Ini membosankan, menonton pun tidak ada yang menarik menurutku.
Apa aku menghubungi sana saja ya? Ah, aku sudah merindukan mulut cerewet nya.
Aku mengambil ponsel yang berada di atas meja mencari kontak sana, setelah tersambung di dering ke empat sana menjawabnya.
Via telepon
"Halo nona zhang? Bagaimana keadaanmu dan keponakunku? " sana langsung memberondongku dengan pertanyaannya. Aku hanya tersenyum dan mendengus geli mendengarnya.
"Halo Juga aunty, mommy dan aku baik-baik saja. Bagaimana dengan aunty? " aku menjawabnya dengan menirukan suara anak kecil dan terdengar diseberang telepon sana sedang terkekeh geli.
"Aku baik yura, ah iya apa kau nyaman berada disana? Ah aku jadi ingin menyusulmu. Dan sayang nya aku belum bisa. " aku terkekeh mendengar jawabannya.
"Aku nyaman berada disini rasanya bebanku tidak terlalu berat, dan aku tidak harus selalu kebetulan bertemu dengannya. "
iya memang aku sudah bercerita bahwa ayah dari anak yang ku kandung sahabat bang lay dan juga sahabatku, sana cukup mengenalnya tapi dia tidak terlalu akrab. Hanya saling mengenal.
"Yaaa, aku juga harap begitu. Dan semoga kau mendapat jodoh disana kkkk" aku mendengar dia terkikik geli aku hanya mendengus.
"Yakk!! Aku tidak akan memikirkan itu untuk saat ini. Yang aku pikirkan hanya aku akan membesarkan anakku dengan baik. " diseberang sana sana nenghela nafasnya pelan, dia pasti sudah tahu dengan sifat dan karakterku yang keras kepala.
"Tsk.. Terserah padamu sajalah nona zhang. Ah yura sudah dulu ya aku ada klient yang penting. Sampai nanti, aku akan menghubungimu."
"Baiklah, jaga kesehatanmu jangan sampai kau terjatuh sakit dan jangan melupakan makan siang mu nona lee, aku selalu mengetahuinya. Yasudah aku tutup, bye~~" setelah mendengar balasan darinya aku langsung menutup telepon nya.
*****
Waktu menjukkan pukul 1 siang dan waktunya untuk makan siang. Aku sedang menunggu bang lay yang sebentar lagi sampai membawa pesananku dan makan siang untuk kita. Iya sekarang aku sedang malas memasak entah kenapa.
Tak berapa lama bang lay sampai di apartemen dan aku langsung membawa kantung yang dibawanya untuk aku siapkan dimeja makan.
"Kenapa lama banget sih bang? Aku sudah tidak tahan ingin makan tahu. " aku merajuk seraya mempoutkan bibirku, bang lay hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuanku seraya meraup bibirku gemas dengan tangan nya. Hisshh.
"Maaf, dijalan sangat macet tidak biasa nya. Yasudah ayok kita makan sekarang katanya tadi sudah tidak kuat ingin memakannya? " ajak bang lay seraya merangkul ku menuju meka makan yang sudah ku siapkan tadi.
Kami makan dalam diam, sesekali membahas apa saja yang bang lay lakukan di kantor tadi.
Dia hanya mengecek kenaikan atau penurunan pendapatan dan keuntungan perusahaan dan selain itu semuanya berjalan baik, aku bersyukur akan hal itu.
"Abang pulang ke indo lusa, tadi johny menghubungiku jika beberapa kilen besar menunggu rapat denganku untuk proyek besar. Apa kau tidak apa-apa ku tinggal? " dia berbicara seraya mengelus rambutku pelan dan beralih mengelus perut buncit ku. Kami sedang berada di balkon apartemen sesudah menyelesaikan makan siang kami tadi.
Aku hanya mengehela nafas pelan dan tersenyum.
"Tidak apa-apa bang aku baik-baik saja, lagian kan disini aku tidak sendiri, masih ada baekhyun dan taehyung dan juga bo young akan pulang minggu depan jadi kau tidak usah terlalu mengkhawatirkan ku. " dia tersenyum dan memelukku mengucapkan kata sayang sebagai seorang kakak. Aku membalas nya dan menenggelamkan wajahku di dada bidang nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Only Loving You [CHANYEOL]
Diversos"Jatuh Cinta pada sahabat sendiri itu memang sedikit menyenangkan, tapi sayang. Cintaku bertepuk sebelah tangan sebelum aku bisa mengatakannya. " -Yura Zhang "Apa aku terlambat menyadarinya? aku menyadari perasaanku setelah kau pergi dan menghila...
![Only Loving You [CHANYEOL]](https://img.wattpad.com/cover/132737099-64-k688285.jpg)