Setelah pencarian ku yang panjang, dan ternyata dia, wanita yang aku cari berada di hadapanku.
Sungguh aku sangat merindukannya, senyum itu yang selalu menghiasi wajahnya, tatapan mata lembut nya yang sangat menenangkan bagiku.
Tapi, apakah dia sudah menikah? Tapi kenapa yang lainnya tidak memberitahuku?
"kau? " dia sedikit terkejut dengan kedatanganku yang tidak sengaja dan secara tiba-tiba ini.
"long time no see, yura" aku melihat dia sedikit menegang, apa yang salah? Aku sungguh sangat merindukannya, jika bukan ditempat ramai dan umum ini aku ingin sekali memeluknya, dan kalo saja aku tidak sadar bahwa dia telah memiliki anak dan menikah, mungkin saja.
"ahh ya, silahkan duduk charl. Kau ingin pesan apa?" dia terlihat sangat kurus sekarang.
"Americcano saja. " dia mengangguk dan langsung pergi, sedangkan bocah kecil menggemaskan tadi sudh duduk di hadapanku dengan mata bulat nya yamg lucu.
"apa uncle, mengenal mommy ku?"
Aku tersenyum seraya mengelus pelan puncak kepalanya.
"tentu saja, kami bersahabat lama sekali. " dia hanya mengangguk dengan lucunya.
Astaga, kenapa dia sangat lucu.
Setelah melihat bocah manis itu menghilang di balik pintu setelah yura menyuruh nya, aku mengalihkan atensi ku kembali kepada yura yang telah kembali membawa segelas americano yang aku pesan tadi.
Aku sedikit menyesap nya merasakan kepahitan yang mutlak mengalir melalui tenggorokan ku.
"Bagaimana kabarmu?" dia sedikit tersentak dengan pertanyaanku, entah mengapa aku merasa dia tengah menyembunyikan sesuatu dariku.
"Sangat baik." dai sedikit berbeda, tidak sepertu yura yang aku kenal.
"omong-omong apa kau sudah menikah?" aku hanya memancing nya karena penasaran dengan suatu hal.
Dan aku melihat reaksi yang berlebihan nya setelah mendengar penuturanku.
"Tidak, ah maksudku belum." dia sedikit gugup.
"ahh belum? Apa calonmu itu adalah Steven?" dia mendongak dengan membulatkan mata terkejut dengan ucapanku.
Lalu setelahnya dia menggeleng pelan seraya menunduk kembali. Aku hanya menghela nafas pelan.
"Tatap aku jika aku sedang bicara yura!!" dengan nada tegasku, dia sedikit demi sedikit mendongak dengan sedikit ragu menatap manik mata tajamku.
Aku melihat tidak ada kebohongan diantara kedua bola mata indah itu, kedua bola mata yang menjadi hal yang sangat aku sukai darinya.
"Jika bukan steven lalu siapa?" dia bergeming di tempatnya tanpa berniat menjawab, demgan terpaksa aku harus menyanyakan hal ini padanya.
"Apakah calvin itu anakku?" dia sedikit menegang di tempatnya, sebelum aku mendapat jawaban atas pertanyaanku seseorang menghampiri kami lebih tepatnya yura dengam ponsel di genggamannya.
Entah panggilan dari siapa, dia pamit dan tidak kembali laginke tempatku berada. Dia meninggalkanku lagi dengan pertanyaan besar itu memenuhi otak ku.
Astaga aku bisa mati penasaran jika begini.
Lalu ku putuskan untuk kembali ke hotel, dan akan kembali lagi hari selanjutnya. Semoga saja dia mau menjawabnya.
Setelah membayar aku melenggang pergi dari cafe itu.
Sedikit sesak tapi apalah dayaku?
Hari-hari berikutnya aku mendatangi nya lagi, tapi aku tidak bertemu langsung dengan yura. Hanya calvin yang senang bertemu dan bermain denganku.
Rasanya ada sesuatu yang hangat menyelimuti hati dan jiwaku kala aku memeluk bocah mungil ini. Entahlah seperti ada suatu ikatan yang tak bisa aku jabarkan dengan kata-kata.
"paman!! Ayo main lagi, kenapa paman jadi melamun terus seperti mommy saja!!" aku tersenyum dan memgerinyit bingung, yura sering melamun? Karena apa?
"tidak jagoan, ayo kita pindah kesana disini terlalu panas." calvin sangat menggemaskan dengan pipi chubby kulit putih susu nya serta rambut dark brown nya. Tampan, mengemaskan dan manis dalam waktu bersamaan.
Kami bermain cukup lama, sampai akhirnya dia harus pamit karena sudah waktunya pulang. Aku mengiyakan saja, tapi aku masih mengikuti mereka sampai tempat tinggal mereka dan tanpa di ketahui oleh yura sendiri.
Lusa nya aku kembali ke cafe hanya memantau yura dan calvin dari jauh, tapi aku melihat seperti seseorang yang aku kenal sedang bersama mereka!!
Benar!! Itu steven, sahabat nya.
Dia sedang bercanda bersama calvin sesekali menggoda bocah itu. Omong-omong ini sudah hampir tengah malam, mereka berdua sepertinya sehabis bermain bersama.
Hatiku seakan sesak memgetahui hal itu, entah kenapa.
Lalu tubuhku mematung melihat kejadian selanjutnya, steven mencium bibir yura!! Meskipun hanya menempel dan sekilas tapi itu sudah membuat hatiku hancur melihat kenyataan yang ada.
Aku melihat yura juga sepertinya samgat senang di perlakukan seperti itu oleh steven.
Apakah kamu bahagia bersama nya yura?
Apakah kamu akan sebahagia itu jika bersamaku?
Aishhh sial!!! Apa aku terlambat?
KAMU SEDANG MEMBACA
Only Loving You [CHANYEOL]
De Todo"Jatuh Cinta pada sahabat sendiri itu memang sedikit menyenangkan, tapi sayang. Cintaku bertepuk sebelah tangan sebelum aku bisa mengatakannya. " -Yura Zhang "Apa aku terlambat menyadarinya? aku menyadari perasaanku setelah kau pergi dan menghila...
![Only Loving You [CHANYEOL]](https://img.wattpad.com/cover/132737099-64-k688285.jpg)