(backsound : Chen ft Punch - Everytime)
Pada sekitar tahun 1200 SM , hiduplah sebuah kerajaan besar di pemerintahan Yunani. Sepasang kekasih yang kini telah berbahagia sudah memiliki ke lima anaknya yang bernama Eros (Cupid), Anteros, Fobos, Deimos, dan Harmonia.
Namun yang sering kita kenal dalam sepanjang waktu yaitu Dewa Eros sang Dewa Cinta. Yang mampu memberikan kita perasaan terhadap lawan jenis , akan hasrat , cinta , bahagia ,dll.
Di kisah dalam namanya yang terukir bagus itu nampaknya ia berkehidupan bahagia selalu tetapi kita tak mengetahui apa yang telah mereka kisahkan selama ratusan tahun.
Termasuk saat ia diperintahkan oleh seorang Dewi besar nan kecantikan yang tiada tara , siapa lagi jika bukan Aprodhite ? .
Kita ulang bersama sama.
Seorang ratu yang terduduk manis di singgasananya dengan puluhan pengawal berjejer sepanjang jalan karpet bewarna gold itu. Ia mendapatkan berita bahkan penduduk yang memuja mujanya selama ini telah berpindah haluan. Terdapat sesosok wanita remaja yang begitu cantik melebihinya sehingga kecantikannya kini sudah tertandingi.
Aprodhite begitu murka menyaksikan seluruh umatnya telah memuja mujakan gadis biasa, ia memanggil Dewa Lissa sang dewa kemarahan dan kemurkaan. Dengan bantuannya , ia turun ke bumi memecutkan berkali kali oleh cambuknya hingga timbul goncangan yang begitu dahsyat.
Itu sebuah peringatan pertama
Tidak peringatan kesekian kalinya.
Aprodhite rasa , wanita remaja itu sudah memperdaya semua umatnya , seseorang yang memuja akan kehebatannya. Sudah puluhan kali ia beri peringatan namun, masyarakat bersikeras untuk menghampiri kuil itu dan memuja atas nama Psyche.
"PENGAWAL !! PANGGILKAN ANAKKU EROS !!"
Ucapan pertama yang ia teriakan saat memanggil anaknya yang satu itu. Tak menunggu lama datanglah sesosok lelaki buruk rupa bahkan mahluk kayanganpun sangat jijik melihat rupanya , membawa sebuah busur yang ia pegang dan beberapa anak panah yang terkalung di belakang punggungnya di sebuah tempat berbentuk tabung. Dengan gagah dan percaya diri ia menampakan dirinya berjalan tanpa rasa malu ke bawah singgasana ibunya
"wahai ibunda dewi aprodhite , anda mencariku ?" tanyanya dengan kegagahan
"iya anakku , kau sudah mendengar beritanya bukan?"
Hanya sebuah anggukan yang dilakukan dewa itu dengan mantap, seakan akan ia tau segala hal di dunia kayangan ini , aprodhite sedikit terkekeh, memunculkan senyuman kematiannya
"kau pasti tau pula, tugas apa yang akan ku berikan wahai anakku Eros atau dewa cinta Cupid"
"akanku laksanakan yang mulia ibunda Dewi Aprodhite".
Dengan sayap putih nan kuatnya , ia pergi menggunakan ancang ancang yang begitu kuat sehingga layaknya seperti sebuah roket yang berhasil menerobos awan. Sama halnya ia menerobos kaca jendela yang terpampang sangat besar dan megah.
"WOY ! EROS KEMBALI !! BERANI BERANINYA KAU !! KACAKU MAHAL ASAL KAU TAU !!!"
××××
Eros menyelinap menuju jemaah yang sedang terduduk di bawah tanah. Apa tujuannya ? Mereka sedang menyimak seorang putri bernama Psyche dibawah air yang memancar ke udara. Mungkin bila di jaman sekarang disebutnya sebagai air mancur. Putri Psyche tengah menceritakan segala pengalamannya dengan jerit dan gelak tawa dari puluhan orang yang melirik ke arahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Joha Joha (END)
Fantasy(HighRank #9 in Mitologi 051318) (HighRank #6 in Mitologi 052518) (HighRank #4 in Mitologi 052618) (HighRank #3 in Mitologi 013119) (bisa follow akunku untuk memunculkan seluruh Chapter) Seorang namja mungil bermata bulat yang hidup di era abad peme...
