Gue sedang melakukan sebuah riset mengenai "apakah hidup seorang Ocha menjadi terlalu drama ?". Dan hasilnya...YA ! Hidup gue sangat drama sekarang. Bekerja sebagai manager idola favorit gue, disukai dua member idol group favorit gue dan kemudian terjebak cinta segi empat antara dua member idol group favorit gue dan laki-laki pilihan Bokap. Oke, sinetron atau drama mana yang bisa menandingi ke alay-an dan ke lebay-an drama hidup gue ? Oh, jangan lupakan gue berbagai tragedi yang gue alami selama gue menjadi manager EXO. Hidup gue sekarang terasa begitu 'WAH !' dengan berbagai drama yang gue alami sesuai dengan doa-doa gue selama ini. Dan gue benar-benar gak suka dengan hidup gue yang sekarang.
"Senggaknya doa lo terkabul," ujar Anas membuat gue mengerucutkan bibir.
"Kenapa sih hidup gue sekarang se lebay ini ?" ujar gue membuat tawa Yoan meledak.
"Makanya jadi orang tuh kalau doa jangan aneh-aneh. Tuh baru tahu rasa kalau doanya terkabul," timpal Yoan membuat gue semakin keki.
"Terus gue harus apa ?" tanya gue seraya menatap wajah kelima sahabat gue di laptop. Kami semua terhubung lewat skype dan gue baru sadar kalau kita berenam udah ngobrol selama tiga jam lamanya.
"Pilih satu lah ! Bingung amat," kata Kisti membuat kepala gue semakin sakit.
"Yaaaa gimana gue bisa milih kalau gue sendiri gak tahu suka sama siapa ?!" seru gue frustasi.
"Wah....Ocha. Dulu aja minta ditaksir sama orang. Sekarang giliran ditaksir sama orang, tiga orang pula, malah bingung pilih yang mana. Gak bersyukur nih," kata Tasha.
"Kalau misalnya lo ditaksir Kyuhyun, Baekhyun dan Ardan. Lo bakal pilih siapa ?" tanya gue ke Tasha. Ardan adalah cowok yang katanya lagi dekat sama Tasha dan berpotensi jadian sama Tasha. Tasha terlihat berpikir dan gak bisa menjawab pertanyaan gue.
"Ocha masih inget kan kata-kata Meta waktu itu ?" tanya Meta tiba-tiba karena sedari tadi dia cuma diam mendengarkan celotehan gue dengan Tasha, Kisti, Yoan dan Anas.
Gue menghela napas. "Ya, Met. Gue inget."
"Meta ngomong apaan ke lo ?" tanya Kisti.
"Ada deh ! Mau tahu ajah !" seru gue lalu menjulurkan lidah gue untuk meledek Kisti.
"Atau jangan-jangan lo masih belum move on dari Angga," kata Yoan. Awalnya gue berpikir demikian. Tapi kemudian setelah gue kembali mendalami perasaan gue sendiri, gue sama sekali udah gak ada rasa sama Angga.
"Gue udah fine sama Angga. So..."
Gue mendengar bel pintu apartemen gue dibunyikan.
"Ada yang dateng. Kayaknya gue harus udahan dulu deh. Bye gais !!" kata gue lalu memutus sambungan skype dengan teman-teman gue.
Gue baru aja akan beranjak menuju pintu. Tapi kemudian gue mendengar suara pintu apartemen gue yang terbuka. Gue segera berlari menuju pintu dan melihat seorang cowok bertubuh tinggi dengan kaus hitam dan celana training dengan wajah tertutu masker berdiri di ambang pintu.
"Kenapa lama banget sih bukanya ?" ujar Chanyeol seraya melepas maskernya.
"Kamu gimana bisa masuk ?" tanya gue kaget.
"Password apartemen kamu masih sama dan gak diganti," kata Chanyeol lalu nyelonong masuk ke dalam apartemen gue dan duduk di sofa.
"Kamu ngapain ke sini ?"
"Ingin memastikan sesuatu," kata Chanyeol.
"Memastikan apa ? Aduh, Chanyeol. Tolong dong kamu jangan aneh-aneh. Aku gak mau kena masalah," kata gue membuat Chanyeol terdiam menatap gue.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Manager [Completed]
FanfictionJadi manager EXO ?? Well...gimana rasanya ??? Selama hampir dua puluh tiga tahun gue hidup, gue ngerasa kehidupan gue biasa aja. Gue mengharapkan sesuatu yang 'WAH' terjadi dalam hidup gue. Sampai pada akhirnya sesuatu yang 'WAH' itu terjadi. Tapi...
![The Manager [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/123055187-64-k769505.jpg)