22

5.6K 631 9
                                        

"Lo pasti gak dirawat dengan bener ya?" Arsy menyisir rambut Rasya dengan jemarinya. Kasihan saja gitu sama anak 14 tahun yang sudah dibuang begitu saja sama orang tuanya. Walaupun masalahnya beda, tetap saja Arsy bisa relate rasa sakit hati karena dibuang tidak diinginkan.

Enggak tahu kenapa, Arsy langsung terikat emosi pas tahu Rasya sakit. Anak ini kan partnernya dalam kejahatan. Lagi pula, sekesal-kesalnya Arsy dipanggil Mami, dia tetap nyaman kok. Karena pada dasarnya dia entah kenapa menikmati saja gitu sandiwara jadi orang tua Rasya. Ya dipanggil ke sekolah. Dipanggil ke tempat kursus. Dipanggil polisi.

Arsy menghapus airmatanya begitu mendengar ada langkah lain yang masuk ke dalam ruangan Rasya. Sudah ketebak itu pasti biji jengkol yang suka nyelip bikin gondok alias Arya Wiratama.

"Sy, mending lo pulang dulu. Malem ini gue aja yang jaga"

Arsy masih enggak punya minat buat balas bicara sama Arya. Kenapa ya? Rasanya kesel abis waktu tahu kalau Arya itu pacaran sama Kanaya. Enggak terima kalau selama ini dia sudah berada terlalu dekat dari sumber masalah kehidupannya.

Arya mengambil kursi lalu duduk di dekat Arsy. "I'm sorry" adalah kata-kata yang dia ucapkan kemudian

Arsy sebenarnya masa bodoh. Dia sedang marah. Malas. Apalagi lihat muka Arya. Begitu-begitu, Arya itu termasuk salah satu orang yang merusak kebahagiaan Arsy.

Bukannya menyerah, Arya malah ikutan genggam tangan Rasya yang lagi Arsy genggam. Praktisnya sih cari kesempatan. "Gue minta maaf karena sudah menghancurkan rencana hidup lo, Sy"

Arsy mau juga menoleh kepada Arya. Matanya sudah berkaca dan rasanya pengen nangis aja. Tapi Arsy malah terisak dan menunduk. "Lo gak tau gimana malunya pas cewek lo itu ngerusak hidup gue di depan banyak orang"

"Iya, gue tahu. Makanya gue mau minta maaf soal Kanaya"

Arsy terisak semakin keras dan menggelengkan kepalanya

Ya ampun. Demi planet dan semua tata surya di jagad raya ini. Arya enggak pernah melihat bagaimana seorang cewek cantik yang begitu sempurna dimata Arya kelihatan terluka seperti ini

"Lo gak tau apa yang terjadi setelah kejadian itu. Gue rusak tau karena lo, gue hancur..."

Arya menganggukkan kepalanya mencoba mengerti dan menggenggam tangan Arsy yang mulus itu

"Kenapa lo gak muncul lebih cepet dan bilang itu anak lo? Kenapa lo malah biarin pernikahan orang lain hancur sih, Ya. Lo egois"

Memang. Arya itu orang paling egois yang pernah ada. Makanya dia noleh kesana kemari buat ngecek apakah ada orang lain yang menikmati tangisan cantik Arsy apa enggak. "Gue minta maaf"

"Maaf lo gak guna. Kenapa gue mesti kenal sama lo sih!"

Arya mengangguk saja. Iya. Kenapa?

"Lo sama Dimar sama aja brengseknya"

"Iya. Iya. Gue minta maaf, Sy. Gue salah banget karena ngebiarin Kanaya bilang itu anaknya Dimar. Gue minta maaf. Gue salah karena sudah menyakiti lo. Jangan nangis dong. Mending lo katain aja gue"

"Enggaaaak bisaaaa" Arsy terisak semakin kencang, "Ini rumah sakit bego. Rasya juga sakit. Lo tuh gimana sih? Rasya kok bisa sakit? Lo pasti kebanyakan ngejer Kanaya makanya lupa sama Rasya..."

Lah? Arya mengelak, "Enggak. Ya, makanya udah jangan nangis dong. Nanti Rasya tuh sedih lo nangis. Lo kan kakak legendnya dia"

"Duh. Lo itu kok gak ada rasa bersalahnya sih? Gue nangis juga meratapi hidup gue yang hancur gara-gara lo tau gak?! Lo itu laki macam apa sih kok cewenya hamil bukannya tanggung jawab malah lari"

Arya terdiam kemudian. "Iya. Iya gue salah. Bahkan Kanaya sampe keguguran juga semuanya salah gue. Bahkan gue gak memberi kepastian Kanaya sampe dia ngerusak hubungan lo sama Dimar juga karena gue. Maaf ya, Arsyta Kencana Dewi"

Lalu Arsy merasa kepalanya ditarik kedalam pelukan Arya dengan lembut.

"Maafin gue, ya. Ternyata gue udah jadi bajingan di hidup lo dari dua tahun yang lalu..."

Arsy mau mengelak tapi keburu ditahan sama Arya. Ini orang maunya apa sih

"Sekarang doain Rasya, ya? Masa Maminya Rasya nangis sih? Nanti Papi ditimpuk lagi sama Rasya"

Bugh!

"Aw! Sakit Mami!" Pekik Arya lalu melepaskan Arsy dari pelukannya

Cowok sinting. Tapi Arsy mikir juga. Memangnya kenapa sih dia marah banget ke Arya. Yang harusnya dia benci kan Damar sama Kanaya. Begini-begini Arya kan juga korban dari kebejatan mereka berdua.

TVTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang