BadBoy [Revisi]](https://img.wattpad.com/cover/108613536-64-k248175.jpg)