Jungkook's Special One Shoot

5.5K 433 16
                                        

Satu September. Tanggal pertama dibulan September. Dan akhir musim panas.

Bisa kulihat dedaunan yang mulai mengering lalu jatuh ke tanah. Aku melihatnya. Dengan sweater biru gelap dan celana jeans hitam dengan tangan yang menggenggam sebuah buku komik dengan erat, dia memulai harinya diawal September ini.

Aku senang, karena aku bisa terus menatapnya hingga saat ini. Sudah satu tahun sejak aku mulai menyadari akan perasaan yang tidak terlihat ini. Dan aku tidak pernah menyesal tentang kepada siapa aku jatuh.

Jika kalian melihat penampilannya, siapa yang akan menyangka bahwa dia adalah seorang pria introvert. Dia memiliki dunianya sendiri dan tidak mempedulikan orang-orang di sekitarnya. Sangat jauh berbeda denganku yang memiliki banyak teman dan aktif di tempat kami berkuliah.

Teman-temanku menertawainya, tapi menurutku itu tidaklah lucu sama sekali. Lebih baik aku memendam perasaan ini sendirian, daripada merusak dunianya yang sudah ia bangun sendiri. Aku lebih suka dia tidak menyadari apapun. Termasuk perasaanku.

"(Yn), mau sampai kapan?" Tanya seorang temanku yang ikut memperhatikan Jeon Jungkook yang sedang asyik dengan komiknya.

Aku hanya mengangkat kedua bahuku acuh.

Sejujurnya, aku tidak pernah dan tidak akan pernah meminta lebih darinya. Aku hanya ingin memendam perasaan ini sendirian dan terus memperhatikannya dari jauh seperti ini, tapi....

Mau sampai kapan?

"Lakukanlah sebelum kau menyesal."

"Ya, aku ini wanita,"

"Dia tidak akan melirikmu jika kau tidak membuat pergerakan sama sekali."

"Lakukanlah sebelum kau menyesal." Jung Ri menepuk pelan bahuku lalu beranjak pergi. Meninggalkanku dengan sejuta pikiran yang berkecamuk.

"Mengapa menggapaimu rasanya susah sekali?" Tanyaku pelan, meskipun aku tahu bahwa dia tidak akan mendengar.

Haha, aku yang bodoh. Hanya memandanginya dari jauh dan tidak berusaha sedikitpun agar dia mau menatapku. Tapi apalagi yang bisa kulakukan? Akan lebih baik jika aku tetap menjauh.

****

Aku menggenggam tali tasku dengan erat, lalu mulai melangkah. Keputusanku sudah bulat.

Aku akan menyatakan perasaanku hari ini.

Jung Ri benar, aku harus melakukannya sebelum aku benar-benar menyesal. Aku tidak peduli apapun reaksi yang akan dia berikan nanti. Atau jikapun dia membenciku setelah ini, aku tidak peduli.

"Per-permisi, bi-bisakah aku bertemu de-dengan Jeon Ju-Jungkook?" Tanyaku gugup pada seorang pria yang kebetulan mendapatkan kelas yang sama dengan pria itu.

Kulihat dia menggelengkan kepala, "Jeon Jungkook sepertinya tidak masuk, dia membolos." Jawabnya tenang.

Aku menelan ludahku dengan susah payah, "Ba-baiklah, permisi."

Aku berbalik lalu menggaruk kepalaku yang tidak gatal. Jungkook bukanlah pria yang seperti itu, meskipun kami tidak pernah saling berbicara, tetapi aku mengenalnya sangat baik.

"Aku yakin pasti ada sesuatu yang tidak beres." Gumamku.

Dengan langkah yang terburu-buru, aku berjalan menuju parkiran dan tidak melihat motor besar Jungkook disana. Dia pergi, entah kemana.

Rasa cemasku semakin menjadi ketika kulihat tas hitamnya tergeletak begitu saja di lantai koridor. Aku memungutnya dan meremasnya pelan.

"Ada apa denganmu, Jungkook?" Tanyaku sambil memejamkan mata.

BTS & YOU {ONE SHOT}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang