Author's POV
Untuk sejenak, Chanyeol sama sekali gak bisa berkata apa-apa. Melihat Iko di depannya seperti ini membuat kalimat yang sudah Chanyeol persiapkan jauh-jauh sebelumnya seakan menguap begitu saja. Chanyeol merasa agak sedikit.....terintimidasi.
Oh, ya ampun ! Bagaimana mungkin Chanyeol merasa terintimidasi oleh seorang laki-laki yang bahkan gak lebih tinggi dan ganteng dari dirinya ?
Chanyeol seakan menyadarkan dirinya sendiri kalau dia adalah rapper paling ganteng di EXO dan punya jutaan fans di luar sana. Chanyeol gak seharusnya terintimidasi oleh seorang laki-laki lulusan fakultas kedokteran di sebuah universitas ternama di Seoul dan punya wajah yang mirip salah satu aktor Korea yang Chanyeol lupa namanya. Tunggu sebentar...apa karena itu Chanyeol merasa terintimidasi ?
Di sisi lain Iko merasa bingung saat nomor tak dikenal yang ternyata adalah nomor Chanyeol menghubunginya dan meminta dia untuk bertemu. Karena kebetulan saat itu Iko akan menjemput Ocha untuk date pertama mereka, jadi Iko meminta Chanyeol untuk menemuinya di lobby apartemen Ocha.
Sama halnya seperti Chanyeol, Iko juga merasa terintimidasi jika berada di dekat Chanyeol. Bagaimana tidak ? Chanyeol adalah rapper dari salah satu idol grup ternama di Korea Selatan yang punya jutaan fans di luar sana. Wajahnya jelas lebih ganteng, tubuhnya lebih tinggi dan atletis dibandingkan Iko yang hanya memiliki tinggi 178 cm serta wajah perpaduan sunda, jawa dan sedikit oriental. Dan Park Chanyeol adalah saingan terberat Iko selama bertahun-tahun untuk merebut hati Ocha.
"Jadi, ada apa ?" tanya Iko yang terdengar begitu tenang dan beribawa di telinga Chanyeol. Padahal di balik suara Iko yang tenang dan beribawa itu tersimpan rasa gugup yang amat luar biasa.
"Aku hanya ingin kamu berjanji satu hal padaku," kata Chanyeol dengan suara beratnya yang mampu membuat gadis mana pun bertekuk lutut. Iko pun gak heran kalau Ocha begitu menyukai Chanyeol dan menempatkan Chanyeol sebagai member favorit di urutan pertama.
"Berjanji soal apa ?" tanya Iko.
"Jangan pernah buat Ocha nangis. Aku gak akan segan-segan untuk merebut Ocha dari kamu kalau kamu ngebuat dia nangis," kata Chanyeol membuat Iko tertawa pelan. Dan itu membuat Chanyeol merasa tersinggung.
"Kamu kenapa ketawa ?" tanya Chanyeol.
Iko menggeleng. Entah kenapa Iko mulai merasa menyukai Chanyeol. Kata-kata Chanyeol benar-benar memotivasi dirinya untuk mewujudkan mimpinya yaitu membuat Ocha tertawa.
Tatapan Chanyeol kini tertuju kepada suatu arah di mana Ocha berdiri di dekat pintu lift. Iko ikut melihat ke arah Ocha yang nampak manis dan cantik seperti biasanya dengan jeans, dan blouse warna biru muda yang dipandakan dengan cardigan.
"Dia terlalu cantik buatmu," kata Chanyeol membuat Iko lagi-lagi terkekeh.
"Apa menurutmu aku menyukai Ocha hanya karena dia cantik ? Aku bahkan sudah lama menyukai Ocha sebelum dia secantik sekarang. Kamu pasti bakal kaget kalau melihat Ocha yang dulu seperti apa."
"Memangnya dulu Ocha seburuk apa ?" tanya Chanyeol.
Bayangan Ocha dengan tubuh gempal, kulit gelap dan wajah bundar seperti bakpao gosong langsung terlintas di pikirannya.
"Yang jelas sangat jauh dari ekspetasi kamu," kata Iko.
Chanyeol mendecih pelan. "Pokoknya, sekali kamu bikin Ocha nangis. Siap-siap kamu akan kehilangan Ocha. Karena asal kamu tahu..." Chanyeol diam sebentar. Matanya kembali menatap Ocha yang masih berdiri di tempatnya. "dia juga mencintaiku."
"Aku tahu," sahut Iko.
Chanyeol menundukan kepalanya dan menatap sepatunya yang berwarna putih cerah.
"Kamu beruntung," kata Chanyeol.
"Beruntung ?" tanya Iko.
"Sebab Ocha bisa mencintaimu sebagai seorang pria. Sementara aku, aku hanya bisa dicintai Ocha sebagai idola," kata Chanyeol.
Entah mengapa Iko merasa iba terhadap Chanyeol.
"Kamu akan mememukan orang yang tepat di saat yang tepat," kata Iko.
"Buatku, Ocha adalah yang tepat. Tapi tidak dengan Ocha," timpal Chanyeol.
"Diluar sana akan ada 'Ocha' lainnya untukmu," kata Iko membuat Chanyeol terkekeh.
"Benarkah ?"
"Jodoh tak kemana dan tak tertukar," kata Iko membuat Chanyeol merasa sedikit tertusuk. Ya, dirinya dan Ocha memang tak ditakdirkan untuk berjodoh. Entah mengapa rasanya sakit.
"Aku harap kamu bisa memegang janjimu untuk tidak membuat Ocha menangis," kata Chanyeol.
"Aku akan memegang janjiku," kata Iko mantap.
Chanyeol mengganggukan kepalanya.
"Chanyeol..." ujar Iko membuat Chanyeol menatap laki-laki itu. "Terima kasih karena selalu menghibur dan membuat Ocha tertawa di saat aku tak memiliki keberanian untuk melakukan hal itu," kata Iko sukses membuat Chanyeol tersenyum miring.
"You're welcome, bro," kata Chanyeol lalu pergi meninggalkan lobby apartemen.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Manager [Completed]
FanfictionJadi manager EXO ?? Well...gimana rasanya ??? Selama hampir dua puluh tiga tahun gue hidup, gue ngerasa kehidupan gue biasa aja. Gue mengharapkan sesuatu yang 'WAH' terjadi dalam hidup gue. Sampai pada akhirnya sesuatu yang 'WAH' itu terjadi. Tapi...
![The Manager [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/123055187-64-k769505.jpg)