29 : Audi Farren Andara

211 30 25
                                        

Setelah mendapatkan serangan bom nuklir yang tiba-tiba, hatiku merasa hancur.

Hati seorang Haldo ini sangat hancur lebur. Menerima berita Audi pindah dari Mahya sungguh membuatku buyar.

Kenapa Audi tak bilang padaku soal kepindahannya? Oh, siapalah aku? Hanya seorang Haldo Raksawan.

Mungkin Audi terlalu tak suka padaku sampai ia tak mengabariku soal ini. Mungkin karena caraku mendekatinya.

Audi menepati janjinya, bahwa aku akan mengetahui isi dari buku Audi itu. Dan sekarang saatnya. Namun ada yang menarik setelah kubaca buku Audi tadi sore. Itu buku random yang di dalamnya terdapat seorang Haldo.

Hal yang sangat membuatku haru ada di buku itu. Sungguh kembaran Harry ini tak akan melupakannya.

Apa kau ingin tau? Meskipun kau tak ingin tau, aku akan memberitahukannya secara cuma.

Beberapa puisi yang Audi tulis tentang perjalanan kami. Perjalanan Audi Farren Andara dan Haldo Raksawan.

Aneh,
Satu kata yang bersemi
Membuat wadah baru yang tak kukenali
Terjerat asa yang tak kendali

Cara yang tak pernah kuhadapi
Kau perkenalkan dengan berani
Tak memandang rasa yang kulakoni
Samangat juang yang tak kau batasi

Namun hati belum memilih
Bingung menggerogoti hati
Aku tak bisa ambil kendali
Kuserahkan semua pada ilahi

Baiklah, akan kutebak. Puisi ini mungkin ditulis Audi pada saat awal-awal aku mendekatinya. Aku tak akan lupa masa itu. Dan aku tak akan melupakanmu, Audi.

Resah kuhadapi saat memikirkanmu
Hati ini terdiam di arah tak pasti
Memilih jawaban yang tak kunjung bertemu
Betah menggantungmu di kubangan emosi

Namun salahkah kumencoba?
Menjalani semua yang terkesan pilu
Membebaskan hati untuk merasa
Menerobos jalan yang penuh liku

Namun hatiku senang bersamamu

Jadi, Audi begitu senang saat bersama seorang Haldo ini? Andai kutahu, aku akan memperbanyak waktu agar selalu bisa bersamamu Audi.

Ulat merah jambu itu menggerogoti hatiku
Geli merasa saat di dekatmu
Waktu berjalan dengan amat seru
Membuka hati dengan rasa yang sama denganmu

Hati ini tak salah sama sekali
Pada akhirnya memilih rasa yang pasti
Namun kulupa pada konsekuensi
Sebuah jarak dapat dihitung kututupi

Bukan, ini bukan jarak hati
Inginku selalu ada di sisimu
Namun bukan keharusan cinta untuk bersama
Selamat kepada pemilik hati ini, Haldo Raksawan

Audi mempunyai rasa yang sama denganku, namun benar apa yang ditulis Audi. Semua cinta memang tak harus bersama. Mungkin Audi tidak ingin menjalin cinta dengan penghalang jarak.

Audi Farren Andara, kau objek asli yang sangat amat penting di hidupku.

Audi Farren Andara, kau orang bersejarah yang mengenalkanku dengan kata berjuang.

Audi Farren Andara, kau manis dengan caramu sendiri.

Audi Farren Andara, kau dengan kekuatanmu berhasil memenangkan hati seorang Haldo Raksawan.

Kita selalu baik-baik saja.

TAMAT

[BTS #01] : Andara's WerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang