Kericuhan

105 9 0
                                    

Yogi merenungkan diri di dalam kamarnya. Dia tak tahu, ada apa dengan dirinya? Kenapa ia merasa cemburu melihat Alana pergi dengan Vicky? Padahal, itu semua adalah hak gadis itu mau pergi dengan siapa saja. Terlebih lagi, bagaimana Vicky bisa mengenal Alana? Argh... semua pikiran-pikiran aneh ini benar-benar membuat Yogi gila.

*****

Yogi dan Vicky sama-sama sedang duduk di kursi kayu panjang. Mereka menunggu Juni yang sedang sibuk melayani pelanggannya. Sembari menunggu, Yogi pun membuka pembicaraan.

"Kemarin, gue ngelihat lo jalan sama cewek. Siapa?" tanya Yogi. Vicky mencium sesuatu yang tidak beres dari Yogi. Yeah... itu semua karena tidak biasanya Yogi ingin tahu mengenai urusan orang lain.

"Namanya Alana. Dia yang ngebebasin gue. Dia bilang, dia tertarik sama masalah yang menimpa Jiro," sahut Vicky. Laki-laki itu pun menatap Yogi dengan jahil.

"Lo suka sama dia? Kalau iya, gue comblangin deh!" seru Vicky. Wajah Yogi berubah menjadi merah karena malu. Ia bertanya-tanya dalam hati, bagaimana Vicky bisa mengetahui isi hatinya? Vicky pun tertawa melihat reaksi Yogi.

"Nggak usah khawatir. Gue baru kenal sama Alana kemarin, kok. Lagian..." ucapan Vicky terhenti sejenak. Raut wajah laki-laki itu tiba-tiba berubah menjadi sedih.

"Gue masih cinta sama Lisa. Meskipun gue udah putusin dia, perasaan itu sedikitpun nggak berkurang. Gue tersiksa sama perasaan gue sendiri," gumam Vicky. Sebenarnya, Yogi ingin sekali menghibur Vicky. Namun, mengingat dirinya yang tidak tahu apapun soal cinta, Yogi pun tak bisa memberikan solusi apapun untuk Vicky. Yang bisa ia lakukan hanyalah merangkul Vicky, dan menepuk bahu sahabatnya berkali-kali.

"Sabar, Vic," gumam Yogi.

Tak lama kemudian, Juni, Remy, Hassan, dan Juki pun datang.

"Vic, lo harus baca berita ini," ujar Remy sembari memberikan handphonenya kepada Vicky. Lalu, Vicky pun membaca berita yang mengabarkan mengenai ayahnya. Berita itu mengabarkan bahwa ayahnya membantah semua tuduhan Vicky.

Vicky? Siapa dia? Aku tidak punya anak yang bernama Vicky. Anak itu tiba-tiba datang, dan menusuk perutku. Kalau dia anakku, mana mungkin dia tega melakukan itu? Jangan percaya sama semua yang dikatakan anak itu.

Membaca berita itu, Vicky ingin sekali membanting handphone Remy. Tapi, ia berusaha menahan emosinya. Dia pun mengembalikan handphone itu kepada Remy.

"Terus, apa yang harus kita lakuin sekarang?" tanya Juki. Mereka semua sedang berpikir keras. Beberapa saat kemudian, Yogi pun berkata.

"Percuma kita lapor polisi. Hasilnya pasti sama aja kayak kemarin. Karena, mereka semua udah kena suap," gumam Yogi. Vicky pun mengerti dengan maksud Yogi.

"Ya. Satu-satunya cara adalah, kita harus meraih simpati masyarakat. Karena, cuma mereka yang berpihak sama kita. Oleh karena itu, kita harus bisa kumpulin mereka," sahut Vicky. Yogi pun membenarkan perkataan Vicky.

"Tapi, gimana caranya biar bisa ngumpulin mereka?" tanya Juni. Remy pun menjawab pertanyaan itu.

"Gue rasa, yang bisa ngebantuin kita adalah Mikha dan..." Remy dan semua orang menatap Yogi dengan jahil. Yogi jadi salah tingkah ditatap seperti itu oleh sahabat-sahabatnya.

"Woah... jadi, kalian semua udah tahu kalau Yogi suka sama cewek? Emang gue berapa lama sih ada di penjara? Kok gue bisa nggak tahu apa-apa?" tanya Vicky dengan raut wajahnya yang berpura-pura polos. Semua member pun mendorong Vicky secara bergantian hingga laki-laki itu terjatuh dari kursi panjang yang ia duduki karena merasa geli dengan tingkah Vicky. Namun, mereka semua tetap saja merasa tidak bisa seperti dulu lagi. Karena, Jiro tidak ada bersama mereka. Ya, mereka sangat menginginkan kehadiran Jiro, untuk melengkapi kehidupan mereka...

You Must Come Back!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang