Antara rela gak rela, tega gak tega, maafkan hyung Liz~
.
Click ☆⇨★
.
Lagi-lagi tidak dibalas, Lisa menelungkupkan diri diatas kasurnya. Ia menatap layar ponselnya, kemudian masuk ke bilah percakapan. Ia mengklik sebuah kontak, menscroll layarnya dari bawah hingga keatas. Semua hanya pesan yang ia kirimkan.
Maniknya memanas, kenapa rasanya Bambam begitu benar?
Pesannya sejak nyaris dua tahun yang lalu diabaikan sang kekasih, tak pernah dibaca apalagi dibalas. Namun terlihat jelas, pesan itu sampai dengan selamat. Tapi jika memang terkirim, lantas kenapa Ten tak membalasnya, atau bahkan membacanya?
Bambam sudah memberitahunya, jika tiga sampai enam Bulan pertama para trainee memang dilarang memegang ponsel. Namun setelahnya mereka akan dibiarkan untuk menyentuh ponsel mereka setidaknya seminggu sekali setiap libur, meskipun mereka masih dilarang untuk membuat akun sns.
Tapi kenapa? Kenapa bahkan setelah enam Bulan, tujuh, delapan, duabelas, tiga belas, tujuh belas, hingga nyaris dua tahun berlalu pesan darinya tak pernah dibalas oleh sang kekasih.
'Aku akan meraih mimpiku, tetaplah menungguku jaga hatimu untukku. Aku mencintaimu'
"Aku menunggumu phi Ten, masih menunggumu hingga saat ini dengan begitu bersabar. Tapi kenapa segalanya terasa begitu sulit? Setidaknya yakinkan diriku, jika penantianku takkan berakhir sia-sia..."
Bisikannya begitu lirih, seolah diselipkan dalam semilir angin yang berhembus lembut. Setetes liquid bening mengalir, menyusuri pipi bulat putih yang mulai memerah karena menahan perasaannya. Rasanya sesak, Lisa hanya menangis dalam diam, tanpa isakan, gadis itu menenggelamkan wajahnya pada bantal putihnya.
Aku masih sangat menunggumu Ten...
ӜHow Can I SayӜ
Siang itu cuaca agak terik kala Lisa melangkahkan kakinya memasuki bangunan besar bergaya classy, yang mana interiornya memiliki desain elegan yang tampak mewah. Setiap pasang mata yang melaluinya tertuju pada gadis dengan postur tinggi itu, bahkan hingga Lisa tiba di lobby YG Entertainment.
Lisa tersenyum tipis menghampiri wanita yang berdiri di bagian informasi, gadis itu menurunkan kacamata hitamnya.
"Permisi... Saya Lalisa Manoban, trainee baru yang berasal dari Thailand"
Seolah telah menunggu kedatangannya, wanita itu langsung tersenyum dan menunjukkan jalan padanya. Sejujurnya Lisa kebingungan, tapi toh tak apa. Ia mengendikkan bahunya sebelum mengikuti langkah wanita dengan setelan hitam tersebut, diam-diam maniknya menyusuri interior bangunan ini.
Lisa suka, karena secara keseluruhan didominasi warna hitam dengan pencahayaan minim yang terkesan misterius dan swag. Ia terkesiap, wanita itu berhenti di depan pintu sebuah ruangan. Ia mempersilahkan Lisa masuk, dan gadis itu tak punya hal lain untuk dikatakan selain terimakasih.
Tok
Tok
Krieettt
Langkah sang gadis canggung tatkala mendapati beberapa sosok dalam ruangan, seorang pria paruh baya yang wajahnya telah ia kenali dari masa audisi dahulu serta dari acara SBS KPop Star. That's right, he's our Yang sajangnim.
Ia memberi gestur agar Lisa mendudukkan diri dihadapannya, di sofa kiri duduk CEO YG K+, sedangkan disebelah kanan duduk CEO YG Stage. Gadis itu kikuk sendiri, disaat CEO YG K+ memberi tatapan menilai sedang Yang sajangnim selaku CEO utama YG Entertainment tampak puas.
"Saya sudah mengiranya Yang sajangnim, ini melebihi ekspektasi saya berdasarkan profile picture yang anda kirimkan"
"Aku sudah mengatakannya padamu CEO Park"
"Lantas bagaimana dengan penawaran saya? Sudah anda pertimbangkan?"
"Satu-satunya kendala adalah jadwal latihan"
"Itu bisa diurus nanti, Sekarang keputusan berada ditangan anda sajangnim"
Tidak ada satupun pembicaraan mereka yang Lisa mengerti, ia tak punya pemikiran sedikitpun sehingga Lisa hanya terus terdiam. Hingga Yang sajangnim menyudahi pembicaraan mereka dan menatap lurus kearahnya.
"Kami sudah mengambil keputusan. Kau memiliki tinggi 167 cm diusia 20 (19) tahun, dan kami pikir kau memiliki potensi yang baik untuk menjadi model. Tapi kau juga memiliki bakat, skill dance mu luarbiasa dan kau memiliki tipe suara yang stabil.
Oleh karena itu setiap senin hingga kamis kau akan latihan di YG Entertainment sebagai trainee idol, sedangkan jum'at dan sabtu akan kau habiskan untuk berlatih bersama pata trainer YG K+ sebagai trainee model. Bagaimana menurutmu?"
Tentu saja hari itu Lisa menerima tawaran sang pimpinan YG Entertainment dengan senang hati. Ia bisa mengeksplor bakatnya, dan juga... setidaknya kesibukan ini akan mengalihkan pikirannya dari Chittaphon.
.
...
♔
...
.
...
Tbc
...
.
...
♔
...
.
Lagi pengen refreshing guys, maaf singkat banget
Jangan lupa komen~
©RoyalistDreamers
KAMU SEDANG MEMBACA
How Can I Say? [END]
FanfictionTentang Lisa, tentang Ten, tentang Taeyong. Lisa mencintai Ten, sangat. Saat pemuda itu meminta izinnya untuk pergi meraih mimpi, Lisa tak punya pilihan selain melepasnya. Namun Ten benar-benar lepas, selayaknya layangan yang putus. Lisa berusaha me...
![How Can I Say? [END]](https://img.wattpad.com/cover/122251271-64-k948643.jpg)