Clara Quenna Azzahra anak baru gede yang bergelimang harta,cinta dan tahta. Anak pertama dari keluarga Adiwijaya pengusaha tersukses di Jakarta. Clara atau yang biasa dipanggil Ara sudah bisa dibilang sempurna hidupnya. Bagaimana tidak? ia memiliki...
Mentari yang memancarkan senyum hangatnya, ditambah hembusan angin pagi yang menyegarkan bagi clara.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pagi itu pukul 06.25 clara sudah diantar Mang Ujang ke sekolah. Entah dapat mantra apa dari sang mama clara bisa bangun pagi.
"Mang? Enak ya pagi² gini berangkatnya. Udah gak macet, sejuk pula" ungkapnya seraya menikmati sepoian angin yang menerpa wajahnya.
"Ya jelaslah non, makanya kalo bangun agak pagian" balas mang ujang yang terus menggaris jalan.
"Tiap hari kali mang aku bangun pagi, cuman kelamaan di kamar mandi aja" ungkapnya menampilkan barisan gigi putihnya itu.
SMA Nusa Bangsa
Jalanan yang tenang melesatkan clara pada sekolahnya dengan cepat. "Mang nanti gausah dijemput, aku mau beli buku naik taxi. Sekalian bilangin ke mama kalo nanti aku pulang telat" cecarnya terus seperti radio.
"Duh non, saya gak berani bilang ke ibuk"
"Please mang" pintanya dengan nada memelas.
"Iya deh non, tapi jangan pulang telat² ya non. Saya masih butuh uang" ungkap mang ujang jujur.
"Nih ada sedikit buat mang ujang" ungkapnya sembari menyerahkan uang 2 kertas 50rb an, lalu pergi meninggalkan mang ujang.
Entah apa yang merasuki pikiran clara saat itu bisa bangun pagi dan masuk sekolah dengan waktu tepat. Biasanya juga 5 menit sebelum bel clara baru sampai digerbang sekolah.
"Pagi Pak Udin" sapa clara pada satpam sekolah.
"Pagi mbak clara, tumben pagi amat? Lagi dapet wangsit apa mba?" canda pak udin padanya.
"Oalah, kemaren saya habis menang lomba makan krupuk. Hadiahnya lumayan pak,bisa bangun mall" balasnya membuat pak udin terkekeh.
Flashback on Malam itu semua keluarga ara sedang berkumpul. Ada Mama, papa, rafa dan ara. Keempatnya sedang menonton televisi pas yang ditonton adalah liga 1. Meskipun sepak bola identik dengan laki-laki itu tidak berarti bagi keluarga Clara. "Papa jagoin persija atau bali united?" tanya clara dengan penasaran.
"Papa orang bali, jelas jagoin bali united dong. Kalo Rafa jagoin sapa?"
"Rafa jagoin Mama aja" ucapnya dengan nada mengejek.
"Oke, mama jagoin bali apa persija?" tanya clara pada wanita yang sangat disayanginya itu.
"Biar beda, mama pilih persija saja deh. Biar seru gimana kalo kita taruhan? Mama sama rafa jago persija, ara sama papa jagoin bali united. Yang kalah harus nraktir apapun yang jadi kepengenannya. Gimana?" tawar sang mama dengan penuh harap.
"Wah boleh banget tuh ma,gimana pa?" tanya clara yang seakan berisyarat untuk mengiyakan ajakan sang mama.
"Papa sih yakin menang, jadi papa setuju"
Lalu keempatnya menonton dengan hikmat. Dari babak pertama bali united sudah unggul 2-0 atas persija jakarta. Itu tak membuat Mama dan Rafa menyerah. Di babak kedua, persija mulai berambisius alhasil gol diciptakan oleh marko simic dimenit ke 60.
"Golllllllll" teriakan itu lolos dari mulut rafa dan mama.
"Baru satu aja bangga banget" ejek clara pada rafa.
"Awas aja kalo kakak kalah" balasnya sambil menjulurkan lidahnya. 5 menit berselang persija menambah pundi-pundi golnya dengan sundulan pemain andalannya. BP (Bambang Pamungkas). Membuat senyum di mata sang mama mengembang.
"Siap-siap kalah ya Pa" ucap sang Mama dengan ceria.
"Ingat, permainan masih kurang 20 menit lagi" balas papa clara dengan santai. Menjelang akhir turun minum tepatnya pada menit ke 89 bali united menambah pundi golnya melalui sepakan stefano lilipaly yang tidak bisa ditepis oleh andritany. Dan skor akhir 3-2 untuk kemenangan bali united.
"Gimana ma? Gak lupakan sama taruhan itu hehe. Clara mau sepatu yang limited sama tas yang lagi ngehits itu. Gak mahal sih ma, tapi cuman ada di Paris"
"Duh, duh. Senjata makan tuan. Mama itu kepengen jalan² ke Eropa malah Mama yang dipalak.Pokonya kakak ara bangun pagi mama turutin. Kalau papa mau apa?" tanya pasrah sang mama.
"Papa sih mau mama tetep setia sama papa itu aja" balasnya dengan menoel dagu mama clara.
"Ehem, ingat jangan bermesraan. Anak udah dua lo pa, ma. Siap besok aku bangun pagi"
"Dasar kakak. Kalau ada maunya aja. Oiya, besok papa ada gala dinner sama temen bisnis papa. Kalian ikut ya, pokonya dijamin gabakal boring"
Brukkkk....... Flashback off
"Aduh sakit" ucap clara sambil memegang kakinya yang lecet.
"Maaf, gak sengaja. Lagian dari tadi kamu bengong mulu. Ntar kesambet" candanya yang garing.
"Eh, ini sekolah bukan buat main. Lagian kalo gue bengong masalah buat lo? Ganggu hidup lo?" tanya ketus clara pada seorang cowok yang membawa papan skateboard.
"Iya-iya aku minta maaf, lo clara kan? Kenalin gue Brandon" ucapnya dengan mengulurkan tangan.
"Maaf, gue gak menerima perkenalan dari orang asing yang nyebelin kayak lo" ungkapnya lalu acuh meninggalkan brandon yang terpaku dengan ucapan clara.
"Ternyata kamu lebih cuek dan galak dari yang aku bayangin" ucap brandon sembari melihat punggung clara yang semakin lama semakin menjauh.
12.21 WIB Hallo readers jangan lupa vote dan coment ya. Aku butuh banget masukan dari kalian :) Sorry kalau masih banyak typo. Happy reading 😍😍