Bulan demi bulan berlalu. Gue udah gak begitu mikirin Mas Iko karena pikiran gue terfokus sama EXO. Sampai pada akhirnya gue sadar kalau sekarang bulan Agustus-Arisa mengatakan kalau dia akan menikah dengan Mas Iko di bulan Agustus-membuat gue agak sedikit galau. Sebenarnya yang bikin gue galau adalah karena gak ada satu pun undangan yang datang ke gue. Gue bahkan sampai telepon Nyokap untuk menanyakan apakah ada undangan yang dikirim ke rumah gue yang ada di Jakarta, tapi ternyata gak ada. Dari situ gue mulai menyimpulkan kalau kehadiran gue sangat tidak diharapkan di pesta pernikahan mereka.
Gue menghela napas sejenak dan menatap tumpukan script milik Kai yang ada di meja. Gue lagi menunggu Kai yang sedang syuting episode terakhir untuk dramanya. Kemudian gue mendengar hape gue berdering dan gue melihat nama Nyokap di layar hape gue.
"Hallo, Ma," sapa gue ketika mengangkat telepon dari Nyokap.
"Selamat ulang tahun, sayang," kata Nyokap di ujung telepon membuat gue tersenyum. Lagi-lagi gue lupa sama hari ulang tahun gue sendiri.
"Terima kasih, Ma."
"Semoga sehat selalu, panjang umur dan cepet dapet jodoh supaya Mama bisa cepet gendong cucu," kata Nyokap membuat gue tertawa miris.
"Amin, Ma," sahut gue pelan.
"Eh, Mama yang ngucapin pertama, kan ? Sekarang di Korea udah jam 12 kan ?"
Gue melirik ke arah jam tangan gue yang menunjukan pukul 00.10 KST.
"Udah, kok, Ma."
"Yes !! Mama yang ngucapin pertama. Papa sama adek kamu kalah sama Mama," kata Nyokap membuat gue terkekeh.
Setelah bercakap-cakap dengan Nyokap, gantian Bokap dan adek gue yang menghubungi gue. Setelah itu sahabat-sahabat gue yang bikin surprise dengan ngumpul bareng dan on skype untuk memberikan ucapan selamat ulang tahun untuk gue.
Selesai syuting, Kai langsung minta diantar pulang ke dorm karena ngerasa capek. Sampai di dorm, Kai meminta gue untuk membantu dia membawa barang-barang dia yang cukup banyak ke dalam dorm. Ketika masuk ke dorm semuanya terasa gelap dan gak ada satu pun penerangan. Pas gue menekan sakelar lampu, gue mendengar bunyi terompet diiringi dengan suara balon meletus dan teriakan Baekhyun yang melengking.
"Selamat ulang tahun, Ocha !" seru para member EXO plus HaHa manager yang ternyata membuat kejutan ulang tahun untuk gue.
"Kamu sengaja yaa nyuruh aku supaya masuk ke dalam dan bawain barang-barang ke dalam dorm ?" ujar gue sambil menepuk pelan lengan Kai. Sementara Kai cuma cengengesan.
"Tiup lilinnya cepetan !" seru Baekhyun yang memegang kue ulang tahun bertuliskan angka dua puluh empat.
"Make a wish," bisik Chanyeol yang berdiri di belakang gue dengan kedua tangan di bahu gue.
Gue memejamkan mata dan mulai memanjatkan doa. Sebenarnya gue bingung mau minta apa sama Tuhan di usia gue yang yang kedua puluh empat. Karena gue bingung mau minta apa, jadi gue minta sama Tuhan agar gue selalu bahagia bersama dengan orang-orang yang gue sayangi. Gue membuka mata dan meniup api yang ada di lilin hingga padam.
"Yeaaaayyyyy !!!" seru para member seraya bertepuk tangan.
"Oke, kasih surprisenya udah selesai. Sekarang waktunya kalian tidur," kata HaHa manager seperti seorang ayah yang menyuruhnya anak-anaknya tidur.
"Hyung !" rengek Sehun.
"Kalian semua besok pagi mesti terbang ke London ! Mau ketinggalan pesawat kayak waktu pas kita ke Colorado kayak kemarin ?!" sembur HaHa manager membuat Sehun mengerucutkan bibir.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Manager [Completed]
FanfictionJadi manager EXO ?? Well...gimana rasanya ??? Selama hampir dua puluh tiga tahun gue hidup, gue ngerasa kehidupan gue biasa aja. Gue mengharapkan sesuatu yang 'WAH' terjadi dalam hidup gue. Sampai pada akhirnya sesuatu yang 'WAH' itu terjadi. Tapi...
![The Manager [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/123055187-64-k769505.jpg)