Kinan menyantap rotinya terburu-buru sambil memasang sepatunya. Hari ini Kinan terlambat karena semalam ia sibuk menonton drama Korea kesukaannya. Menurutnya, melihat oppa-oppa Korea itu lebih menyenangkan daripada memikirkan hal apa yang akan mereka lakukan esok hari.
"Ma! Pa! Kinan berangkat!" Kinan memasang helm standar lalu pergi dengan motor matic miliknya.
***
Dengan cekatan ia memarkir motornya lalu segera berlari menuju ke kerumunan yang sedang di absen.
"Kinan Putri?"
Kinan mengangkat tangannya dengan kondisi masih ngos-ngosan. "Hadir!" jawabnya.
"Abis lari pagi dek?" Para senior tertawa mengejek Kinan yang rambutnya sedikit berantakan.
"Hehehe ya gitu kak." Kinan malah cengengesan sambil mengelap keringat yang mengucur di keningnya.
"Jangan sampe terlambat lagi ya dek." Satu nasihat yang menurut Kinan tidak akan pernah bisa ia lakukan dilontarkan oleh salah satu senior yang diiringi dengan deheman dari senior lainnya.
"Gue cuma ngomong doang, elah." bantahnya yang membuat Kinan sedikit kecewa.
"Bilang aja, Wa kalo suka." kata salah satu senior cewek.
"Ntar kalo gue suka sama dia, lo cemburu lagi." senior yang bernama Dewa itu balik mengejek temannya.
"Gue gak sudi kali suka sama lo. Tipe gue tuh mirip-mirip Zayn Malik. Lah elo, setengah Zayn Malik aja gak nyampe." semua senior tertawa. Jangan lupakan para adek kelas.
"Sadis banget lo. Yaudah ntar kalau ada yang mau jadi pacar gue, hubungi nomor dibawah ini." ucap Dewa sambil menirukan gerakan ala-ala host di acara kuis.
Semuanya tertawa. "Jangan ngereceh, Wa." Kinan hanya tertawa kecil lalu kembali diam.
"Eh tapi kan tetap terlambat kan? Berarti harus dihukum dong." senior yang bernama Gilang angkat bicara.
"Yah kak, jangan dong." Kinan memelas. Usahanya agar tidak datang terlambat ke sekolah seperti mengendarai motor dengan kecepatan penuh dan hampir menabrak angkot akan sia-sia jika ia masih tetap dihukum.
"Gak perlu kali Lang. Kan siswa baru, masa langsung dihukum sih." jawab Dewa. Kinan tersenyum lega, setidaknya masih ada senior yang berbaik hati padanya.
"Yaudah kalo gitu, lo aja yang dihukum. Anggap aja lo bantuin adek kelas itu tuh siapa nama lo?"
"Kinan kak."
"Nah anggap aja lo bantuin si Kinan dengan cara lo jalanin hukumannya." Kinan menatap cemas ke arah Gilang. Kira-kira hukuman apa yang akan diberikan padanya atau lebih tepatnya Dewa jika dia mau.
"Yaudah. Hukumannya apaan?"
"Widih, gue gak nyangka lo demen ama Kinan. Yaudah, gue mau lo lari keliling lapangan 10 putaran. Gimana?" jika saja ia bukan siswa baru, mungkin Kinan tidak segan-segan untuk memaki senior satu ini. Apa ia tidak memiliki sedikitpun rasa belas kasihan padanya? Setidaknya ia menghargai usaha Kinan agar berada di sekolah tepat pada waktunya.
"Gak masalah. Sepuluh kan? Oke!" Dewa mulai bersiap-siap untuk berlari.
"Eh kak gak perlu. Aku yang salah karena terlambat, jadi aku yang seharusnya dihukum." Kinan mulai merasa bersalah.
KAMU SEDANG MEMBACA
(✔) METANOIA
Teen Fiction"Kakak gak ada kerjaan banget ya. Gak bisa berhenti gangguin aku? Salah aku apa sama kakak?" "Masih nanya salah lo apa. Mau gue kasih tau ke semua orang kalo lo itu cewek mesum?" Highest rank : #10 in putih #11 in abu # 6 in abu # 5 in abu # 4 in abu
