Ch 11 : R (bag. 2)

1.7K 267 29
                                    

Sementara itu, di Distrik Karanesse...

°

Kesebelas
Bagian II

.

Erwin baru saja tiba di ruang pertemuan. Di sana, di dekat jendela, Levi berdiri dengan tatapan lurus ke arah luar. Ia sedang memerhatikan anak-anak yang sedang bermain di luar sana. Namun, pikirannya entah sedang melayang ke mana.

"Ada apa Levi? Sepertinya kau sedang memikirkan sesuatu," tanya Erwin yang sudah berdiri di samping Levi. "(Name)?"

Levi tak menjawab pertanyaan Erwin. Ia hanya meliriknya sekilas sebelum pandangannya kembali menuju ke arah luar.

"Dia akan baik-baik saja. Ada Hanji dan Eren di sana."

Levi masih menatap ke luar jendela. "Aku tak mengkhawatirkannya," ia berbohong.

Erwin membalikkan tubuhnya, lalu melangkahkan kakinya menuju salah satu kursi yang membelakangi Levi. "Oh ya? Itu tak tergambar di wajahmu."

"Semua orang juga mengatakan hal yang sama."

Erwin terkekeh. "(Name) adalah gadis yang kuat. Ia memiliki kekuatan yang besar. Sayang, ia masih belum bisa melatih kekuatannya tersebut. Maka dari itu, aku menunjukmu untuk melatihnya." Serta menyembunyikannya dari Polisi Militer dan pihak kerajaan.

Tch!

"Aku mengerti. Kau sudah mengatakannya berulang kali," Levi menggerutu. Selanjutnya suasana berubah hening. Sorak sorai anak-anak yang sedang bermain di luar terdengar lirih di dalam ruangan.

Erwin merogoh secarik kertas lusuh ke dalam sakunya. Lalu memandanginya sebentar sebelum ia meletakkannya di atas meja. Sementara itu, Levi masih terus memandang ke arah luar. Dari jauh lamat-lamat terlihat seorang pria berjanggut mengenakan tudung hitam hingga menutupi sebagian wajahnya. Pria itu seperti sedang memandang ke arah Levi dari sebuah sudut rumah yang sepi. Siapa dia?

Levi bergerak menyamping, dan pria itu mengikuti arah geraknya. Sial! Siapa dia?

Dari kejauhan pria bertudung hitam itu menyeringai.

Aku menemukanmu~ Hades...

Ia mengangkat sebuah pistol dan mengarahkannya ke kepalanya. Pandangan Levi menajam. Jari-jemari pria bertudung itu siap untuk menarik pelatuk. Dan...

Knock Knock

Mike dengan disusul beberapa orang lainnya masuk ke dalam ruangan.

"Levi!" yang dipanggil berbalik menghadap Erwin, "sebaiknya fokuskan pikiranmu untuk misi kita kali ini."

♡•♡●♡*♡●♡•♡

♡•♡●♡*♡●♡•♡

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

See ya!

See ya!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Disappear (Levi x Reader)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang