26. Ring and Bracelet

2.3K 130 0
                                        

Mas Iko terus-terusan bersendawa pas kita turun dari puncak Sikunir. Badannya juga rada anget pas gue gak sengaja megang tangan dia. Beberapa kali dia juga ngeluh badannya sakit, kembung dan mual. Fix, dia masuk angin. Kami sedang duduk di warung kopi yang ada di kawasan wisata puncak Sikunir. Gue memesan air jahe untuk Mas Iko dan teh hangat untuk Chanyeol, Baekhyun, Suho dan Chen.

"Mas Iko beneran gak papa ?" tanya gue khawatir karena muka dia keliatan pucet banget. Yaa gimana gak pucet orang dia udah tiga kali bolak-balik ke kamar mandi umum buat muntah.

Mas Iko mengangguk. Dia mengambil gelas berisi air jahe dan meminumnya sampe abis.

"Nanti aku cariin obat masuk angina yaa. Kalau obat masuk angin yang paling ampuh apa, Mas ? Sebagai dokter Mas Iko pasti yang paling tahu," kata gue.

"Di dalam dunia medis itu gak ada yang namanya masuk angin. Jadi kalau saya ditanya obat masuk angin apa ya saya gak tahu," kata Mas Iko. Sementara gue cuma menggaruk kepala bingung.

"Gimana kalau kita balik ke penginapan aja ?" kata Suho.

Gue mengangguk setuju. Tapi kemudian gue berpikir, siapa yang bakal nyetir sementara Mas Iko aja kondisinya lagi kayak gini.

"Kunci mobil mana ?" Chanyeol menjulurkan tangannya ke Mas Iko.

"Buat apa ?" tanya Mas Iko.

"Kamu gak mungkin nyetir dalam keadaan kayak gini. Biar aku yang nyetir," kata Chanyeol.

"Stir mobil di Indonesia beda lho sama stir mobil di Korea," kata Mas Iko.

"Gak masalah. Udah mana kunci mobilnya ?"

Mas Iko pun memberikan kunci mobilnya ke Chanyeol.

Sesampainya di penginapan, Mas Iko langsung masuk ke kamar untuk istirahat. Sementara Chanyeol, Baekhyun, Suho dan Chen ngumpul di kamar Baekhyun sama Chen. Gue pergi ke mini market yang ada di dekat penginapan untuk beli obat buat Mas Iko. Gue beli satu kotak obat cair untuk masuk angin dan minyak gosok. Gue juga beli beberapa cemilan buat Chanyeol, Baekhyun, Suho sama Chen.

Gue pergi menghampiri kamar Mas Iko setelah memberikan kantung plastik berisi cemilan ke Chanyeol. Gue mengetuk pelan kamar Mas Iko. Setelah itu gue masuk ke dalam dan melihat Mas Iko lagi tiduran dengan posisi meringkuk.

"Mas Iko," panggil gue pelan.

Mata Mas Iko yang awalnya terpejam kini terbuka.

"Oh, Ocha. Kenapa, Cha ?" tanya Mas Iko.

"Aku beli obat, Mas," kata gue lalu meletakan plastik berisi obat-obatan yang tadi gue beli ke Mas Iko.

Mas Iko bangun dan duduk di atas tempat tidur. Gue mengambil satu sachet obat masuk angin cair dan memberikannya ke Mas Iko.

"Apa mau dikerokin aja, Mas ? Biar cepet sembuh," kata gue.

Mas Iko tiba-tiba tersenyum. "Emangnya siapa yang ngerokin. Kamu ?"

Gue mendadak kicep. Ngebayangin ngerokin Mas Iko malah ngebuat pipi gue memanas.

"Kan bisa minta tolong Chanyeol, Baekhyun, Suho atau Chen," kata gue.

Mas Iko ketawa. "Emangnya mereka bisa ?"

"Nanti aku instruksiin," kata gue lagi-lagi membuat Mas Iko tertawa.

"Udah gak papa," kata Mas Iko. Dia pun kembali berbaring di atas tempat tidur. Gue gak tega ngeliat Mas Iko sakit begini.

Gue keluar dari kamar Mas Iko dan pergi menuju kamar gue. Gue mengambil tas gue dan membongkar isinya. Senyum gue merekah pas ngeliat uang logam pecahan seribu rupiah di dalam tas gue.

The Manager [Completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang