30. Sadness

1.4K 142 12
                                        

Pagi hari gue terbangun dengan keadaan sehat luar biasa. Ya, gimana gue gak merasa sehat luar biasa. Selama dua hari di apartemen kerjaan gue itu cuma makan, tidur dan pergi ke kamar mandi. Gue bener-bener istirahat total untuk memulihkan keadaan tubuh gue yang tumbang karena kecapekan dan juga stress. Sebenarnya gak cuma itu aja sih yang bisa bikin gue jadi kembali sehat. Kalau bukan karena Mas Iko yang selalu stand by di apartemen gue dari pukul tujuh pagi sampai pukul sepuluh malam hanya untuk sekedar menyuruh gue makan, minum obat, dan tidur—kadang sesekali dia juga ngecek tensi gue yang sempat drop karena memang gue punya riwayat darah rendah—mungkin gue masih tekapar di kasur dan gak sembuh-sembuh.

From : Mas Ganteng

Kalau saya dateng kamu belum sarapan dan minum obat, saya kasih tahu papa kamu kalau kamu sakit

Gue melongo saat melihat sticky note dari Mas Iko yang tertempel di kulkas. Gue menarik sticky note itu dan mendecih pelan. Gue sama sekali gak menyangka kalau cowok macam Mas Iko ternyata bisa narsis dan mengdeklarkan dirinya itu ganteng.

Gue membuka kulkas dan mengambil sisa sup semalam lalu menghangatkannya di kompor. Gue duduk di kursi meja makan sambil menyantap sarapan gue tanpa berselera. Setelah beberapa suap gue makan, gue pun berhenti dan memutuskan untuk meminum obat gue. Disaat yang bersamaan, gue mendengar suara bel pintu apartemen gue dibunyikan. Dan gue sudah bisa menebak siapa yang datang ke apartemen gue pagi-pagi gini.

"Pagi Mas Ganteng !" sapa gue ketika membuka pintu.

"Pagi Mas Ganteng !" sapa gue ketika membuka pintu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Mas Iko sontak tertawa.

"Pagi Mbak Cantik ! Sudah sarapan ?"

"Sudah, Mas Ganteng."

"Sudah minum obat, Mbak Cantik ?"

"Sudah, Mas Ganteng."

"Wahh...Mbaknya sudah cantik pintar pula," kata Mas Iko membuat gue mendengus.

"Ngeledek, Mas ?" gue berbalik dan berjalan masuk ke dalam apartemen sementara Mas Iko mengikuti di belakang gue.

"Udah enakan, Cha ?" tanya Mas Iko.

Gue mengangguk. Gue kembali beranjak menuju meja makan untuk membereskan sisa sarapan gue. Kemudian gue kembali menemukan sticky note dari Mas Iko yang gue tempel di meja. Gue mengambil sticky note lalu berjalan menghampiri Mas Iko yang sedang duduk di sofa seraya mengeluarkan alat tensi, stetoskop dan thermometer. Gue tersenyum jahil ke arah Mas Iko lalu menempelkan sticky note itu di dahi Mas Iko.

"Ocha !" seru Mas Iko sementara gue cuma ketawa ngakak.

"Ternyata Mas Iko bisa narsis juga yaa ngatain diri sendiri ganteng," kata gue.

Mas Iko melepas sticky note yang gue tempelkan di dahinya dan menatapnya dengan senyum geli.

"Bukan saya lho yang bilang saya ganteng. Kamu sendiri yang bilang saya ganteng."

The Manager [Completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang