SUGA Ver. #The Return Of Superman#

5.2K 491 14
                                        

"Pergilah."

"Tidak apa?!"

(Yn) menatap suaminya dengan perasaan gembira.

"Tapi tepat pukul tujuh pagi kau harus sudah ada di rumah, aku harus berangkat pagi-pagi sekali." Kata Yoongi acuh tak acuh.

(Yn) tersenyum senang karena berhasil mendapatkan ijin dari Yoongi. Secara mendadak (Yn) ditelepon oleh sepupunya bahwa sang bibi sedang melalui proses persalinan di salah satu rumah sakit. Dan mau tidak mau, (Yn) harus ikut menemani bibinya tersebut.

"Youngjae-ah, eomma pergi, ne." (Yn) mencium pipi chubby Min Youngjae dengan lembut.

Youngjae yang masih berusia tiga tahun tersenyum, memperlihatkan seluruh gigi susunya yang imut.

"Eomma, hati-hati, ne?"

(Yn) mengangguk dan membalas senyuman pria kecilnya.

(Yn) memandang Yoongi lama, "Oppa, aku pergi dulu. Kau janganlah nakal!" Meskipun Yoongi tidak menatapnya sedikitpun, dia tahu bahwa sebenarnya Yoongi berat sekali untuk melepasnya walau sebentar saja. Hanya saja pria itu tidak berkata apa-apa.

(Yn) memeluk pinggang Yoongi sebentar, lalu berjalan menuju pintu rumah dan bayangannya perlahan hilang.

Tinggalah si pria kecil Min Youngjae dan ayahnya yang swag, Min Yoongi. Younjae menatap Ayahnya sebentar, lalu terlihat berpikir.

"Appa, Youngjae bosan." Katanya dengan suara khas anak kecil.

Yoongi menatap anaknya yang duduk di atas sofa sebentar, "Eomma baru saja pergi, kau sudah merasakan bosan." Jawabnya.

Youngjae mendecak. Kaki mungilnya turun dari sofa lalu berjalan menghampiri Yoongi yang sibuk dengan handphone nya.

"Appa, aku lapar. Kita harus makan sesuatu!" Youngjae menarik tangan Ayahnya sekuat tenaga.

Terlihat Yoongi menghela napas pasrah ketika Youngjae membawanya kesebuah dapur yang terletak di samping tangga.

"Youngjae tahu bahwa ini adalah daerah kekuasaan Eomma, tapi kan Eomma sedang tidak ada disini." Mulut kecilnya yang cerewet terus saja bersuara, tidak mempedulikan Yoongi yang tidak mengubrisnya sama sekali.

"Kau ingin kita makan apa malam ini?" Tanya Yoongi setelah dia memasang aeprone berwarna kuning pada tubuhnya yang hanya terbalut kaos lengan pendek.

Youngjae tampak berpikir seraya mengigit bibir bawahnya. Membuat kedua lesung pipi yang dimilikinya terlihat jelas.

"Ayam goreng. Youngjae mau ayam goreng, Appa!" Putusnya.

Yoongi hanya mengangguk.

Dibukanya kulkas, kemudian mengambil beberapa bumbu yang diperlukan, tepung, dan tentu saja si bahan utama ayam mentah yang sudah dipotong.

"Mengapa ayam mentah berwarna pink, Appa?" Tanya Youngjae penasaran.

"Ayah tidak tahu, mungkin karena dia belum dimasak, dan belum dicampuri oleh bumbu." Jawab Yoongi sekenanya. Youngjae adalah anak yang sangat cerewet dan banyak tanya, sama seperti Ibunya.

"Lalu mengapa ayam goreng berwarna coklat keemasan ketika sudah matang?" Tanya Youngjae lagi.

"Karena dia sudah dicampuri oleh bumbu, dan tentunya sudah digoreng." Jawab Yoongi sabar.

Yoongi perlahan-lahan mencampuri semua bumbu yang diperlukan, lalu mulai memanaskan minyak. Youngjae tidak berniat membantu sama sekali, dia hanya duduk manis di meja makan sambil terus memperhatikan ayahnya. Mungkin sifat pemalas Yoongi menurun pada sang anak.

"Appa bertengkar dengan Eomma?" Tanya Youngjae yang belum lima menit terdiam.

Yoongi menatap anaknya sebentar, "Tidak, kau tahu darimana?"

"Hmm...."

"Appa tidak tersenyum sedikitpun ketika Eomma pergi tadi."

Perkataan Youngjae berhasil membuat Yoongi mematung. Dia memasukkan ayam kedalam minyak yang sudah panas.

"Appa, mengapa diam saja?" Panggil Youngjae.

Yoongi berdeham sebentar, lalu sedikit mengaduk ayam yang sedang digoreng.

"Appa sebenarnya berat ketika Eomma pergi." Jawab Yoongi jujur.

Ia yakin Youngjae hanya anak kecil yang mungkin masih belum mengerti apa yang ia katakan. Tapi mereka kan sesama pria. Yoongi pikir tidak ada salahnya untuk bercerita sedikit mengenai perasaannya.

"Berat? Tapi kan Eomma hanya sebentar." Ujar Youngjae seraya membenarnya duduknya.

Yoongi terdiam sebentar.

"Kau akan tahu jika sudah menjadi seperti Appa nanti." Katanya bijak.

Youngjae menggelengkan kepalanya kuat, "Tidak, Youngjae tidak ingin menjadi seperti Appa!" Bentaknya.

"Wae?" Tanya Yoongi.

"Appa sangat pemalas, dan jarang sekali pulang!" Jawab Youngjae jujur.

"Ya, sadarlah kau juga pemalas." Ucap Yoongi agak sinis.

Namun sepertinya Youngjae tidak terpengaruh sedikitpun oleh ucapan mengintimidasi Ayahnya, balita itu hanya mengulum bibirnya sambil terus menggeleng.

****

"Ini, makanlah pelan-pelan." Yoongi meletakkan ayam goreng yang sudah matang keatas piring lalu meletakkannya di dekat meja makan Youngjae.

"Yay! Selamat makan!" Serunya riang.

Yoongi tidak makan, dia hanya memperhatikan anak semata wayangnya yang nakal sedang makan dengan lahap. Sesekali membersihkan mulut Youngjae yang terkena tepung goreng menggunakan tessue.

"Apa kau pernah membuat Eomma kesusahan?" Tanya Yoongi seraya memberikan Youngjae segelas air putih yang langsung diterima Youngjae dengan senang hati.

Youngjae menggeleng, "Ani, Eomma bahkan mengatakan bahwa Youngjae banyak sekali membantu." Jawabnya senang.

Yoongi tersenyum simpul.

Tidak terasa bahwa Youngjae kini sudah besar dan pintar sekali berbicara. Bahkan menurut penjelasan guru di tempat Youngjae bersekolah, mereka mengatakan bahwa Youngjae memiliki rasa empati yang tinggi pada teman-temannya. Dia juga sangat pintar dalam menjawab berbagai pertanyaan yang diberikan oleh gurunya maupun teman-temannya.

"Jika Appa sibuk, apa kau bisa menemani Eomma?" Tanya Yoongi.

Youngjae lagi-lagi mengangguk, "Ne, Appa! Serahkan semuanya pada Min Youngjae!"

Yoongi tersenyum lalu mengelus puncak kepala anaknya dengan lembut.

Salah besar jika kalian mengira bahwa Yoongi tidak pernah mencintai keluarga ini. Dia mencintai mereka berdua, hanya saja dia terlalu bodoh untuk mengungkapkan perasaannya tersebut. Min Yoongi yang malang. Tetapi dia adalah Ayah dan suami yang hebat.

****

MAAF BILA ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN KATA ATAU TYPO

Hei, hei! I'm comeback again! Kayaknya mulai sekarang dalam seminggu max gue cuma bisa update dua kali deh buat imagine ini. Soalnya skrg gue udh kelas 11, dimana di kelas ini gue lebih banyak hapalan daripada pas kelas 10. Huhuhu....

VOTE AND COMMENT JUSEYYO~

Kalo gk vote, jangan salahin gue kalo nanti gak berkah dalam hidupnya lho ya,

A.R.M.Y

Instagram : rizmaseptiawahyu

Facebook : Rizmaswn

BTS & YOU {ONE SHOT}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang