Aku seorang Haldo Raksawan, berjanji akan tulus berdiri di samping Audi dan mendukungnya seluruh raga. Serta bertanggung jawab atas kerusakan miliknya. Headphone maksudnya.
Jika dilihat lebih cermat lagi, headphone Audi bukan sembarang. Itu type yang aku tak tahu, namun memang jarang seperti aku. Ibaratnya hanya beberapa di Indonesia.
Headphone yang dipinggirnya terdapat tanda tangan dengan nama Andoli Xerbox. Entah siapa, artis mungkin.
Dan sekarang aku menghancurkannya. Menghancurkan bukti sejarah perjalanan Audi dengan kakaknya yang tiada. Kenangan terukir, bukti hampir kikir.
Berhubung aku bukan anak dari seorang juragan, aku putuskan akan menyicil biaya kerusakan. Kalau bilang Ibu, Ibu akan resah. Seresah hatiku menanti hati Audi.
Audi diam-diam saja, ketika aku memberitahu rencananya. Meskipun Audi menolak, aku akan tetap bertanggungjawab. Pejantan sejati dong.
"Audi," panggilku ketika Audi berjalan di depan kelasku.
"Apa?" tanyanya sewot.
Jika kau ingin tau, Audi saat ini terlihat lucu, gak bohong.
"Nih," serahku mengulurkan tangan berisi selembar kertas berwarna hijau.
"Eh," Audi mengerjap kaget. "Buat apa?"
"Headphone lo, nyicil," ucapku sembari nyengir.
Semoga saat ini Audi luluh dengan pesonaku yang mengalahkan Zayn Malik. Percayalah.
"Gak usah," tandasnya.
"Udah, nih," ucapku sembari menarik tangannya dan menempatkan uangku di atas tangannya.
Ya ampun, tangannya saja lembut binasa.
"Ya udah."
Audi berjalan hendak meninggalkanku. Aku lekas memanggilnya. Audi menoleh.
Untung Audi bukan kereta api yang dipanggil saja tak akan berhenti.
"Titip salam ke Audi Farren Andara dari Haldo Raksawan, kalau kau lupa."
[]
KAMU SEDANG MEMBACA
[BTS #01] : Andara's Wer
Short StoryDia Audi, aku memanggilnya seperti itu. Audi bukanlah seorang fangirl yang mengagung-agungkan idolanya, bukan anak populer yang semua siswa tahu, bukan juga anak sekolah yang mengutamakan gaya semata. Audi cenderung cuek, bahkan aku sempat menja...
![[BTS #01] : Andara's Wer](https://img.wattpad.com/cover/119982448-64-k214057.jpg)