Jiro Stories (Last Part)

94 10 15
                                    

Hari ini, Vicky bertemu dengan Jiro di sebuah kafe. Wajah terlihat sangat pucat. Tapi, laki-laki itu sangat bersahaja seperti biasanya Begitu pesanan sudah sampai di meja mereka, Jiro langsung memakan makanan itu dengan sangat lahap. Vicky sangat heran melihat Jiro yang seperti itu, tidak biasanya Jiro makan selahap itu. Sedangkan Vicky, ia sudah kekenyangan lebih dulu karena melihat Jiro. Selesai makan, Jiro tersenyum kepada Vicky. Sungguh, Jiro terlihat sangat tampan. Namun, senyum itu terlihat seperti senyum yang memancarkan kesedihan.

"Lo kenapa, Ro?" tanya Vicky. Namun, Jiro tak menjawab. Laki-laki itu justru menghilang secara tiba-tiba, hingga membuat Vicky merasa sangat bingung. Vicky merasa seperti tiba-tiba terlempar, ia sudah berada di dalam rumah yang sudah sangat ia kenali. Yaitu, rumah Jiro. Ia melihat ada beberapa orang yang mengaji, sedangkan kedua orang tua Jiro terlihat sedang menangis. Vicky sangat heran, ia juga melihat rekan-rekan The Seven Musketeers juga menangis. Vicky melihat ada seseorang yang menggunakan kain kafan, orang itu sudah terbujur kaku. Namun, ia tak bisa melihat wajah mayat itu dengan jelas. Siapa dia?

Vicky terbangun dari tidurnya. Napasnya tersengal-sengal. Rupanya, itu semua hanyalah mimpi. Remy pun juga ikut terbangun karena Vicky.

"Lo kenapa, Vic?" tanya Remy. Vicky terlihat aneh, laki-laki di hadapannya itu terlihat ketakutan.

"Rem, gue barusan mimpi!" seru Vicky. Ia terlihat bingung sekali, bagaimana ia bisa bermimpi seperti itu. Remy pun berdiri dan berjalan ke dapur untuk mengambilkan Vicky minum. Setelah selesai, ia pun kembali sembari membawa air putih.

"Nih, minum dulu," ujar Remy sembari memberikan air putih itu, Vicky pun menerima air itu dan meminumnya hingga habis. Remy pun bertanya.

"Kenapa sih?" tanya Remy. Vicky menceritakan semua kejadian dalam mimpi itu. Ia terlihat sedikit panik.

"Gue jadi penasaran, kira-kira Jiro kenapa ya? Gue jadi kepikiran sama dia," tanya laki-laki itu. Remy yang tak percaya dengan hal-hal seperti itu, langsung menyangkal.

"Alah, itu mah karena lo nggak do'a dulu kali sebelum tidur. Makanya, doa dulu!" seru Remy. Vicky terdiam sejenak.

"Iya kali, ya..." gumam laki-laki itu. Mereka pun langsung siap-siap untuk berangkat sekolah.

*****

You Must Come Back!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang