42. Decision

1.4K 113 29
                                        


Sudah dua hari berlalu sejak Mas Iko masuk rumah sakit. Tapi selama itu pula gue sama sekali belum sempat untuk menjenguk Mas Iko karena gue sibuk dengan schedule EXO yang menggila. Gue sebenarnya ada niatan untuk menghubungi Mas Iko dan menanyakan keadaannya. Tapi entah mengapa sepertinya ego gue sebagai seorang cewek yang gak mau bertindak duluan menentang niatan gue tersebut. Dan disinilah gue berakhir, uring-uringan gak jelas selama dua hari karena penasaran dengan keadaan Mas Iko.

Gue berjalan kesana kemari di ruang tunggu photoshoot sambil menatap layar hape gue yang dihiasi foto gue bersama dengan kesembilan member EXO dan HaHa manager yang diambil di Lotte World dua hari lalu.

"Kamu ngapain sih dari tadi mondar mandir kayak setrikaan ?" tanya Baekhyun yang duduk di sofa dengan kedua tangan yang sibuk memegang hape.

Gue menghentikan pergerakan gue dan duduk di kursi yang ada di hadapan Baekhyun.

"Aku mau tanya sesuatu," kata gue membuat Baekhyun yang sedang serius bermain games di hapenye melirik gue sebentar.

"Apa ?" tanya Baekhyun lalu kembali memfokuskan pandangannya ke arah layar hape.

"Menurut kamu kalau cewek duluan yang nelpon cowok itu gimana ?" tanya gue sukses membuat kedua jempol Baekhyun yang sedari bergerak lincah di atas layar touchscreen terhenti.

"Ini nih yang aku gak suka sama cewek. Cewek selalu merasa kalau cowok lah yang harusnya gerak duluan," kata Baekhyun.

"Bukannya cowok yang harusnya gerak duluan. Kalau kata salah satu postingan di Instagram yang pernah aku baca, gak ada tuh sejarahnya ovum ngejar sperma. Yang ada sperma yang ngejar ovum," kata gue membuat Baekhyun melongo.

"Hayooo ngomongin hal jorok yaaa ?" tanya Kai yang tiba-tiba muncul dan duduk di samping Baekhyun.

"Ngomong jorok apaan sih ?!" sembur Baekhyun ke Kai.

"Tadi kalian ngomongin soal sperma sama ovum," kata Kai membuat Baekhyun menepuk jidat.

"Kamu lulus pelajaran biologi gak sih ? Emang kalau belajar biologi terus ngomongin sperma sama ovum itu namanya ngomongin hal jorok ?" ujar gue membuat Kai berpikir keras. Entah apa dia pura-pura bego atau emang pada dasarnya bego.

"Duh ! Jadi ngelantur gini. Pokoknya kalau kamu memang beneran peduli sama Iko, kamu hubungi dia duluan," kata Baekhyun.

Gue terdiam dan menatap layar hape gue. Haruskah gue menghubungi Mas Iko lebih dulu ?

"Ahh !! Gak tahu lah !" seru gue seraya meletakan hape gue di atas meja dan menutup wajah gue dengan bantal.

"Dasar cewek," desis Baekhyun membuat gue melemparnya dengan bantal.

**

Sekitar pukul sebelas malam gue sampai di dorm EXO dengan keadaan super lelah. Mengingat selama dua hari ini gue cuma tidur selama dua jam. Gue duduk di sofa ruang tengah bersama dengan Xiumin yang masih asyik menonton tayangan pertandingan sepak bola.

"Malam ini nginep aja kalau capek," kata Xiumin seraya menyesap teh hangat di dalam mug.

Gue menggeleng. "Aku harus pulang," kata gue sambil menguap lebar.

Gue menyenderkan bahu gue ke senderan sofa lalu mengeluarkan hape gue dari dalam saku celana. Ada satu pesan masuk dari nomor yang tak dikenal.

From : Unknown number

Iko sudah keluar dari rumah sakit. Cuma ngabarin aja sih. Hehe. Siapa tahu kamu gengsi buat ngehubungin atau ketemu Iko.

-Arisa

The Manager [Completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang