Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Twenty Seven

106 9 4
                                        

Dua hari berlalu sejak charlie melihat kebersamaan yura dan steve. Entah mengapa,  pria itu sangat emosional setelah melihat keakraban yang tak biasa di antara mereka berdua, menurut nya. 

Pria tampan itu semakin ragu untuk melangkah mendapatkan Yura, bodohnya dulu dia tidak menyadari perasaannya pada wanita itu. Dan sekarang, sepertinya wanita itu telah mendapatkan pria yang tulus menerima dirinya Charlie menyadari dari tatapan mata Steven, pria yang sialnya sahabat nya itu sangat tulus pada Yura.

Sahabat atau cinta?

Charlie bimbang diantara keduanya, dia ingin menggapai cintanya yang terlambat dia sadari. Tapi dia juga tidak ingin menghancurkan persahabatan yang dia bangun dengan Steven.

'arghhh.. sial!!'

Teriakan itu berasal dari pria yang berada atas bukit dengan pemandangan Padang rumput di bawah nya. Charlie, pria itu terlihat frustasi dengan kenyataan yang ada.

Dia ingin bercerita, tetapi entah kepada siapa.

Sahabat nya yang lain?

Tidak, mungkin mereka akan menghajar dia habis-habisan bukan memberikan solusi.

Keluarga?

Bisa saja, tetapi dia belum siap untuk mengatakan pada keluarga nya. Bukan karena apa, tapi dia masih belum tau bagaimana perasaan Yura, dan lagi orang tua nya takut akan membuat keputusan yang tidak sesuai dengan apa yang Charlie inginkan.

Tidak tidak tidak.

Setelah berpikir yang menghabiskan waktu selama 3 jam di atas bukit, akhirnya Charlie memutuskan kembali ke tempat dia menginap.

2 hari lagi dia harus kembali, karena pekerjaan sudah menunggu nya. Dan 2 hari ini adalah kesempatan terakhir nya untuk berkata jujur lada wanita yang telah mencuri hatinya sejak lama.

Jika memang dia tidak menginginkan atau tidak memiliki perasaan yang sama dengan Charlie, pria itu akan menerima walau mungkin hatinya tidak bisa. Tapi , dia akan meminta satu hal. Jika Calvin adalah putra kandung nya, darah dagingnya, dia hanya ingin sesekali bertemu walau mungkin Calvin tidak tau bahwa Charlie adalah ayah kandungnya. Setidak nya dia bisa dekat dengan putra nya.

Besoknya

Hari ini Charlie mendatangi cafe tempat Yura bekerja, sebelumnya dia mengunjungi sekolah tempat Calvin berada, tapi tidak ada tanda-tanda bahwa bocah menggemaskan itu berada di sekolah. Dan benar saja, dia berada di tempat ibunya bekerja bersama Steven. Mereka sudah seperti ayah dan anak sesungguh nya, apa hanya dia saja yang tidak mengetahui bahwa Yura punya anak? Kenapa sahabat nya tega menyembunyikan ini terlebih lay Hyung?

Pria itu melangkah memasuki cafe itu dengan wajah sedatar jalan tol.

Cliiing~~

Suara lonceng pintu ketika pria itu membuka dan menutup kembali pintu cafe itu.
Pria itu menghampiri meja kasir.

"Bisakah kau memanggilkan yura?" Penjaga kasir itu mengangguk dan berlalu untuk memanggil Yura yang berada di ruangan yang waktu itu Charlie lihat, dan mungkin Calvin dan seteven juga berada disana. Pikiran negatif mulai menghantui pria tampan itu.

"Charlie...?"

Pria itu menoleh, mendapati wanita pujaannya sudah berada di depannya, lengkap dengan Calvin dan Steven.

"Charlie Hyung?"

Charlie hanya tersenyum kaku.
Bukan, bukan karena panggilan kedua nya melainkan dengan rangkulan Steven pada pundak Yura, dan sialnya Yura tidak mempermasalahkan itu. Tanpa sadar pria bertelinga peri itu menghela nafas berat.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 04, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Only Loving You [CHANYEOL]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang