This is my Birthday

281 16 2
                                        

Ino telah sampai di tempat yang dituju.  Dia menghela napasnya dan menghembuskan perlahan.  Sebelum turun dia merapikan rambutnya.

"Saatnya tiba... Inilah hari baru dalam hidupku.  Aku akan menjadi Ino yang lebih baik lagi.  Kau percaya kan? " kata Ino sambil menatap cermin di mobilnya.

Tak lama Ino ke luar dan mengunci mobilnya.

Dia berjalan melewati deretan nisan yang tertata rapi.  Di tangannya tergenggam kertas kecil bertuliskan letak makam Sai , orang yang ternyata telah mencuri hatinya.  Lelaki yang penyabar dan hangat.  Lelaki yang mengisi hatinya dan semua itu terlambat dia sadari.

Perjalanan ke makam Sai terasa sangat lama dan menyiksa.
Setiap kenangan , setiap ucapan kembali membanjiri pikiran Ino..
"Sai.. Apa kabarmu?  Aku merindukanmu. "

Ino menggenggam kalung yang pernah diberikan Sai,  kalung yang dulu tidak pernah dia hargai. Namun sekarang benda itulah yang selalu dia genggam saat sedih maupun gembira. 

Benda itulah yang membuatnya tenang.
Semua kenangan di pikirannya membuat air matanya kembali menetes.

"Ah,  aku sudah berjanji tidak akan menangis lagi," cepat-cepat Ino menghapus air matanya.

"Ah... Ini rupanya makammu, " kata Ino sambil berlutut dan mengusap nisan putih itu.

"Hai, Sai.  Kangen ga kamu sama aku?  Lama yaa kita ga ngobrol.  Tahu ga Sai ga ada kamu yang ngomel-ngomel jadi sepi hidupku," ujar Ino sambil mengusap nisan itu.

"O iya,  aku bawakan Mawar putih.  Yah... Aku tahu kamu ga suka bunga,  hehehe tapi sekarang kamu ga bisa protes.. Supaya tempat istirahatmu jadi Indah, Sai. " tak terasa air mata kembali menetes di pipi Ino.

"Sai.. Maaf aku ga bermaksud nangis di depan kamu.  Aku dah janji ga akan cengeng dan manja lagi. Kamu tenang di sana ya. "

"O,  ya... Hari ini aku ulang tahun loh... Kalau ada kamu pasti dari pagi kamu dah cerewet membangunkan aku terus antar aku ke gereja pagi buat bersyukur. "

"Hehe,  benar kan? "

Tiba-tiba ponsel Ino berbunyi.

"Hei.. Kamu ada di mana?  Cepetan ke Panti ya.... Aku dah otw ke sana, " teriak Sakura dari ponselnya.

"Siap, Boss.  Aku sebentar lagi ke sana. "

"Sai.. Aku lupa hari ini ada acara di Panti Asuhan Ananda,  ulang tahunku dirayakan di sana.  Tadi Sakura menelponku.  Dia,  Hinata dan yang lain sudah otw ke sana. "

"Aku pergi dulu ya, Sai.  Berbahagialah dan istirahatlah dalam damai. "

Kembali Ino mengusap lembut nisan Sai.. Seakan-akan Sai lah yang ada di hadapannya.

"Sai... Aku merindukanmu, " batin Ino

              ----------------------------------

Hai,  maaf yaaaa baru sekarang update.. Banyak banget tugas di sekolah soalnya.

Jangan lupa comment dan votenya yaaaa biar semanget lagi nih nerusin ceritanya.

Happy reading yaaaaaaa. 💞💞

Thin Line ( Completed )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang