Chapter 8

1K 180 35
                                        

(backsound : EXO - What if)

Author pov back

Kai menatap baekhyun hanya tersenyum kelu , sedangkan kyungsoo tak berhenti henti menatap baekhyun dengan seribu penasaran di dalam manik matanya.

Baekhyun tersenyum begitu manis menatap kedua pria di hadapannya ini yang sedang melamun akan terpesona yang baekhyun miliki

"hhmmmhh.. Permisi saya masih ada pekerjaan" pamit baekhyun sebari membungkukkan sedikit badannya dan membawa nampan kembali ke dapur.

 Permisi saya masih ada pekerjaan" pamit baekhyun sebari membungkukkan sedikit badannya dan membawa nampan kembali ke dapur

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kai menormalkan detak jantungnya dan mensadarkan pandangannya.

'sudah lah aku tak peduli, mungkin pernah bertemu di persimpangan jalan saat itu' batin kai

Sudah terdapat jus buah delima di hadapannya , segera ia menyeruput dan mengecap sedikit demi sedikit agar mendapatkan kenikmatan yang luar biasa.

Tak lupa bibimbap yang sewaktu itu ia makan kini kembali hadir , ia menjilat bibirnya menandakan ia sudah lapar.

"kyung ay-.. Chagi ? Chagiya ? Wae ? Wae yo ? Wae geurae chagi ?"

Kai menoleh ke arah kyungsoo yang sedang melamun tanpa berkedip dengan bibir yang terus bergemetar hebat. Kai mengguncang guncangkan tubuh kyungsoo pelan. Namun kyungsoo mematung seakan akan ia terhipnotis menjadikannya masuk ke dalam alam bawah sadarnya.

-

Sesosok putri kerajaan yang berjalan dengan eloknya namun memberikan keceriaan bagi semua rakyat banyak. Kadang ia berlari larian ria dengan adik adiknya.

Terlihat di hadapannya datang sesosok pengawal kerajaan yang menghampirinya

"Permisi , Tuan Putri Pysche , di mohonkan untuk kehadapan Raja di tempat pemujaan. Anda bisa kami kawal"

Namun psyche hanya mendengus , memberikan umpatan kecil merasa tak terima sudah seperti ini. Adik adiknya pun berjalan beriringan dengannya di sebelah kiri dan kanan.

Memang benar layaknya seorang ratu ia diperlakukan seperti, akan tetapi menurutnya ini sudah sangat berlebihan.

'seperti ini lagi' umpatnya dalam hati.

Sesampainya di kuil pemujaan , hadirlah berbagai manusia dari penjuru dunia yang telah menanti nantikan moment ini. Iyalah bisa bertemu wanita yang sangat cantik dan anggun.

Psyche duduk tepat di sebelah singgasana ayahandanya. Dengan gagah dan wibawanya ia bisa memerintahkan kerajaan dan seluruh daerah itu menjadi sangat makmur.

Tidak lupa ibundanya yang telah mewarisi kecantikan dan ke anggunan kepada anaknya Pysche.

Dengan profesionalnya Psyche yang tadi bermuka kecut layaknya sehabis memakan lemon atau bahkan melihat mantan berjalan dengan gebetan barunya *eh langsung menjadi berwibawa, seakan akan ia mempunyai kharisma kuat yang telah membuat seluruh dunia takluk kepadanya.

Joha Joha (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang