9

10.7K 725 15
                                        

Sudah tiga hari lamanya Yola berada di Rumah Sakit Harapan Ibu dengan didampingi sang ayah dari dua bayi kembar yang selama ini ia jaga. Dan tak lupa pula Ica yang juga ikut andil menemani mereka. Maksudnya agar tidak terjadi fitnah atau kekhilaf-an, seperti pada umumnya dua orang lawan jenis disatukan dalam satu ruangan yang cukup tertutup dan ditemani dua bayi kecil, tidak menutup kemungkinan dapat terjadi sesuatu yang menjurus ke hal negatif.Walau terkadang Umi Citra juga sering ikut andil menemani Yola. Ingat lah setan selalu menghantui umat manusia maka kita tidak boleh menyepelekan itu.

Yola siang ini terlihat lebih rapih setelah baru sempat mandi dan mengganti baju bersih. Tadi pagi ia sibuk mengurus si kembar, mereka jadi rewel dan sepertinya bosan berada di Rumah Sakit ini. Setelah bercermin, merapikan khimarnya Yola berjalan menuju sofa dan meraih gelas Cup Popmie yang diseduhnya sebelum mandi. Yola membuka Cup tersebut lalu membelalakan matanya.

"Subhanallah.... Ini mie nya udah obesitas begini! Ya Allah.... Kok gue oneng bener sih? Montok-montok bener ini Mie." Rutuk Yola. Diaduknya Mie itu dan tak ada lagi penampakan kuah gurih yang begitu disukainya.

"Kalau begini gue udah keburu enek, dan mubazir. Trus siapa yang mau makan ini?"Tanya Yola pada diri sendiri.

Yola menelan ludah dengan susah payah ketika membayangkan dirinya memaksakan memakan gumpalan mie ngembang kedalam mulutnya. Terbayang dikepalanya wajah seakan teraniaya jika ia memaksa menghabiskan nya.

"NGGAKK!" Yola menjadi frustasi. Ia letakkan Cup Mie tersebut keatas meja lalu bersandar seraya menghembuskan nafas lelah.

Bunyi pintu dibuka mulai terdengar Yola yang tau siapa yang datang hanya diam tak menanggapi. "Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh" Salam orang yang membuka pintu tadi.

Mendengar ucapan salam Yola lantas melihat ke asal suara setelah ia membalas salam.

"Teressa?" Tanya Yola. Teressa tersenyum lalu mendekati Yola. Yola yang paham sengaja menepuk tempat disebelahnya. Dirinya masih mabuk melihat Mie ngembang hasil ulahnya.

"Kenapa? Kamu sakit?" Tanya Teressa khawatir. Ia pegang dahi Yola dan merasakan reaksi kulit yang bersentuhan.

"Tapi gak panas kok,La" Ucap Teressa jujur.

"Yaa gua gak sakit kali, sa," Balas Yola acuh.

"Terus kamu kenapa?,"

"Tuh liat!" Yola menunjukan meja didekatnya kemudian diikuti oleh Teressa.

"Oh karena ini? Ya ampun masih belum ilang juga nih kebiasaan." Tanya Teressa seraya tertawa kecil. Yola hanya mengangguk saja dan sedikit mengerucutkan bibirnya akibat ditertawakan sahabat nya.

"Lo mau kan makan mie ini?" Yola bertanya dengan ekspresi mengemis, Teressa pun mengerti itu.

"Tapi gue baru aja abis makan Gado-gado dua piring, la." Yola menganga mendengar ucapan Teressa.

"Fiuh.... Naga bonar dah lu. Gado-gado dua piring? Kenapa gak sekalian aja dua bakul." Ledek Yola, yang diledek justru malah menyengir ala kuda.

"Efek rindu makan Gado-Gado" Jawab Teressa santai. "Ngeri bener gaya rindu lo!,"

_-_-_-__-__-_-_-_-_-_-_-_-_-_-__-_-_-

Siang ini Thomas sedang duduk dikantin kantornya bersama Medi, tubuhnya sangat lelah jika harus pergi keluar mencari restoran untuk memenuhi isi perutnya. Duduk dibagian pojok dengan ditemani santapan nasi padang cukup membuat Thomas merasa kenyang pada siang ini. Ia menyudahi makannya dengan meminum Es Sirup jeruk pesanan Medi padahal sebelumnya ia tak pernah suka es itu.

