Ini sudah hari ke entah keberapa untuk mereka berdua bersama. Istilahnya bulan madu dirumah tanpa gangguan siapa pun bahkan pembantu dan pekerja lainnya sudah diliburkan. Untuk apa? Untuk kebebasan mereka berdua.
Jadi ceritanya sore hari ini adalah hari terakhir mereka berdua karena besok mereka mesti menjemput kedua anaknya dan memulai aktivitas masing-masing. Bosan mereka hanya dapat bertemu kedua buah hatinya melalui telepon canggih. Yang herannya kedua buah hati mereka santai-santai saja berpisah. Mereka malah tampak lebih bahagia bersama kakek dan nenek nya.
"MasyaAllah gantengnya suami Yola..." Yola tersipu malu melihat betapa tampan nya Thomas. Thomas melirik penampilannya dan tersenyum melihat Yola.
"Baru sadar ya? Emang kemaren kemana aja?" Tanya Thomas. Yola memutar bola matanya malas.
Ternyata oh ternyata kadar percaya dirinya bapak tua di hadapannya ini berada di level 100. Hal ini baru saja Yola ketahui, memuji sedikit sombongnya bagaikan artis papan atas.
"Ke hati mantan, duh hati ini dulu milik mantan.!" Ucap Yola berseri-seri.
"Maksudnya?" Thomas menatap Yola dengan tatapan intimidasi ia makin mendekat ingin mendapat jawaban dari Yola.
Yola tergagap dengan perubahan mimik mukanya Thomas. Tambah lagi kini Thomas sudah berada di hadapannya jarak mereka sangat rapat karena Thomas menghapus jarak diantara mereka.
"Jawab Yola!" Yola tersentak saat tangan besar Thomas melingkari pinggang nya dan menyentaknya hingga bertubrukan ke tubuh Thomas.
Kedua tangan Yola berada di dada Thomas ia gemetar dengan tatapan Thomas namun sedetik kemudian ia melingkari leher Thomas dengan kedua tangannya dan sedikit menginjit untuk mencapai telinga Thomas.
Yola sedang menggoda....
"Itu semua dulu yang jelas kini sudah ada duda tampan yang menguasai seluruh penjuru hati ini." Bisik Yola dengan lembut. Thomas tak dapat menahan senyumnya dan mengeratkan pelukannya terhadap Yola.
Indah....
Bahagia....
Inilah yang diinginkan Thomas. Akhirnya ia mendapat tempat berlabuh lagi waktunya memang tidak lama. Tapi Thomas merasa lama sekali relung hatinya sendiri. Ia kesepian, ia bertekad akan menjaga rumah tangganya dengan baik dan akan menjauhkan dari segala hal yang akan meretakakkan rumah tangganya.
'Semoga.. Kebahagiaan ini terus berlangsung dalam hidupku Ya Allah.'
.
.
.
.
.
.
2 bulan kemudian....
Yola melihat seseorang yang sangat familiar dimatanya. Orang itu menatapnya tajam penuh kebencian. Merasa penasaran Yola mengikuti orang itu, langkah demi langkah Yola lalui dengan berhati-hati. Ia harus berbicara dengan orang itu, Yola ingin memastikan bahwa yang ia lihat itu salah.
"Aduh" karena terlalu fokus kepada orang itu Yola tidak melihat kebawah lagi. Kakinya menabrak meja susunan kaleng susu yang sedang mengadakan promo besar-besaran.
"Sakit banget Ya Allah" Keluh Yola. Detik berikutnya Yola sadar bahwa ia sedang mengejar seseorang. Matanya menelusuri setiap rak makanan yang berada didepannya. Sayangnya orang itu sudah tidak ada, dan Yola menyesali akan kebodohannya.
"Mencari ku?." Yola tersentak seseorang dibelakangnya berbicara kepadanya. Segera Yola membalikkan tubuhnya dan lagi-lagi mata Yola membulat terkejut dengan kenyataan yang ada di hadapannya.
"Ka...kamu... Masih hidup?." Yola tergagap. Bibirnya sedikit kelu, Istri pertama suaminya hidup lagi?. Bagaimana bisa?
'Tidak mungkin...'
KAMU SEDANG MEMBACA
Jodohku, Duda Bangkotan?
RandomSequel TEARS Benarkah jodohku si BANDOT TUA! BERANAK DUA! Ya Allah jelasin ke gue, apa gue kehabisan stok? Stok bujangan keren contohnya. Aisyah Yola Nurjannah menikah lagi? dengan anak kecil? kurasa aku akan gila Thomas Edison #313 -29 Juni 2017 #6...
