Love is blind. Because whenever I get hurt by him, I can't do anything but to keep falling for him
Ada iblis membelah malam dengan membawa seluruh kemarahannya.
Satu tangannya berada di roda kemudi, tangan yang lain menahan ponsel tetap menempel di telinganya, mendengarkan apapun dengan bibir terkatup rapat dan mata semerah darah.
Sampai pada sebuah gang yang terletak tepat di samping sebuah bar ternama di kota ini, dia berhenti. Setelah membanting pintu mobil, ia menyimpan ponsel ke dalam saku dan berjalan memasuki gang dengan langkah mematikan.
Gang itu jalan buntu dan tidak terlalu dalam. Hanya difasilitasi oleh sebuah lampu jalan yang kini temaram. Sinar remangnya menerangi kardus-kardus milik klub malam. Beberapa di antaranya penuh dengan botol minuman keras hingga tumpah dan menggelinding.
Namun Dewa tidak mengindahkannya. Matanya terkunci pada kerumunan orang yang berada di ujung gang sana, tepat di bawah lampu. Dengan satu orang terduduk di atas bangku lusuh, tertunduk dengan sisi wajah terparut dan berdarah, dan jelas sekali dalam pengaruh alkohol.
Dewa berhenti tepat di depannya, mengawasi dan berusaha menahan diri di bawah pengaruh dengung kemarahan yang membuatnya buta dan tuli.
" Lo hajar, Yon?" Dewa bertanya dengan dingin.
Sosok yang merasa terpanggil menggeleng.
" Lo suruh kita ngawasi dia, De. Tapi namanya orang mabuk nggak punya otak, ya. Dia nyebrang jalan terus kesrempet sedan punya konglomerat kota sebelah." Ucap Yoni bersedekap. " Daripada kita ada masalah, gue bawa aja dia sembunyi."
Dewa mengawasinya beberapa saat, kemudian menghembuskan nafas panjang. Ia membungkuk untuk menatap wajah yang tertunduk itu.
" Samuel?" Panggil Dewa dingin, " Bisa mendengarku?"
Samuel hanya membuka matanya beberapa mili sebelum bergumam tidak jelas, kemudian menutup mata lagi dan terhuyung ke samping, yang buru-buru ditahan oleh orang lain selain Yoni.
" Ceweknya kabur." Ucap Juna jijik melihat sosok yang kini bersandar di tubuhnya.
" Sekarang giliran lo jelasin, De. Lo kenal dia?" Tanya Yoni menunjuk sosok menyedihkan itu dengan dagunya, " Dilihat dari penampilannya, dia bukan orang biasa. Racauannya juga pakai bahasa alien."
Dewa hanya mengangguk dengan mata masih terpancang pada Samuel. Yoni berdecak.
" Biasanya nih, kalau lo udah ngeliat orang pakai mata kayak gitu, gue bisa pastikan dia babak belur, De." Ucap Yoni, " Tapi paling nggak kasih tau gue siapa orang yang bikin lo sampai semarah ini. Dia bukan musuhnya Reno, kan?"
Dewa menggeleng, kemudian menghela nafas kembali, kali ini untuk menahan dorongan menenggelamkan tinju di hidung mancung itu.
" Bawa ke mobil gue." Kata Dewa datar dan berbalik.
" Hah?"
" Gue kenal dia dan dia bukan orang biasa. Ada baiknya kalian nggak terlibat."
" De! Elah! Lo tiba-tiba nyuruh kita datang dan ngawasi dia, cowok rambut mirip tikus yang mabuk dan baru aja keluar bar sama cewek! Gue nggak lihat masalahnya dimana kecuali jelas mereka mungkin mau ONS an, dan lo masih nggak mau kasih penjelasan? Kita nggak bisa seenaknya..."
" Yon!" Dewa memotong dengan suara rendah yang dia punya, membuat Yoni terbungkam seketika.
" Sori, tapi ada baiknya kalian cukup tahu sampai di sini saja." Ucap Dewa mengusap pelipisnya, " Bawa dia ke mobil."
Yoni, Juna dan tiga orang lainnya saling pandang, namun mereka tidak mempunyai pilihan selain patuh. Kelimanya membantu Samuel yang tengah dikuasai alkohol, memaksanya bangkit sehingga ia mengerang tidak suka. Kepalanya terasa berat sekali dan ia merasa melayang. Laki-laki itu membuka mata dengan susah payah dan mengerutkan kening ketika dalam sela ketidaksadarannya, ia masih mengenali sosok di depannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ENTWINED [COMPLETED]
Romance"Kamu melepaskanku dan aku melupakanmu. Itu wajar." Mana berhak Nala menyebutnya 'mantan'? Kata Jess, bertemu mantan adalah salah satu hal tersulit yang akan ditemui dalam hidup. Oh bukan! Mana berhak Nala menyebutnya mantan? Lebih tepatnya bekas-or...
![ENTWINED [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/120972213-64-k835583.jpg)