Medi juga terlihat asik menyantap hidangan udang tepung di piringnya. Sedikit-sedikit Medi melirik Thomas yang seperti melamun memikirkan sesuatu. "Napa lo?," Tanya Medi langsung.

"Ah! Nggak apa-apa," Sahut Thomas tenang. Medi mencibir " Cih, macam perempuan pulak kau! Nggak apa-apa tandanya itu ada apa-apa,"

Thomas tertawa seraya duduk rapih dan ikut mencomot udang tepung dipiring Medi. "Berubah profesi jadi pakar wanita,Mas?" Ledek Thomas.

Medi menggigit udangnya dengan keras mengunyah sebentar dan ikut menyahut. "Eleh, kau panggil pulak aku Mas? Jijik kali aku dengarnya"

"Hahahaha, makan dulu yang bener baru ngomong" Titah Thomas. Medi jadi mengkerut dan memutar bola mata malas.

"OHH GUE TAU" Tiba-tiba saja Medi berteriak dan mengejutkan beberapa orang disekitarnya terutama Thomas.

UHUUKK...

"Apaan sih kamu!. Ini lagi diruang makan bukan tempat pertandingan bola, berteriak seenaknya."

Medi menyengir dengan wajah seakan bersalah, ia mendekat ke arah tubuh Thomas dan sedikit berbisik. "Mikirin gadis montok yang di rumah sakit itu kan?,"

Thomas melotot mendengarnya pintar sekali temannya ini menjuluki si bocah kompor meleduk dengan sebutan Gadis Montok..

'Tak patut....'

"Iya kan? Iya kan?" Tanya Medi lagi.

"Ya Nggak lah! Heh gak usah toel-toel begini!" Thomas menepis jari Medi yang menoel pipinya dengan kerlingan nakal.

"Ishh, bagus deh kalau gitu ," Jawab Medi santai, ia raih segelas es sirup jeruk nya.

"Maksud kamu?"Thomas memicingkan mata curiga.

"Yaa biar gue aja yang maju selangkah lebih imbang ama gue tuh 'bomon' Bocah Montok." tanpa sengaja Thomas mengepalkan tangannya dan menggeram panas.

"Mana tau kan dia jodoh gue. Dari pada ama elu? Udah Tua. Duda. Punya anak. Bulukan lagi!,"

TOEWWWWWW

Thomas menyentak kepala Medi dengan tangannya berani sekali ia mengatakan bahwa Thomas Bulukan. Thomas tidak Bulukan tapi sudah kadaluarsa.

________________________

"Ciluk....BAAAAA"

"Khekk....hiiii.....khekkk....kehkkk"

"1....2.....3.... BAAAAAA TANGKAP VELA......." Pekik Yola. Suasana kamar menjadi penuh dengan canda tawa Yola terus mengisengi Vela si jahil.

"Satu....satu.... Dima cinta Umi dua....dua.... Dima sayang Umi....tigaaa..tigaaa.... Dima anak umi.... Satu dua tiga... Dima punya Umi.... YEEEEEE"

Thomas yang melihat dari ujung pintu tak dapat menahan senyumnya Yola begitu pandai bermain dengan kedua anaknya. Terlintas sedikit dikepalanya kalau Yola menjadi istri ketiganya.

.
.
.
.
.
.
.

"Bangun....bangun....." Jorok sekali anak ini, tidur terlentang memakan banyak tempat baju tersingkap sampai ke perut ditambah lagi mulut yang terbuka. Benar-benar tidak sesuai ekspetasi ku, cantik sih tapi jorok begini?.

"Bangun istriku....."

"Lagi haid Pak Tua!" Subhanallah itu bau mulut.

"HAAA....HACIWWW... HUEKK"

"Susah mandi?"

"Malesss kan lagi haid"

"Apa hubungannya?"

"Kepo" Ingin sekali rasanya aku melempar guci besar di ruang tamu ke kepalanya.

"Pokoknya dikantor jangan ganjen! Jangan banyak jajan! Jangan keluyuran! Ingat pulang kantor nyuci! Urus anak! Belanja bulanan! Sikat WC! Bersihin kamar! Pijitin istri! Dan hlablablavla"

"TIDAKKKKKKK"

"Om napa om?"

_______________

Belum di edit, maaf baru sempat. Dan maaf juga kalau tidak memuaskan in syaa allah lusa aku post lagi.

KB
Rahasiacewehot6
Selasa 18 Juli 2017
23 syawal 1438 Hijriah

Jodohku, Duda Bangkotan?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang