(HighRank #9 in Mitologi 051318)
(HighRank #6 in Mitologi 052518)
(HighRank #4 in Mitologi 052618)
(HighRank #3 in Mitologi 013119)
(COVER UPDATE!!!!)
Seorang namja mungil bermata bulat yang hidup di era abad pemerintahan yunani kuno, tak disangka i...
"Masuklah." izinnya saat terdengar sesosok pelayan istana kerajaan mengetuk ngetuk pintu ruangannya. Sesosok wanita sedang berdiri dengan elegannya, Ia memakai mahkota berdaun emas bertengger di masing-masing sisi kepalanya layaknya seorang putri kayangan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Akan tetapi jabatannya saat ini bukan putri, namun lebih dari sekedar itu. Ia sedang bersenandung di dekat jendela besar yang terpampang di depannya untuk melihat aksi para penyembahnya dengan raut wajah yang memerah bukan untuk merona atau tersipu, lebih tepatnya menahan amarah.
Sang pelayan yang terlihat gugup hanya bisa mendekat secara pelan pelan, kepala yang tak henti-hentinya menunduk ke bawah dan kedua tangan yang saling memegang erat mengepal di depannya.
"W-wahai dewi yang ma.. ma.. m-maha agung.. Mas- mas.. Masyarakat-" terbata-bata pelayan itu segan untuk menjelaskan situasi dan langsung terpotong oleh ujar sang dewi.
"Pergilah, aku tahu." perintahnya tegas. Kejadian itu selalu memutar di fikiran baekhyun terlebih lagi saat melihat wajah namja itu, ia selalu berceloteh. "Bisa bisanya kau kembali dan bertemu denganku wahai pengkhianat." batinnya
˚ ✧ ━━━━⊱⋆⊰━━━━ ✧ ˚
20.00 KST
Kyungsoo yang sedang memotong motong kubis, mengiris ngiris lobak dan memarut wortel dalam kegiatan memasaknya untuk malam ini.
Takk.. Takk.. Takk..
Sesekali ia menoleh ke arah televisi yang berada di ruang tengahnya, walau berjarak cukup jauh akan tetapi ia cukup untuk melihatnya. Senandungannya membuat suasana rumah semakin hangat, termasuk lekukan indah di sekitaran bibirnya yang menandakan ia bahagia.
"Hmmmhh~ hmmhh~ hmmhh~"
Plungg..
Ia memasukkan semua bahan yang telah ia lakukan sebelumnya kedalam air yang telah mendidih di atas kompor yang menyala. Ia meraih bumbu kaldu , garam untuk membuat rasa makanan ini menjadi enak dan lezat.
"Musim yang akan terjadi pada bulan ini dan bulan yang akan mendatang masih diprediksi, walau sudah memasuki bulan winter sekalipun, panas dan hujan pun masih terus melanda, ada apakah sebenarnya?"