Seumur hidup, gue gak pernah membayangkan diri gue sendiri akan berakhir di rumah sakit karena ditusuk orang. Gue membuka mata gue perlahan. Hal pertama yang gue lihat ada langit-langit yang dicat putih. Gue mencium aroma asing yang menyengat indra penciuman gue. Aroma khas rumah sakit.
"Cha...Ocha..."
Gue mendengar seseorang memanggil nama gue. Gue melayangkan tatapan gue ke samping dan mendapati sosok tinggi dengan senyum manis yang sama sekali gak asing di mata gue.
"Mas Iko," ujar gue dengan suara berdecit. Gue melihat Mas Iko tersenyum.
"Syukur, deh. Kamu udah sadar," kata Mas Iko lalu mulai mengecek keadaan gue.
"Udah berapa lama aku disini, Mas ?" tanya gue dengan suara yang teramat pelan. Tenggorakan gue sakit, kepala gue pening dan perut sebelah kanan gue serasa ditusuk-tusuk.
"Dua hari," kata Mas Iko.
"Dua hari ?!"
Demi apa gue udah ada di rumah sakit dua hari ? Terus schedule para member gimana ? Ya, ampun ! Para member ! Mereka gimana ?! Pikiran gue langsung terfokus pada Suho.
"Mas Iko,"
"Ya, Cha,"
"Aku mau pulang ke dorm."
Mas Iko menggenggam tangan gue pelan. "Nanti, ya, Cha. Kalau udah sembuh."
Gue menggeleng. "Aku mau pulang sekarang, Mas," kata gue. Tanpa terasa air mata gue udah jatuh ke pipi.
"Cha, jangan nangis. Kalau waktunya pulang pasti kamu bakalan pulang, kok. Sekarang kamu harus tetap disini supaya saya bisa terus kontrol keadaan kamu," kata Mas Iko. Dia menghapus air mata gue dengan gerakan yang sangat lembut.
Gue melihat pintu ruang rawat gue terbuka. Dan gue melihat HaHa manager masuk. HaHa manager membungkuk ke arah Mas Iko, sementara Mas Iko juga ikut membungkuk dan melempar senyum.
"HaHa manager," kata gue lalu berusaha bangkit dari tempat gue. Tapi kemudian gue menyesal karena gue merasakan sakit luar biasa di perut bagian kanan gue.
"Jangan banyak bergerak. Nanti jahitannya kebuka lagi," kata Mas Iko seraya membaringkan gue lagi ke tempat tidur.
"HaHa manager, para member gimana ?" tanya gue.
HaHa manager terdiam sebentar. Kemudian dia menjawab, "Mereka semua baik."
"Suho ?"
HaHa manager menganggukan kepala. Dan gue bisa bernapas dengan lega karena para member baik-baik aja.
"Dok, bagaimana keadaan Ocha ?" tanya HaHa manager ke Mas Iko.
"Sejauh ini baik-baik saja. Beruntung Ocha cepat-cepat dibawa ke rumah sakit dan di operasi," jelas Mas Iko dengan menggunakan Bahasa Korea. Ini pertama kalinya gue mendengar Mas Iko berbicara dalam bahasa Korea. Dia kedengaran kayak orang Korea asli.
"Kamu harus banyak istirahat. Sampai waktu yang tidak ditentukan, aktivitas EXO akan dibekukan. Jadi kamu gak perlu kerja. Apa kamu mau pulang ke Jakarta ?" tanya HaHa manager.
Apa ? Aktivitas EXO dibekukan ? Tapi kan mereka lagi promosi album baru mereka ?
"Ocha..." panggil HaHa manager karena gue cuma diam.
"Aku gak mau pulang ke Jakarta. Aku akan tetap stay disini," kata gue.
Gue gak mau pulang ke Jakarta dalam keadaan kayak gini. Bisa-bisa, Bokap ngamuk dan dia bakal ngelarang gue untuk kerja sebagai manager. Gue udah terlalu menikmati pekerjaan gue sebagai manager EXO. Gak peduli kalau gue udah dua kali kena apes karena jadi manager EXO. Gue bertekad untuk mempertahankan pekerjaan gue sampai akhir. Ini udah jadi resiko yang harus gue tanggung karena gue memilih pekerjaan ini. Selain itu, kalau misalnya gue sampai melepas pekerjaan gue sebagai manager, gue benar-benar gak tahu harus ngapain.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Manager [Completed]
FanfictionJadi manager EXO ?? Well...gimana rasanya ??? Selama hampir dua puluh tiga tahun gue hidup, gue ngerasa kehidupan gue biasa aja. Gue mengharapkan sesuatu yang 'WAH' terjadi dalam hidup gue. Sampai pada akhirnya sesuatu yang 'WAH' itu terjadi. Tapi...
![The Manager [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/123055187-64-k769505.jpg)