27. Dilemma

1.6K 126 2
                                        


Semua orang pasti pernah mengalami apa yang disebut sebagai dilemma. Sebagai manusia biasa, gue pernah mengalami beberapa dilemma. Di antara dilemma yang pernah gue alami, ini adalah dilemma termenyebalkan yang pernah gue alami.

Sudah sejam gue duduk di lantai sambil menatap ke arah cincin dari Mas Iko dan gelang dari Chanyeol. Sampai pada akhirnya gue melihat pintu kamar gue terbuka dan gue melihat Baekhyun melongokan kepalanya.

"Kamu ngapain ? Kita semua nungguin kamu di bawah," kata Baekhyun.

"Iya, nanti aku turun," kata gue lalu memasukan cincin dari Mas Iko dan gelang dari Chanyeol ke dalam ransel gue.

Gue turun ke bawah dimana Chanyeol, Baekhyun, Suho, Chen dan Mas Iko udah nunggu di lobby penginapan. Hari ini kita semua akan balik ke Jakarta. Mata gue kemudian tertuju ke arah Mas Iko yang duduk di sofa. Chanyeol sibuk dengan hapenya, sementara Mas Iko sibuk dengan brosur penginapan.

"Ayo kita pulang !" ajak gue lalu melenggang keluar dari penginapan.

Ketika di mobil, gue memilih duduk di kursi paling belakang bersama Chen. Gue lagi gak mau berinteraksi dengan Mas Iko maupun Chanyeol.

"Ocha, kamu gak papa? Kayaknya kamu lemes banget," tanya Chen tiba-tiba membuat Suho dan Baekhyun yang duduk di kursi tengah menoleh ke belakang menatap gue. Chanyeol juga ikut menoleh ke belakang. Sementara Mas Iko menatap gue lewat kaca spion.

"Gak papa. Cuma kurang tidur aja," kata gue.

Chen memberikan bantal leher yang sedaritadi ia gunakan ke gue. Gue menerima bantal leher itu dengan senang hati dan mengenakannya di leher gue.

Sepanjang perjalanan ke Jakarta, gue lebih banyak diam. Beberapa kali Baekhyun berusaha ngajak gue bercanda. Tapi gue benar-benar gak mood. Baekhyun yang sadar kalau gue lagi gak mood diajak bercanda akhirnya diam. Dia pun beralih ke Suho sama Chen.

"AAHH !! Berisik !!" seru Chen sambil melempar Baekhyun dengan sebungkus keripik kentang dan berhasil mengenai wajahnya.

Baekhyun mengerucutkan bibirnya lalu membuka keripik kentang yang dilempar Chen dan memakannya.

Setelah empat jam berkendara, Mas Iko menghentikan mobilnya di sebuah restoran untuk makan siang. Dan sejak tadi gue cuma menatap gado-gado yang gue pesan tanpa berselera.

"Gak dimakan ?" tanya Suho yang duduk di depan gue.

"Dimakan, kok," kata gue lalu menyuap gado-gado ke dalam mulut gue.

Selesai makan siang, kita semua balik ke mobil. Gue udah duduk di kursi paling belakang dan berencana untuk kembali tidur. Tapi kemudian gue melihat Chanyeol duduk di kursi yang ada di samping gue.

"Kamu ngapain ?" tanya gue.

"Gak ada larangan untuk duduk disini, kan ?" ujar Chanyeol lalu menutup telinganya dengan headphone.

**

Entah udah berapa lama gue tidur. Gue membuka mata dan sekeliling gue udah gelap. Gue menatap jam yang ada di hape gue. Udah jam sembilan malam. Gue melirik ke arah samping dimana Chanyeol sedang menatap gue dengan kedua tangan terlipat di dada.

"Kenapa ?" tanya gue.

Chanyeol tiba-tiba meletakan kepalanya di bahu gue. Setelah itu gue bisa mendengar suara dengkuran halus. Dia tidur ? Sementara itu, mata gue gak sengaja bertemu pandang dengan Mas Iko di kaca spion.

Gue pun segera mendorong kepala Chanyeol menjauh. Chanyeol membuka matanya dan menatap gue dengan tatapan sayu.

"Aku ngantuk," kata Chanyeol dengan suara berbisik.

The Manager [Completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang