Tiga dua ; Kekosongan

11.4K 2.3K 191
                                        

Dia hanya selembar kertas yang setiap ujungnya terikat kuat ke masing-masing sisi. Melayang di udara, dipanggil oleh api neraka di bawahnya. Takahiro berusaha tetap bertahan, sekali pun terkurung di dalam gelap, empat tali yang mengikatnya sudah lebih dari cukup mejadi pilar.

Lalu satu tali terputus. Orangtuanya meninggal di tangan adik kandungnya sendiri. Takahiro masih baik-baik saja. Dia tetap yakin harus bertahan dan kuat untuk tiga tali yang tersambung padanya, hidup dalam perlindungan mutlaknya.

Takahiro sudah tidak bisa menjadi 'anak'. Dia berubah menjadi figur seorang kakak sepenuhnya. Dia melakukan apapun yang dia bisa, segala yang sanggup dia lakukan demi menyambung hidup adik-adiknya.

"Aku mencintai Mitsuki, Takahiro."

Satu kalimat singkat, membuat satu tali yang lain terputus. Tidak perlu diungkapkan seberapa besar kesedihan yang dia tanggung, sesakit apa perasaan yang dia rasakan saat seseorang yang selalu dia lindungi, justru 'memutus' ikatan dengannya demi seseorang yang baru.

Takahiro tetap kuat. Ada dua tali yang lain dan masih mengikatnya erat. Dia kembali melanjutkan hidup. Karena kalau dia tumbang, adik-adiknya akan menghilang.

"Menikahlah dengan Rui, Fuyumi."

Kali ini giliran Takahiro yang melepaskan satu tali. Untuk masa depan adiknya, untuk kebahagiaan Fuyumi. Semua wanita di mata Takahiro harus menikah, adik gadisnya terlalu cantik untuk dibiarkan selamanya sendiri.

Takahiro baik-baik saja. Dia sudah nyaris jatuh ke dalam jurang, terbakar oleh api yang menunggunya di bawah sana dengan tidak sabar. Namun ada satu tali yang tetap bertahan, semakin tebal dan kuat. Sanggup menopang sendiri kertas yang dulunya hanya bertahan jika terikat ke empat sisi.

Takahiro itu kuat. Namun tanpa ikatan dia tidak lebih dari monster pembunuh yang tidak memiliki alasan hidup. Itu sebabnya dia bersyukur karena Chinatsu masih bertahan di sisinya, menggenggam tangan Takahiro erat, berjanji tidak akan melepaskannya.

Tubuh kecil dan lemah itu, bisa mengendalikan dua jiwa monster yang terdapat dalam satu tubuh. Senyuman lebar dan ceria itu ... selalu sanggup meredam kemarahan yang nyaris membuatnya mengamuk.

Tapi ...

Takahiro melihat seorang pria yang bersiap melesatkan anak panahnya. Sulung Eiji berlari sambil mengeluarkan katana. Dia tidak akan sempat kalau harus memotong anak panah karena Chi menghalangi jalannya. Karena itu, sekuat tenaga Takahiro melemparkan katana dan menghantam kepala musuhnya tepat.

Sayangnya, usahanya tidak berbuah manis. Yang dia lihat justru Chi jatuh dengan sebuah anak panah yang menembus punggungnya. Tubuh Chi tidak bergerak lagi, dia dilukai tepat di depan mata Takahiro sendiri.

"Sebenarnya, apa yang kau lindungi?"

Pandangan Takahiro menggelap. Saat dia berkedip, dia berada di sebuah ruangan gelap. Tidak ada satu pun yang bisa dia lihat, kecuali pria yang serupa dengannya, menatap Takahiro tajam, dengan iris merah yang berkilat marah.

"Apa yang ingin kulindungi?" Takahiro bertanya pada dirinya sendiri. Dia menoleh ke kanan, ada orangtuanya yang tergeletak bersimbah darah. Takahiro menoleh ke kiri, ada Fuyumi yang terbaring dengan wajah pucat dan kondisi mata terbuka. Takahiro meluruskan pandangan, Kou duduk bersandar dengan tubuh bermandi darah.

Lalu Takahiro berbalik. Dia menganga, suaranya mendadak lenyap. Ada Chinatsu yang mati dengan sebuah anak panah yang menembus punggungnya.

"Apa yang ingin kulindungi?" Takahiro terkekeh geli. Dia menatap Shinigami meminta jawab, "aku kehilangan mereka di depan mataku sendiri."

Yami No TenshiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang