Pertama-tama ada yang ingin Lucid sampaikan, ini lumayan berguna dalam membaca situasi yang terjadi dalam cerita ini.
Pertama, jika Lucid menggunakan CAPSLOCK itu berarti si tokoh sedang berteriak.
Kedua, jika itu menggunakan Italic, maka artinya tokoh itu sedang berbisik atau berbicara dengan pelan dan lembut.
Sedang yang ketiga, jika tulisannya seperti ini itu artinya si tokoh berbicara dengan nada dan volume normal okay?
Nah, gitu aja.
Oh ya, chapter ini bagusan sambil denger lagunya AKMU ㅡ Will Last Forever
.
Okay, then happy reading!
.
☆lucid☆
.
Waktu berjalan tanpa disadari, membawa mereka pada adegan klimaks sekaligus penutup dari rangkaian syuting MV selama tiga hari ini.
Ruangan yang digunakan adalah ruang kamar lain yang telah disulap oleh kru produksi, menyerupai sebuah kamar apartemen yang seolah dihuni oleh Lisa dan Ten. Keduanya memegang script masing-masing, mendengarkan arahan dari sutradara dan PD-nim tanpa menatap satu sama lain.
Karena konsep kisah dalam MV mereka adalah si gadis yang masih mencintai mantannya, maka Taeyong pun akan terlibat adegan dalam scene keduannya.
Maka syuting pun dimulai.
Ten dan Lisa duduk berhadapan di atas bantal duduk, terhalang oleh sebuah meja persegi berwarna cokelat. Lisa duduk menghadap counter dapur, sedangkan Ten yang berhadapan dengannya dalam posisi membelakangi.
Mereka akan bercengkerama sesuai tuntutan naskah, dan Taeyong akan mulai beradegan di counter dapur. Ia melakukan beberapa aktifitas kecil disana, seperti meminum air dan membuat pancake. Yah, kalau kemampuan memasak Taeyong sih tak perlu diragukan.
Adegan ini akan diberi efek cg dan melalui proses mixing oleh tim editing, sehingga dalam MV nanti adegan ini akan sukses menjadi kenangan Lisa akan sosok mantan kekasihnya yang diperankan oleh Taeyong.
Saat itu keduanya duduk dalam diam, padahal seharusnya keduanya bercengkerama, namun kabut kecanggungan itu terlalu tebal menyelimuti keduanya. Hingga kamera mulai merekam Lisa masih terdiam, sebelum remasan lembut dirasakan sang gadis di atas tangannya.
Ia terkejut, itu Ten yang kini telah menempatkan jemari mungil sang gadis dalam genggamannya yang pas. Lisa terlalu terkejut, Ten menatapnya lembut, dengan seulas senyum penuh Kasih yang begitu ia rindukan. Ten mulai berbicara, berakting dengan sangat baik.
Ya, Ten melakukannya dengan baik. Terlalu baik malah, hingga rasanya Lisa ingin kabur dari tempat ini sekarang juga. Begitu halnya dengan Taeyong, ia melanjutkan aktifitasnya di balik punggung Ten dengan baik.
Lisa terjebak dalam dimensinya, melemparkan dirinya kembali ke masa dimana keduanya masih bersama. Ten menatapnya dengan lembut, bibirnya masih terus mengucapkan kata-kata yang terasa pahit di lidah Lisa.
Tentu saja, ia tahu benar. Semua itu palsu, ini semua hanya akting. Kenyataan yang menamparnya ke dunia nyata, jadi fokus Lisa beralih dari paras Ten saat itu. Menatap sosok pemuda lain di balik punggungnya, bertemu pandang dengan ice gaze yang menatapnya penuh arti.
KAMU SEDANG MEMBACA
How Can I Say? [END]
FanficTentang Lisa, tentang Ten, tentang Taeyong. Lisa mencintai Ten, sangat. Saat pemuda itu meminta izinnya untuk pergi meraih mimpi, Lisa tak punya pilihan selain melepasnya. Namun Ten benar-benar lepas, selayaknya layangan yang putus. Lisa berusaha me...
![How Can I Say? [END]](https://img.wattpad.com/cover/122251271-64-k948643.jpg)